Menu

Breaking News

News

Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo

badge-check

Hari Purwanto menilai dugaan kasus yang menyeret Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi sarat kepentingan politik dan berpotensi memengaruhi citra Presiden Prabowo.(istimewa) Perbesar

Hari Purwanto menilai dugaan kasus yang menyeret Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi sarat kepentingan politik dan berpotensi memengaruhi citra Presiden Prabowo.(istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, menyoroti langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan kasus yang menyeret Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama. Ia menilai proses tersebut sarat kepentingan politik dan berpotensi memengaruhi citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Hari, KPK sebagai lembaga adhoc dinilai mencampuradukkan persoalan hukum dengan isu politik. Ia menduga kasus yang menyeret Dirjen Bea Cukai digunakan untuk mengalihkan perhatian publik dari dugaan persoalan lain yang disebut melibatkan sejumlah tokoh nasional.

“KPK RI sebagai lembaga adhoc ternyata telah membangun modus dengan mencampuradukkan persoalan politik dengan persoalan hukum,” kata Hari dalam keterangannya, Sabtu (09/05).

Ia juga menyinggung kembali munculnya isu penculikan aktivis 1998 yang belakangan ramai diperbincangkan. Menurutnya, pengungkitan kembali isu lama tersebut berpotensi membuka luka lama di tengah situasi nasional yang membutuhkan persatuan.

“Persatuan dibutuhkan saat negara sedang mencari tambahan lewat pemasukan bea cukai,” ujarnya.

Hari menilai kepemimpinan Djaka Budhi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai seharusnya diukur dari kontribusinya terhadap penerimaan negara dan dukungan terhadap perekonomian nasional.

“Tujuan Djaka Budhi memimpin Bea Cukai adalah keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari capaian angka, tetapi juga dari kontribusi dalam menjaga stabilitas penerimaan negara dan mendukung perekonomian nasional,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat mendukung upaya pemberantasan mafia di pelabuhan dan memperkuat sektor penerimaan negara melalui bea cukai.

“Saatnya rakyat bersatu mendukung Dirjen Bea Cukai melawan mafia-mafia di pelabuhan, maka saatnya revolusi dimulai dari pelabuhan,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak KPK terkait pernyataan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Perjuangan Machi Achmad Dampingi Ruben Onsu Berbuah Hasil, Kasus Resmi Dihentikan

23 Sep 2026 - 23:27 WIB

Perjuangan Machi Achmad Dampingi Ruben Onsu Berbuah Hasil, Kasus Resmi Dihentikan

Kapolres Jakut Ajak Wartawan dan Pegiat Media Sosial Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

23 Sep 2026 - 21:51 WIB

Kapolres Jakut Ajak Wartawan dan Pegiat Media Sosial Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Keren! Pelajar SD asal Cikarang Unjuk Gigi di Festival Anak Indonesia 2026

23 Sep 2026 - 19:44 WIB

Keren! Pelajar SD asal Cikarang Unjuk Gigi di Festival Anak Indonesia 2026

Nofel Saleh Hilabi Buka Suara soal Pernikahan Amanda Rigby dan Andre Taulany, Ungkap Pernah Tunangan

23 Sep 2026 - 18:53 WIB

Nofel Saleh Hilabi Buka Suara soal Pernikahan Amanda Rigby dan Andre Taulany, Ungkap Pernah Tunangan

Serikat Pekerja Pertamina Soroti Wacana Streamlining PDSI-Elnusa, Minta Kendali Negara Tetap 100 Persen

23 Sep 2026 - 13:54 WIB

Serikat Pekerja Pertamina Soroti Wacana Streamlining PDSI-Elnusa, Minta Kendali Negara Tetap 100 Persen
Trending di News