Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Regional

Gubernur Mualem Semprot Kepala Daerah: “Kalau Cengeng, Mending Mundur Saja!”

badge-check

Gubernur Mualem menegur keras para bupati dan walikota yang dinilai cengeng dalam menangani banjir dan longsor di Aceh, bahkan menyarankan mereka mundur jika tak sanggup bekerja.(Istimewa) Perbesar

Gubernur Mualem menegur keras para bupati dan walikota yang dinilai cengeng dalam menangani banjir dan longsor di Aceh, bahkan menyarankan mereka mundur jika tak sanggup bekerja.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – ACEH – Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh kembali bikin repot seluruh pelosok daerah. Air naik, tanah bergerak, rumah hanyut dan di tengah kekacauan itu, Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf alias Mualem tampil dengan pesan yang langsung nancep: para kepala daerah jangan cengeng!

Mualem menegaskan bahwa para bupati dan walikota yang daerahnya terdampak bencana tidak boleh menyerah atau bersembunyi di balik meja kantor. Situasi darurat, menurutnya, justru harus dihadapi dengan turun langsung dan membantu warga.

“Jangan cengeng lah orangnya jadi bupati, itu saja udah mengundurkan diri. Jangan lemah, kita harus proaktif membantu masyarakat. Jangan lari dari tanggung jawab, jangan ambil alasan tidak tahu,” ujar Gubernur Mualem, Kamis (4/12/2025).

Menurutnya, kalau ada kepala daerah yang tidak sanggup bekerja menghadapi bencana, lebih baik mundur saja.

“Kalau ada bupati atau walikota yang cengeng menghadapi situasi seperti ini, lebih baik mundur saja. Masih banyak yang siap menggantikan,” tegasnya.

Tak hanya memberi teguran keras, Mualem juga meminta seluruh instansi terkait untuk terlibat aktif dalam penanganan banjir, mulai dari distribusi bantuan darurat hingga pendataan kerusakan.

Ia menyebut beberapa wilayah mengalami dampak paling parah: Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Takengon, hingga Bener Meriah. Fokus pemerintah saat ini adalah mengirim bantuan mendesak seperti sembako dan kebutuhan dasar lainnya.

Namun, persoalan terbesar justru menunggu setelah banjir reda. Ribuan rumah warga rusak atau hanyut, dan proses pemulihannya dipastikan memerlukan biaya besar.

“Kita memerlukan anggaran besar untuk membangun kembali rumah-rumah warga. Diperkirakan lebih dari 20 ribu unit rusak di wilayah seperti Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen hingga Pidie Jaya,” kata Mualem saat berada di Aceh Timur.

Intinya, Aceh butuh pemimpin yang tahan banting. Dan dalam urusan ini, Mualem sepertinya ingin memastikan satu hal: tidak ada ruang untuk kepala daerah yang gampang mengeluh.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Deni Muhammad Ali Ditunjuk Jadi Ketua Panitia Muaythai Porprov Jabar 2026

3 Agustus 2026 - 21:40

Perumda Tirta Bhagasasi Kena ‘Stroke Berat’, Utang Naik Laba Anjlok

3 Agustus 2026 - 14:52

Trending di News