PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kalau kamu merasa pengeluaran mudik tahun ini makin “niat”, tenang itu bukan perasaan doang. Negara memang lagi rajin bikin dompet kita lebih reflektif: tiap buka, langsung mikir.
Di Jalan Tol Batang-Semarang, misalnya, tarif resmi naik dan nggak tanggung-tanggung—nyaris 30 persen. Kenaikan ini mulai berlaku sejak 7 Maret 2026 pukul 00.00 WIB, tepat di momen ketika orang-orang mulai menyusun rencana mudik Lebaran. Timing-nya? Ya… bisa dibilang cukup “pas”.
Kebijakan ini dijalankan oleh PT Jasamarga Semarang Batang, berdasarkan keputusan Kementerian Pekerjaan Umum. Jadi, ini bukan typo di mesin e-toll, tapi kebijakan resmi yang sudah diketok palu.
Dari Rp111 ribu ke Rp144 ribu: naiknya nggak kira-kira
Mari kita konkretkan biar nggak terasa abstrak kayak janji kampanye.
Untuk kendaraan golongan I (mobil pribadi), tarif rute Batang/Pasekaran ke Kalikangkung/Semarang yang sebelumnya Rp111.500 sekarang jadi Rp144.500. Selisihnya sekitar Rp33.000 atau kalau pakai bahasa yang lebih jujur: cukup buat beli makan satu keluarga di rest area, sekarang lenyap jadi biaya jalan.
Golongan II dan III (truk kecil dan bus) juga ikut merasakan “kehangatan” kebijakan ini. Tarif naik dari Rp167.500 menjadi Rp216.500. Sementara kendaraan besar golongan IV dan V melonjak dari Rp223.000 ke Rp289.000. Persentasenya? Konsisten di kisaran 29 persen. Rapi. Seragam. Kayak barisan upacara.
Bukan karena inflasi, tapi “penyesuaian”
Menariknya, kenaikan ini bukan karena penyesuaian inflasi tahunan yang biasanya jadi alasan klasik. Pihak pengelola menyebut ini sebagai penyesuaian non-reguler, hasil dari kajian investasi dan evaluasi bisnis jalan tol.
Kalau diterjemahkan ke bahasa sehari-hari: ada hitung-hitungan baru, dan hasilnya bilang tarif lama sudah kurang “relevan”.
Mudik: antara rindu kampung dan realita saldo
Buat para pemudik, ini jadi dilema klasik. Di satu sisi, ada dorongan pulang kampung ketemu keluarga, makan opor, nostalgia masa kecil. Di sisi lain, ada saldo e-money yang mendadak terasa rapuh.
Dan kalau ditarik lebih luas, ini jadi bagian dari tren yang agak bikin senyum kecut: pajak kendaraan naik, tarif tol naik, sementara insentif pejabat juga ikut naik. Lengkap sudah paketnya.
Akhirnya, mudik tahun ini bukan cuma soal perjalanan pulang. Tapi juga soal seberapa kuat kita berdamai dengan kenyataan bahwa setiap kilometer yang dilalui… sekarang harganya naik kelas.







