Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Internasional

Kim Jong-un Sebut Israel Proyek Teror Buatan Amerika Serikat

badge-check

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyebut Israel sebagai proyek teror buatan Amerika Serikat serta menyatakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina di tengah konflik Gaza.(Istimewa) Perbesar

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyebut Israel sebagai proyek teror buatan Amerika Serikat serta menyatakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina di tengah konflik Gaza.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – KOREA UTARA – Kim Jong-un kembali bikin dunia garuk-garuk kepala. Kali ini bukan soal misil balistik atau parade militer, melainkan urusan geopolitik yang jauh dari Semenanjung Korea. Pemimpin tertinggi Korea Utara itu menyebut Israel bukan sebagai sebuah negara, melainkan proyek teror buatan Washington. Ya, versi Pyongyang: Israel adalah “produk impor” Amerika Serikat.

Pernyataan ini jelas bukan basa-basi diplomatik. Ini adalah cara Korea Utara mengulang kaset lama: anti-Amerika, anti-imperialisme, dan anti segala sesuatu yang beraroma Barat. Bedanya, kali ini Kim Jong-un ikut nimbrung dalam panasnya konflik Israel–Palestina yang memang sudah penuh suara keras dari berbagai penjuru dunia.

Sebelum melontarkan label “proyek teror”, Kim Jong-un juga sudah lebih dulu menyatakan dukungan terbuka terhadap perjuangan rakyat Palestina. Korea Utara tanpa ragu mengecam operasi militer Israel di Gaza dan menyebutnya sebagai kejahatan kemanusiaan. Sikap ini konsisten dengan narasi lama Pyongyang yang gemar berdiri di sisi pihak yang mereka anggap tertindas.

Bagi Korea Utara, Palestina bukan sekadar isu Timur Tengah. Ini soal ideologi. Pyongyang melihat konflik tersebut sebagai perpanjangan dari perlawanan terhadap imperialisme dan kolonialisme Barat, dua istilah yang selalu jadi musuh abadi dalam kamus politik mereka.

Singkatnya, ketika dunia masih sibuk berdebat soal gencatan senjata, Kim Jong-un memilih jalur ekstrem: tidak menambah solusi, tapi menambah panas. Dunia pun kembali diingatkan, Korea Utara selalu punya cara sendiri untuk ikut ribut meski jaraknya ribuan kilometer dari Gaza.


Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

10 Agustus 2026 - 09:59

Gianni Infantino Dilaporkan Hadapi Tudingan “Suap” Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA

30 Juli 2026 - 16:12

Spanyol Akui Palestina, Sikap Tegas Pedro Sánchez Picu Ketegangan dengan Israel

20 Juli 2026 - 20:13

Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi?

18 Juni 2026 - 18:44

Viral! Polisi Florida Tilang Perempuan Tanpa Tangan Kanan karena Diduga Main HP Saat Nyetir

2 Juni 2026 - 12:49

Trending di Internasional