Menu

Mode Gelap
Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo Polda Papua Selatan dan Papua Pegunungan Dinilai Mendesak, Sandri Rumanama: Rakyat Butuh Kepastian Keamanan Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa Ojol Rayakan Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen, APOB: Perjuangan Belum Selesai PLN Gelar Workshop Litigasi, Chorinus Eric Nerokou Soroti Ancaman Pidana Korporasi Sidang Kasus ITE di PN Palu, Tiga Saksi Sebut Tuduhan Pemalsuan AJB Saham terhadap Hong Kah Ing Tidak Terbukti

News

Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo

badge-check


					Hari Purwanto menilai dugaan kasus yang menyeret Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi sarat kepentingan politik dan berpotensi memengaruhi citra Presiden Prabowo.(istimewa) Perbesar

Hari Purwanto menilai dugaan kasus yang menyeret Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi sarat kepentingan politik dan berpotensi memengaruhi citra Presiden Prabowo.(istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, menyoroti langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan kasus yang menyeret Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama. Ia menilai proses tersebut sarat kepentingan politik dan berpotensi memengaruhi citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Hari, KPK sebagai lembaga adhoc dinilai mencampuradukkan persoalan hukum dengan isu politik. Ia menduga kasus yang menyeret Dirjen Bea Cukai digunakan untuk mengalihkan perhatian publik dari dugaan persoalan lain yang disebut melibatkan sejumlah tokoh nasional.

“KPK RI sebagai lembaga adhoc ternyata telah membangun modus dengan mencampuradukkan persoalan politik dengan persoalan hukum,” kata Hari dalam keterangannya, Sabtu (09/05).

Ia juga menyinggung kembali munculnya isu penculikan aktivis 1998 yang belakangan ramai diperbincangkan. Menurutnya, pengungkitan kembali isu lama tersebut berpotensi membuka luka lama di tengah situasi nasional yang membutuhkan persatuan.

“Persatuan dibutuhkan saat negara sedang mencari tambahan lewat pemasukan bea cukai,” ujarnya.

Hari menilai kepemimpinan Djaka Budhi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai seharusnya diukur dari kontribusinya terhadap penerimaan negara dan dukungan terhadap perekonomian nasional.

“Tujuan Djaka Budhi memimpin Bea Cukai adalah keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari capaian angka, tetapi juga dari kontribusi dalam menjaga stabilitas penerimaan negara dan mendukung perekonomian nasional,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat mendukung upaya pemberantasan mafia di pelabuhan dan memperkuat sektor penerimaan negara melalui bea cukai.

“Saatnya rakyat bersatu mendukung Dirjen Bea Cukai melawan mafia-mafia di pelabuhan, maka saatnya revolusi dimulai dari pelabuhan,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak KPK terkait pernyataan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa

9 Mei 2026 - 19:56

Ojol Rayakan Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen, APOB: Perjuangan Belum Selesai

9 Mei 2026 - 16:46

PLN Gelar Workshop Litigasi, Chorinus Eric Nerokou Soroti Ancaman Pidana Korporasi

8 Mei 2026 - 22:50

Sidang Kasus ITE di PN Palu, Tiga Saksi Sebut Tuduhan Pemalsuan AJB Saham terhadap Hong Kah Ing Tidak Terbukti

8 Mei 2026 - 17:45

Terjerat Kasus Penggelapan, Perpanjangan KITAS Bos WNA di Bekasi Dipertanyakan

8 Mei 2026 - 14:27

Trending di News