PRABAINSIGHT.COM – PALEMBANG – Ocean Nusantara Grup (ONG) terus memperluas bisnisnya di sektor kepelabuhanan Sumatera Selatan. Terbaru, perusahaan ini membentuk dua anak usaha baru untuk mendukung pengembangan kawasan Tanjung Carat sebagai pusat logistik dan perdagangan internasional.
Langkah ini dilakukan setelah ONG resmi beroperasi sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) melalui PT Ocean Nusantara Bahari.
Dua anak usaha yang dibentuk yakni PT Tanjung Carat Bahari dan PT Tanjung Carat Logistik. PT Tanjung Carat Bahari akan fokus pada layanan keagenan kapal, sementara PT Tanjung Carat Logistik bergerak di sektor peti kemas dan logistik.
PT Tanjung Carat Bahari akan menangani berbagai kebutuhan kapal, mulai dari pelaporan kedatangan dan keberangkatan kapal ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut hingga pengurusan dokumen kapal ke syahbandar dan otoritas pelabuhan. Selain itu, perusahaan ini juga melayani jasa kepelabuhanan, penunjukan perusahaan bongkar muat, serta pengurusan dokumen kapal yang telah habis masa berlakunya.
Tak hanya itu, layanan lain yang disiapkan meliputi pemungutan uang tambang (freight), pencarian muatan (canvassing), penerbitan konosemen (bill of lading), penyelesaian tagihan kapal, hingga pemenuhan kebutuhan operasional seperti bahan bakar, air tawar, dan logistik kapal.
Sementara itu, PT Tanjung Carat Logistik akan berperan dalam pengelolaan bongkar muat, pergerakan barang, pergudangan, hingga depo kontainer. Perusahaan ini juga menyediakan layanan logistik terintegrasi seperti pemesanan ruang muat kapal, penyewaan kontainer (NVOCC), serta pengaturan pengiriman multimoda.
Selain itu, layanan pengemasan, pelabelan, konsolidasi muatan, hingga penyimpanan sementara juga menjadi bagian dari operasional perusahaan. Sistem pelacakan kargo secara real-time turut disiapkan untuk memberikan kemudahan bagi pengguna jasa.
CEO Ocean Nusantara Grup, Charma Afrianto, mengatakan pembentukan dua anak usaha ini merupakan langkah konkret untuk mendukung pengembangan kawasan Tanjung Carat.
“Proyek Tanjung Carat ini sudah lebih dari lima dekade dicita-citakan, dan baru di masa kepemimpinan Gubernur Herman Deru ini realisasi pembangunan kawasan tersebut mendapat progres,” ujar Charma.
Ia menambahkan, kehadiran dua perusahaan ini diharapkan mampu menarik investor dari berbagai sektor untuk mengembangkan Tanjung Carat sebagai pelabuhan modern berbasis digital dan ramah lingkungan (green port).
Sebagai bagian dari proses korporasi, kedua perusahaan tersebut telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dihadiri sejumlah pemegang saham, di antaranya Charma Afrianto, Gerry Iskandar, Muhamad Arsy, Zainal Burlian, Sukma Hidayat, Andini Agustina, Eka Syahrudin, M Iqbal Marsyal, dan Rangga Edi Oktano.
Adapun susunan direksi PT Tanjung Carat Bahari menempatkan Charma Afrianto sebagai Direktur, Gerry Iskandar sebagai Direktur Operasional, dan Muhamad Arsy sebagai Komisaris Utama.
Sementara itu, PT Tanjung Carat Logistik dipimpin oleh M Haikal Al-Haffafah sebagai Direktur Utama, didampingi Sukma Hidayat sebagai Direktur Logistik dan Andini Agustina sebagai Komisaris.











