PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Jadi polisi di Indonesia itu kadang mirip karakter film laga: harus siap kejar-kejaran sama begal, menghadapi pelaku kriminal bersenjata, sampai dilempari bom molotov. Bedanya, di film action biasanya perlengkapan tokohnya canggih. Di dunia nyata, belum tentu.
Karena itu, Ketua Koordinator Nasional (Kornas) Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, mendukung langkah Kapolri yang ingin memperkuat perlengkapan keselamatan anggota kepolisian di lapangan.
Menurut Sandri, aparat di lapangan sering menghadapi situasi berbahaya, sementara standar perlengkapan yang digunakan belum sepenuhnya mampu memberikan perlindungan maksimal.
“Kami mendukung penuh langkah Kapolri, agar personel di lapangan dilengkapi dengan berbagai alat peraga dan siaga yang safety,” kata Sandri dalam keterangannya.
Pernyataan itu muncul bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, ada cukup banyak kasus anggota polisi menjadi korban saat menjalankan tugas. Ada yang ditembak ketika menangani kasus curanmor, ada yang diserang pelaku perjudian, sampai dilempari bom molotov.
“Banyak kasus yang kemudian polisi menjadi korban karena standar alat peraga dan seragam yang belum bisa menjamin keselamatan anggota Polri di lapangan,” ujarnya.
Kalau dipikir-pikir, ada paradoks yang sering luput dibahas publik. Polisi dituntut tampil sigap dan berani menghadapi risiko tinggi, tetapi perhatian terhadap perlindungan aparatnya sendiri kadang baru ramai dibahas setelah ada insiden.
Polisi Bukan Karakter Game yang Punya Nyawa Cadangan
Sandri menyebut langkah Kapolri memperhatikan keselamatan anggota merupakan hal yang wajar. Sebab, dalam situasi tertentu, aparat kepolisian memang berhadapan langsung dengan ancaman nyata di lapangan.
“Kan banyak kasus polisi ditembak curanmor, ditembak bos judi, dilempari bom molotov, jadi wajar Kapolri sebagai pemimpin memikirkan nasib dan keselamatan anggotanya di lapangan dan memang ini harus kita dukung,” tegasnya.
Di media sosial, polisi memang sering dilihat sebagai simbol negara yang serba siap. Tapi di balik seragam itu, mereka tetap manusia biasa yang bisa terluka dan kehilangan nyawa saat bertugas.
Karena itu Sandri berharap penyusunan Minimal Essential Police Equipment (MEPE) atau standar minimal perlengkapan kepolisian tidak berhenti jadi dokumen formal semata.
Ia meminta agar standar tersebut benar-benar menghasilkan perlengkapan yang lebih aman dan modern untuk anggota di lapangan.
“Saya berharap dalam penyusunan Minimal Essential Police Equipment (MEPE), alat peraga dan seragam anggota di lapangan bisa di-upgrade sehingga setidaknya bisa membantu dan menjaga keselamatan anggota di lapangan selama bertugas,” katanya.







