PRABAINSIGHT.COM – KARAWANG – Kalau jalan raya bisa ngomong, mungkin dia bakal bilang, “Tolong, jangan lagi-lagi.” Sabtu pagi (31/1/2026) yang mestinya adem justru berubah jadi panggung chaos di Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Seorang oknum anggota polisi malah bikin episode sinetron kejar-kejaran, lengkap dengan tabrak lari dan adegan klimaks: mobil nyemplung ke sungai irigasi.
Mobil Honda Brio kuning bernopol T 1190 HW yang dikemudikan pria berinisial H (45) awalnya menabrak sepeda motor Honda Vario T 4108 RH milik M (35). Lokasinya pun bukan tempat sepi tepat di depan SMPN 1 Rengasdengklok. Alih-alih berhenti, minta maaf, atau sekadar cek kondisi korban, pengemudi justru memilih opsi klasik: kabur.
Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, insiden terjadi sekitar pukul 07.30 WIB dan diawali dari tabrakan antara mobil dan motor di depan sekolah tersebut.
“Setelah kejadian awal, pengemudi mobil tidak menghentikan kendaraannya untuk menolong korban, melainkan diduga tancap gas meninggalkan lokasi,” ujar Cep Wildan.
Masalahnya, kabur di pagi hari saat warga masih segar-segarnya itu ide buruk. Teriakan warga langsung mengudara, pengejaran pun dimulai. Drama berakhir ketika mobil yang dikemudikan H kehilangan kendali dan yes terperosok ke sungai di pinggir jalan. Tamat satu babak.
Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan warga mengerubungi lokasi dengan emosi yang susah disaring. Beberapa orang terdengar menduga sang pengemudi berada di bawah pengaruh alkohol. Dugaan mabuk ini makin menyulut amarah, apalagi setelah identitas pengemudi diketahui sebagai anggota aktif Polri.
Saat ini, H beserta kendaraan yang dipakainya sudah diamankan oleh pihak kepolisian. Polres Karawang menyatakan tengah mendalami kasus ini, termasuk menelusuri kronologi tabrak lari dan memastikan benar-tidaknya dugaan pengemudi mengemudi dalam kondisi mabuk.
Satu hal yang pasti: ketika aparat yang seharusnya jadi contoh justru bikin warga geleng-geleng kepala, publik punya hak buat bertanya ini kecelakaan, atau pelajaran tentang betapa tipisnya batas antara kuasa dan kelalaian?
Editor : Irfan Ardhiyanto











