Menu

Mode Gelap
Aliansi Aktivis 98 Bahas Laporan Jampidsus dalam Diskusi Reformasi 98 Bantah Tuduhan Penipuan, Nancy Fidelia Fatima Tegaskan Korban Transaksi Aset Bermasalah Launching Media Kontra Narasi, Survei HAI Catat Kepercayaan Publik terhadap Polri 78,3 Persen Rizki Juniansyah Naik Pangkat Jadi Kapten dan Pindah dari TNI AL ke AD Sidang Brigadir Nurhadi, Jaksa Ungkap Petunjuk Motif dari Kesaksian MALAM JUMAT KLIWON: YANG BANGKIT DARI KUBUR TIDAK SELALU MAYIT

Regional

Gubernur Mualem Semprot Kepala Daerah: “Kalau Cengeng, Mending Mundur Saja!”

badge-check


					Gubernur Mualem menegur keras para bupati dan walikota yang dinilai cengeng dalam menangani banjir dan longsor di Aceh, bahkan menyarankan mereka mundur jika tak sanggup bekerja.(Istimewa) Perbesar

Gubernur Mualem menegur keras para bupati dan walikota yang dinilai cengeng dalam menangani banjir dan longsor di Aceh, bahkan menyarankan mereka mundur jika tak sanggup bekerja.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – ACEH – Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh kembali bikin repot seluruh pelosok daerah. Air naik, tanah bergerak, rumah hanyut dan di tengah kekacauan itu, Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf alias Mualem tampil dengan pesan yang langsung nancep: para kepala daerah jangan cengeng!

Mualem menegaskan bahwa para bupati dan walikota yang daerahnya terdampak bencana tidak boleh menyerah atau bersembunyi di balik meja kantor. Situasi darurat, menurutnya, justru harus dihadapi dengan turun langsung dan membantu warga.

“Jangan cengeng lah orangnya jadi bupati, itu saja udah mengundurkan diri. Jangan lemah, kita harus proaktif membantu masyarakat. Jangan lari dari tanggung jawab, jangan ambil alasan tidak tahu,” ujar Gubernur Mualem, Kamis (4/12/2025).

Menurutnya, kalau ada kepala daerah yang tidak sanggup bekerja menghadapi bencana, lebih baik mundur saja.

“Kalau ada bupati atau walikota yang cengeng menghadapi situasi seperti ini, lebih baik mundur saja. Masih banyak yang siap menggantikan,” tegasnya.

Tak hanya memberi teguran keras, Mualem juga meminta seluruh instansi terkait untuk terlibat aktif dalam penanganan banjir, mulai dari distribusi bantuan darurat hingga pendataan kerusakan.

Ia menyebut beberapa wilayah mengalami dampak paling parah: Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Takengon, hingga Bener Meriah. Fokus pemerintah saat ini adalah mengirim bantuan mendesak seperti sembako dan kebutuhan dasar lainnya.

Namun, persoalan terbesar justru menunggu setelah banjir reda. Ribuan rumah warga rusak atau hanyut, dan proses pemulihannya dipastikan memerlukan biaya besar.

“Kita memerlukan anggaran besar untuk membangun kembali rumah-rumah warga. Diperkirakan lebih dari 20 ribu unit rusak di wilayah seperti Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen hingga Pidie Jaya,” kata Mualem saat berada di Aceh Timur.

Intinya, Aceh butuh pemimpin yang tahan banting. Dan dalam urusan ini, Mualem sepertinya ingin memastikan satu hal: tidak ada ruang untuk kepala daerah yang gampang mengeluh.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Bantuan Pemprov Dihentikan, Operasional Masjid Agung Bandung Bergantung pada Donasi

13 Januari 2026 - 06:56 WIB

Polisi Tipu Polisi: Polwan Gadungan Tipu Kapolres Pontianak

8 Januari 2026 - 08:56 WIB

Kepala Sekolah Gasak Dana BOS, Mobil Mewah dan Bus Jadi Bukti di Ponorogo

8 Januari 2026 - 08:44 WIB

Kisah Nenek Berlindung di Tanah Sendiri, Dianiaya Penambang Ilegal di Pasaman Timu

8 Januari 2026 - 05:41 WIB

Kematian Alfarisi di Rutan Medaeng: Sorotan KontraS atas Dugaan Kelalaian Negara

2 Januari 2026 - 10:13 WIB

Trending di Regional