Menu

Mode Gelap
Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

Regional

Diduga Mabuk, Oknum TNI AL Aniaya Guru dan Warga di Pelabuhan Melonguane

badge-check

Aksi dugaan premanisme oknum TNI AL di Pelabuhan Melonguane, Talaud, Sulawesi Utara, menewaskan ketenangan warga. Seorang guru dan lima warga dianiaya, kasus diproses di Pengadilan Militer.(Ist) Perbesar

Aksi dugaan premanisme oknum TNI AL di Pelabuhan Melonguane, Talaud, Sulawesi Utara, menewaskan ketenangan warga. Seorang guru dan lima warga dianiaya, kasus diproses di Pengadilan Militer.(Ist)

PRABAINSIGHT.COM – SULUT – Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, biasanya tidur lebih awal. Tapi Kamis malam, 22 Januari 2026, hingga Jumat dini hari, ketenangan itu resmi bubar. Bukan karena badai atau kapal karam, melainkan ulah segelintir oknum berseragam TNI Angkatan Laut yang diduga datang ke pelabuhan bukan untuk berjaga melainkan mabuk dan bikin onar.

Korban pertamanya bukan preman, bukan kriminal, apalagi provokator. Ia seorang guru SMK bernama Berkam Saweduling, yang malam itu cuma ingin memancing. Ya, memancing. Aktivitas paling damai yang bisa dibayangkan di pelabuhan kecil.

Sekitar pukul 21.00 WITA, Berkam sedang menikmati senyap laut Melonguane. Hingga datang sekelompok oknum TNI AL dari Lanal Melonguane dengan suara keras, teriakan tak beraturan, dan aroma yang diduga bukan berasal dari air laut. Ketenangan pun selesai.

Merasa terganggu, Berkam menegur. Sebagai warga negara yang masih percaya kamera ponsel bisa jadi saksi, ia merekam perilaku yang menurutnya tak pantas. Tapi rupanya, kamera lebih menyakitkan daripada teguran.

Tak terima direkam, para oknum tersebut langsung bertindak. Berkam dikeroyok, jatuh, tersungkur. Mata kanannya bengkak dan memerah, punggungnya penuh goresan. Pelajaran malam itu jelas: di Pelabuhan Melonguane, pancingan bisa berujung pemukulan.

Masalahnya belum selesai. Lima warga lain yang datang hanya untuk bertanya “ada apa ini?” justru ikut merasakan bogem mentah. Total korban penganiayaan pun menjadi enam orang, sebagaimana dikonfirmasi Kapolres Kepulauan Talaud, AKBP Arie Sulistyo Nugroho.

Amarah warga meledak bukan semata karena satu malam sial. Seorang sumber menyebut, ulah mabuk dan bikin keributan ini bukan barang baru. Bahkan sudah seperti rutinitas tahunan—atau bulanan.

“Ini sudah yang ke-12 kali mereka mabuk dan bikin ribut. Tiap ada acara, pasti kacau,” ujar seorang warga dengan nada yang sudah kehabisan sabar.

Tak heran, ratusan warga akhirnya turun ke jalan. Mereka berkumpul di depan Patung Tuhan Yesus Melonguane, menggelar aksi protes spontan. Tuntutannya sederhana tapi penting: rasa aman. Terutama dari aparat yang seharusnya menjaga, bukan menakuti.

Danlanal Melonguane, Letkol Laut (P) Yogie Kuswara, merespons cepat situasi yang makin panas. Pihak Lanal menyatakan siap menanggung biaya pengobatan korban dan bertanggung jawab atas dampak kejadian tersebut. Mediasi kekeluargaan telah dilakukan, tapi proses hukum tetap berjalan.

Letkol Yogie memastikan para pelaku akan diproses dan diadili di Pengadilan Militer. Janji yang kini diawasi publik Talaud dengan mata terbuka lebar.

Kasus Melonguane jadi pengingat pahit: seragam negara bukan jimat kebal hukum, apalagi jika dipakai sambil mabuk. Warga berharap, insiden ke-12 ini benar-benar jadi yang terakhir dan Pengadilan Militer tidak menjadikannya sekadar catatan administratif atau teguran basa-basi.

Karena rasa aman, seperti memancing, seharusnya sederhana. Tidak berakhir di rumah sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Buntut Sidang Tipikor, Kadis SDABMBK Kabupaten Bekasi Dilaporkan ke KPK

14 Juli 2026 - 19:23

Masalah Data Adminduk Bekasi Utara Dibahas, Rizki Topananda Dorong Pemutakhiran

11 Juli 2026 - 15:14

Benteng Keluarga dan Raperda LGBTQ Kota Bekasi ala Chairun Nisa

11 Juli 2026 - 12:09

Kabar Baik: Lulusan BLK Indramayu Siap Gaspol Garap Daihatsu Langsung di Jepang!

2 Juli 2026 - 19:16

LSM SOMASI Puji Sinergi Polres Metro Bekasi Kota di HUT Bhayangkara ke-80

2 Juli 2026 - 17:19

Trending di News