Menu

Mode Gelap
Pilu, Tabrakan KA Bekasi Timur Renggut 15 Nyawa, Termasuk Seorang Jurnalis Perempuan Daftar Lengkap Korban Bekasi Timur: 84 Luka, 14 Meninggal, Usia 21–63 Tahun dan Tersebar di 11 RS Sopir Taksi Beberkan Detik-detik Setir Ngunci di Rel Bekasi Timur hingga Picu Tabrakan Kereta BP Danantara Pastikan Jasa Raharja Tanggung Biaya Perawatan, KAI Beri Kompensasi Korban Kecelakaan Bekasi Timur Kisah Skandal Sum Kuning: Dari Korban Jadi Tersangka, Saat Hukum Tunduk pada Kuasa Daycare yang Harusnya Aman, Justru Jadi Mimpi Buruk: Dugaan Kekerasan di Little Aresha Yogya Bikin Orang Tua Datangi Polisi

News

Sopir Taksi Beberkan Detik-detik Setir Ngunci di Rel Bekasi Timur hingga Picu Tabrakan Kereta

badge-check


					Taksi mogok di rel diduga jadi pemicu kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur yang menewaskan 14 orang, sopir kini diperiksa polisi. Perbesar

Taksi mogok di rel diduga jadi pemicu kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur yang menewaskan 14 orang, sopir kini diperiksa polisi.

PRABAINSIGHT.COM – BEKASI – Kadang tragedi besar bermula dari hal yang kelihatannya sepele sebuah mobil yang mendadak berhenti di tempat yang salah. Di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, satu taksi hijau yang mogok di atas rel diduga menjadi titik awal kecelakaan maut antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.

Ceritanya begini. Taksi itu berhenti tepat di jalur rel. KRL yang melintas jadi tertahan. Di saat yang kurang tepat atau mungkin memang sudah telanjur tak bisa dihindari KA Argo Bromo Anggrek datang dari belakang dan tabrakan pun tak terelakkan.

Di media sosial, potongan video sopir taksi langsung viral. Ada yang memperlihatkan dia berdiri di luar mobil, ada juga foto saat dia jongkok sambil menelepon, rokok masih di tangan. Wajahnya? Syok. Wajar.

Warga yang ada di lokasi sempat mencoba menenangkan situasi. Sopir itu bahkan sempat digiring menjauh dari titik kejadian. Tapi, seperti orang yang belum sepenuhnya sadar apa yang baru saja terjadi, dia kembali mendekati mobilnya.

Dalam salah satu rekaman, sang sopir mencoba menjelaskan.
“Ada steering. Nah ini ngunci langsung, jadi kita mau jalanin gak bisa. Karena tadi pas posisi udah kelewat langsung mati sendiri,” katanya.

Di sisi lain, manajemen Green SM Indonesia buka suara. Mereka mengakui armada mereka memang sempat berhenti di rel sebelum kecelakaan terjadi.

Pihak perusahaan juga menyatakan sudah memberikan informasi kepada pihak berwenang sebagai bagian dari proses investigasi.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan,” tulis manajemen, Selasa (28/4/2026) dini hari.

Sementara itu, dampak kecelakaan ini tidak main-main. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengungkapkan jumlah korban meninggal mencapai 14 orang hingga pukul 08.45 WIB.

“Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut,” kata Bobby.

Selain korban jiwa, 84 orang lainnya mengalami luka-luka dan telah dirawat di berbagai rumah sakit di Bekasi dan sekitarnya. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati, mengingat kondisi korban yang beragam.

KAI memastikan seluruh korban mendapat penanganan maksimal. Biaya pengobatan korban luka hingga pemakaman korban meninggal ditanggung penuh oleh asuransi dan KAI.

Barang-barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi juga sudah diamankan dan kini berada di layanan lost and found. Bagi keluarga yang mencari informasi, KAI membuka posko darurat di stasiun serta layanan Contact Center 121.

Di sisi penegakan hukum, polisi sudah mengamankan sopir taksi tersebut. Kepala Seksi Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, menyebut sopir kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Metro Bekasi Kota.

“Pengemudi sudah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh Kasat Lantas,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pilu, Tabrakan KA Bekasi Timur Renggut 15 Nyawa, Termasuk Seorang Jurnalis Perempuan

28 April 2026 - 20:49

Daftar Lengkap Korban Bekasi Timur: 84 Luka, 14 Meninggal, Usia 21–63 Tahun dan Tersebar di 11 RS

28 April 2026 - 18:14

BP Danantara Pastikan Jasa Raharja Tanggung Biaya Perawatan, KAI Beri Kompensasi Korban Kecelakaan Bekasi Timur

28 April 2026 - 17:29

Akhir 22 Tahun “Zona Abu-Abu”: UU PPRT Resmi Disahkan, Pekerja Rumah Tangga Kini Punya Perlindungan Nyata

26 April 2026 - 23:13

Kemenpan RB Tegur Keras DLH Bekasi, Putusan PTUN Kok Dicuekin?

26 April 2026 - 22:50

Trending di News