Menu

Mode Gelap
Ketika Sertifikat Dipersoalkan, Warga Kwini 8 Memilih Mengadu ke DPRD, Ombudsman, dan BPN Roy Suryo Menggugat, Polda Metro Santai: “Semua Sudah Sesuai SOP” Rp55 Juta Sudah Dibayar, Tiga Pemuda di Percetakan Mau Print Tetap Disekap, Pelaku Minta Rp150 Juta Komarudin Watubun Santai Soal Jokowi Injak Kepala Kerbau: “PDIP Itu Kepala Banteng, Bukan Kerbau” Spitze Sentosa Indonesia Punya Resep Bikin Kantor Betah: Badminton Bareng Tanpa Sekat Jabatan Charma Afrianto Minta KPK Dalami Pengelolaan Anggaran Palembang Usai Geledah BPK Sumsel

News

Pantai Tanjung Setia Diserbu Kayu Raksasa, Nelayan dan Wisatawan Pusing, Polisi Telusuri Legalitas

badge-check


					Pantai Tanjung Setia di Lampung diserbu ribuan kayu raksasa. Nelayan terdampak, wisatawan kabur. Polisi telusuri legalitas kayu ber-barcode.(Istimewa) Perbesar

Pantai Tanjung Setia di Lampung diserbu ribuan kayu raksasa. Nelayan terdampak, wisatawan kabur. Polisi telusuri legalitas kayu ber-barcode.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – LAMPUNG –  Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, yang biasanya jadi surga peselancar, kini berubah jadi “lapangan penimbunan kayu raksasa”. Ribuan batang kayu gelondongan, panjang hingga 6 meter dan lebar 1 meter, berserakan di bibir pantai. Aktivitas nelayan lumpuh total, wisatawan pun kabur karena pemandangan jadi semrawut.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, langsung turun ke lokasi pada Senin (8/12/2025). Ternyata kayu-kayu itu bukan sembarang limbah. Barang-barang ini memiliki “KTP” lengkap:

  • Stiker Barcode Kuning bertuliskan ‘Kementerian Kehutanan RI’.
  • Identitas Pemilik: PT Minas Pagai Lumber, Sumatera Barat.
  • Sertifikat Legal: Logo ‘SVLK INDONESIA’ (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu).

“Kami cek ada barcode dan nomor seri yang menempel… Sekarang sedang kami telusuri keabsahannya,” ujar Irjen Helfi.

Menurut Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, kayu-kayu (total 4.800 kubik) diangkut tongkang dari Sumatera Barat sejak 2 November 2025. Namun cuaca ekstrem dan tali kapal yang terlilit membuat tongkang kandas di perairan Pesisir Barat pada 6 November, memuntahkan muatan ke laut.

Warga setempat, termasuk nelayan, terdampak langsung. Salda Andala, warga lokal, mengungkap:

“Kayu-kayu itu menimpa kapal nelayan sampai banyak yang rusak. Aktivitas nelayan berhenti total.”

Kini, polisi sedang memeriksa 3 ABK dan dokumen kayu untuk memastikan apakah ini murni musibah atau ada praktik lain di balik pengiriman kayu ber-barcode tersebut.

Pantai Tanjung Setia tetap indah, tapi sekarang ada tambahan “pemandangan kayu raksasa” yang bikin semua orang garuk-garuk kepala.


Penulis : Ristanto | Editor: Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Sertifikat Dipersoalkan, Warga Kwini 8 Memilih Mengadu ke DPRD, Ombudsman, dan BPN

29 Juni 2026 - 20:32

Roy Suryo Menggugat, Polda Metro Santai: “Semua Sudah Sesuai SOP”

29 Juni 2026 - 20:09

Charma Afrianto Minta KPK Dalami Pengelolaan Anggaran Palembang Usai Geledah BPK Sumsel

27 Juni 2026 - 15:09

Terungkap! Kronologi Taufik Diduga Sekap dan Aniaya YTR, Semua Berawal dari Kenalan di Tinder

27 Juni 2026 - 14:59

82,4 Persen Publik Masih Percaya Polri. Barangkali, Ini Memang Bukan Cuma Soal Angka

26 Juni 2026 - 14:28

Trending di Nasional