Menu

Mode Gelap
Garuda Menggila di GBK! Indonesia Hajar Saint Kitts 4-0, Beckham Putra Jadi Bintang Gaduh Tahanan Yaqut, KPK Minta Maaf: Asep Sebut Kekecewaan Publik Adalah Dukungan RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana Abdullah Kelrey Tantang KPK, Desak Pemeriksaan Puan Maharani dan Hapsoro Mobil Setan: Penumpang yang Tak Pernah Turun Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka

Internasional

Kim Jong-un Sebut Israel Proyek Teror Buatan Amerika Serikat

badge-check


					Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyebut Israel sebagai proyek teror buatan Amerika Serikat serta menyatakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina di tengah konflik Gaza.(Istimewa) Perbesar

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyebut Israel sebagai proyek teror buatan Amerika Serikat serta menyatakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina di tengah konflik Gaza.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – KOREA UTARA – Kim Jong-un kembali bikin dunia garuk-garuk kepala. Kali ini bukan soal misil balistik atau parade militer, melainkan urusan geopolitik yang jauh dari Semenanjung Korea. Pemimpin tertinggi Korea Utara itu menyebut Israel bukan sebagai sebuah negara, melainkan proyek teror buatan Washington. Ya, versi Pyongyang: Israel adalah “produk impor” Amerika Serikat.

Pernyataan ini jelas bukan basa-basi diplomatik. Ini adalah cara Korea Utara mengulang kaset lama: anti-Amerika, anti-imperialisme, dan anti segala sesuatu yang beraroma Barat. Bedanya, kali ini Kim Jong-un ikut nimbrung dalam panasnya konflik Israel–Palestina yang memang sudah penuh suara keras dari berbagai penjuru dunia.

Sebelum melontarkan label “proyek teror”, Kim Jong-un juga sudah lebih dulu menyatakan dukungan terbuka terhadap perjuangan rakyat Palestina. Korea Utara tanpa ragu mengecam operasi militer Israel di Gaza dan menyebutnya sebagai kejahatan kemanusiaan. Sikap ini konsisten dengan narasi lama Pyongyang yang gemar berdiri di sisi pihak yang mereka anggap tertindas.

Bagi Korea Utara, Palestina bukan sekadar isu Timur Tengah. Ini soal ideologi. Pyongyang melihat konflik tersebut sebagai perpanjangan dari perlawanan terhadap imperialisme dan kolonialisme Barat, dua istilah yang selalu jadi musuh abadi dalam kamus politik mereka.

Singkatnya, ketika dunia masih sibuk berdebat soal gencatan senjata, Kim Jong-un memilih jalur ekstrem: tidak menambah solusi, tapi menambah panas. Dunia pun kembali diingatkan, Korea Utara selalu punya cara sendiri untuk ikut ribut meski jaraknya ribuan kilometer dari Gaza.


Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka

26 Maret 2026 - 08:45 WIB

Bocoran Rahasia Mossad: Hacker Pro-Palestina Handala Serang Sistem dan Data Laura Gelinsky

17 Maret 2026 - 08:11 WIB

Iran Kirim Sinyal Keras ke Ukraina: Jika Bantu Israel Pakai Drone, Bisa Dianggap “Target Sah”

16 Maret 2026 - 11:04 WIB

Anak Cantumkan Jabatan Ayah di CV, Karier Pejabat Istana Korea Selatan Ini Berakhir

16 Maret 2026 - 10:59 WIB

Kronologi Tenggelamnya Fregat IRIS Dena: Dari Izin Sandar di India hingga Diduga Ditorpedo di Samudra Hindia

10 Maret 2026 - 14:52 WIB

Trending di Internasional