Menu

Mode Gelap
Gaduh Tahanan Yaqut, KPK Minta Maaf: Asep Sebut Kekecewaan Publik Adalah Dukungan RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana Abdullah Kelrey Tantang KPK, Desak Pemeriksaan Puan Maharani dan Hapsoro Mobil Setan: Penumpang yang Tak Pernah Turun Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka Koalisi Sipil Desak Proses Hukum Kepala BAIS dan Peradilan Umum dalam Kasus Andrie Yunus

News

Pantai Tanjung Setia Diserbu Kayu Raksasa, Nelayan dan Wisatawan Pusing, Polisi Telusuri Legalitas

badge-check


					Pantai Tanjung Setia di Lampung diserbu ribuan kayu raksasa. Nelayan terdampak, wisatawan kabur. Polisi telusuri legalitas kayu ber-barcode.(Istimewa) Perbesar

Pantai Tanjung Setia di Lampung diserbu ribuan kayu raksasa. Nelayan terdampak, wisatawan kabur. Polisi telusuri legalitas kayu ber-barcode.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – LAMPUNG –  Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, yang biasanya jadi surga peselancar, kini berubah jadi “lapangan penimbunan kayu raksasa”. Ribuan batang kayu gelondongan, panjang hingga 6 meter dan lebar 1 meter, berserakan di bibir pantai. Aktivitas nelayan lumpuh total, wisatawan pun kabur karena pemandangan jadi semrawut.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, langsung turun ke lokasi pada Senin (8/12/2025). Ternyata kayu-kayu itu bukan sembarang limbah. Barang-barang ini memiliki “KTP” lengkap:

  • Stiker Barcode Kuning bertuliskan ‘Kementerian Kehutanan RI’.
  • Identitas Pemilik: PT Minas Pagai Lumber, Sumatera Barat.
  • Sertifikat Legal: Logo ‘SVLK INDONESIA’ (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu).

“Kami cek ada barcode dan nomor seri yang menempel… Sekarang sedang kami telusuri keabsahannya,” ujar Irjen Helfi.

Menurut Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, kayu-kayu (total 4.800 kubik) diangkut tongkang dari Sumatera Barat sejak 2 November 2025. Namun cuaca ekstrem dan tali kapal yang terlilit membuat tongkang kandas di perairan Pesisir Barat pada 6 November, memuntahkan muatan ke laut.

Warga setempat, termasuk nelayan, terdampak langsung. Salda Andala, warga lokal, mengungkap:

“Kayu-kayu itu menimpa kapal nelayan sampai banyak yang rusak. Aktivitas nelayan berhenti total.”

Kini, polisi sedang memeriksa 3 ABK dan dokumen kayu untuk memastikan apakah ini murni musibah atau ada praktik lain di balik pengiriman kayu ber-barcode tersebut.

Pantai Tanjung Setia tetap indah, tapi sekarang ada tambahan “pemandangan kayu raksasa” yang bikin semua orang garuk-garuk kepala.


Penulis : Ristanto | Editor: Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gaduh Tahanan Yaqut, KPK Minta Maaf: Asep Sebut Kekecewaan Publik Adalah Dukungan

27 Maret 2026 - 12:11 WIB

RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana

27 Maret 2026 - 09:05 WIB

Abdullah Kelrey Tantang KPK, Desak Pemeriksaan Puan Maharani dan Hapsoro

27 Maret 2026 - 08:09 WIB

Koalisi Sipil Desak Proses Hukum Kepala BAIS dan Peradilan Umum dalam Kasus Andrie Yunus

26 Maret 2026 - 08:20 WIB

Pesan Pramono ke Pendatang: Jakarta Bukan Tempat Coba Nasib Tanpa Skill

26 Maret 2026 - 07:29 WIB

Trending di News