Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

Internasional

Kim Jong-un Sebut Israel Proyek Teror Buatan Amerika Serikat

badge-check

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyebut Israel sebagai proyek teror buatan Amerika Serikat serta menyatakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina di tengah konflik Gaza.(Istimewa) Perbesar

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyebut Israel sebagai proyek teror buatan Amerika Serikat serta menyatakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina di tengah konflik Gaza.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – KOREA UTARA – Kim Jong-un kembali bikin dunia garuk-garuk kepala. Kali ini bukan soal misil balistik atau parade militer, melainkan urusan geopolitik yang jauh dari Semenanjung Korea. Pemimpin tertinggi Korea Utara itu menyebut Israel bukan sebagai sebuah negara, melainkan proyek teror buatan Washington. Ya, versi Pyongyang: Israel adalah “produk impor” Amerika Serikat.

Pernyataan ini jelas bukan basa-basi diplomatik. Ini adalah cara Korea Utara mengulang kaset lama: anti-Amerika, anti-imperialisme, dan anti segala sesuatu yang beraroma Barat. Bedanya, kali ini Kim Jong-un ikut nimbrung dalam panasnya konflik Israel–Palestina yang memang sudah penuh suara keras dari berbagai penjuru dunia.

Sebelum melontarkan label “proyek teror”, Kim Jong-un juga sudah lebih dulu menyatakan dukungan terbuka terhadap perjuangan rakyat Palestina. Korea Utara tanpa ragu mengecam operasi militer Israel di Gaza dan menyebutnya sebagai kejahatan kemanusiaan. Sikap ini konsisten dengan narasi lama Pyongyang yang gemar berdiri di sisi pihak yang mereka anggap tertindas.

Bagi Korea Utara, Palestina bukan sekadar isu Timur Tengah. Ini soal ideologi. Pyongyang melihat konflik tersebut sebagai perpanjangan dari perlawanan terhadap imperialisme dan kolonialisme Barat, dua istilah yang selalu jadi musuh abadi dalam kamus politik mereka.

Singkatnya, ketika dunia masih sibuk berdebat soal gencatan senjata, Kim Jong-un memilih jalur ekstrem: tidak menambah solusi, tapi menambah panas. Dunia pun kembali diingatkan, Korea Utara selalu punya cara sendiri untuk ikut ribut meski jaraknya ribuan kilometer dari Gaza.


Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Gianni Infantino Dilaporkan Hadapi Tudingan “Suap” Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA

30 Juli 2026 - 16:12

Spanyol Akui Palestina, Sikap Tegas Pedro Sánchez Picu Ketegangan dengan Israel

20 Juli 2026 - 20:13

Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi?

18 Juni 2026 - 18:44

Viral! Polisi Florida Tilang Perempuan Tanpa Tangan Kanan karena Diduga Main HP Saat Nyetir

2 Juni 2026 - 12:49

Edoardo Agnelli: Pewaris Juventus yang Masuk Islam, Dicoret dari Keluarga, lalu Tewas Misterius

26 Mei 2026 - 20:24

Trending di Internasional