Menu

Mode Gelap
“Teror Sungai Musi 1987: Yang Tenggelam Tidak Pernah Pergi” Pilu, Tabrakan KA Bekasi Timur Renggut 15 Nyawa, Termasuk Seorang Jurnalis Perempuan Daftar Lengkap Korban Bekasi Timur: 84 Luka, 14 Meninggal, Usia 21–63 Tahun dan Tersebar di 11 RS Sopir Taksi Beberkan Detik-detik Setir Ngunci di Rel Bekasi Timur hingga Picu Tabrakan Kereta BP Danantara Pastikan Jasa Raharja Tanggung Biaya Perawatan, KAI Beri Kompensasi Korban Kecelakaan Bekasi Timur Kisah Skandal Sum Kuning: Dari Korban Jadi Tersangka, Saat Hukum Tunduk pada Kuasa

News

Polisi Selidiki Penyiraman Air Keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus di Salemba

badge-check


					Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, disiram air keras di Jalan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis malam (12/3/2026). Korban mengalami luka di tangan, wajah, dan mata. Polisi masih menyelidiki kasus ini untuk mengungkap pelaku dan motif serangan. Perbesar

Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, disiram air keras di Jalan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis malam (12/3/2026). Korban mengalami luka di tangan, wajah, dan mata. Polisi masih menyelidiki kasus ini untuk mengungkap pelaku dan motif serangan.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Malam Kamis, 12 Maret 2026, Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, yang biasanya hanya sibuk dengan lalu lintas motor dan pedagang malam, berubah menjadi lokasi insiden serius. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban dugaan penyiraman air keras. Insiden terjadi sekitar pukul 23.30 WIB, saat Andrie tengah mengendarai sepeda motornya.

Kombes Pol. Budi Hermanto membenarkan informasi awal terkait adanya dua orang yang diduga terlibat, namun kasus ini masih dalam penyelidikan.

“Informasi awal ada dua orang yang patut diduga, tetapi ini masih kami dalami,” ujar Budi, Jumat (13/3/2026).

Akibat serangan itu, Andrie mengalami luka di tangan, badan, dan wajah. Saat ini korban masih dalam perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), sehingga belum bisa memberikan keterangan mendalam kepada penyidik.

“Korban masih dalam pemulihan sehingga belum bisa memberikan keterangan yang banyak kepada pihak kepolisian,” jelas Budi.

Sementara itu, penyidik Polres Metro Jakarta Pusat bersama Polda Metro Jaya terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi juga disisir untuk mengungkap pelaku.

“Kami mengecam insiden penyiraman air keras ini dan akan memburu pelaku. Kami juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi agar segera melapor,” tambah Budi.

Kronologi Singkat

Peristiwa bermula ketika Andrie mengendarai motor di Jalan Salemba I. Tiba-tiba, seseorang tak dikenal menyiramkan cairan berbahaya ke tubuh korban. Reaksi tubuh manusia terhadap zat asam tidak bisa disederhanakan: Andrie terjatuh dari motornya, mengalami luka di tangan kanan-kiri, muka, dada, dan mata kanan.

Meski kondisi korban cukup parah, ia segera dibantu rekannya berinisial RFA (30) dan dibawa ke IGD RSCM untuk perawatan medis. Hingga kini, Andrie masih dalam proses pemulihan.

Polisi menegaskan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap siapa pelaku dan motif di balik serangan ini. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembela hak asasi manusia sering berada di garis depan risiko kekerasan fisik di tengah kota besar.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pilu, Tabrakan KA Bekasi Timur Renggut 15 Nyawa, Termasuk Seorang Jurnalis Perempuan

28 April 2026 - 20:49

Daftar Lengkap Korban Bekasi Timur: 84 Luka, 14 Meninggal, Usia 21–63 Tahun dan Tersebar di 11 RS

28 April 2026 - 18:14

Sopir Taksi Beberkan Detik-detik Setir Ngunci di Rel Bekasi Timur hingga Picu Tabrakan Kereta

28 April 2026 - 17:51

BP Danantara Pastikan Jasa Raharja Tanggung Biaya Perawatan, KAI Beri Kompensasi Korban Kecelakaan Bekasi Timur

28 April 2026 - 17:29

Akhir 22 Tahun “Zona Abu-Abu”: UU PPRT Resmi Disahkan, Pekerja Rumah Tangga Kini Punya Perlindungan Nyata

26 April 2026 - 23:13

Trending di News