Menu

Mode Gelap
Swarm Lepas “Amayadori”, Lagu Tentang Berdamai dengan Hidup Setelah Dihantam Badai Kesalahan Polemik Konten LGBTIQ SUMA UI Memanas, Universitas Indonesia Tegaskan Itu Bukan Sikap Resmi Kampus Kenalan dari Dating App Berujung Apes, HP dan iPad Milik Wanita 19 Tahun Digondol Pria 37 Tahun Rumah Indofood di Jakarta Fair 2026 Bukan Sekadar Tempat Belanja, Ada Duel Masak Aldi Taher hingga Mabar E-sports Ketum DPP GMNI Muhamad Risyad: Mahasiswa Harus Kritis, Jangan Terjebak Provokasi Komisaris PT YAT Jadi Tersangka, Kejagung Ungkap Dugaan Markup Motor Listrik MBG Rp1 Triliun

News

Sandri Rumanama Minta Standar MEPE Utamakan Keselamatan Polisi di Lapangan

badge-check


					Sandri Rumanama mendukung langkah Kapolri memperkuat perlengkapan keselamatan polisi melalui standar MEPE agar anggota lebih aman saat bertugas di lapangan. Perbesar

Sandri Rumanama mendukung langkah Kapolri memperkuat perlengkapan keselamatan polisi melalui standar MEPE agar anggota lebih aman saat bertugas di lapangan.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Jadi polisi di Indonesia itu kadang mirip karakter film laga: harus siap kejar-kejaran sama begal, menghadapi pelaku kriminal bersenjata, sampai dilempari bom molotov. Bedanya, di film action biasanya perlengkapan tokohnya canggih. Di dunia nyata, belum tentu.

Karena itu, Ketua Koordinator Nasional (Kornas) Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, mendukung langkah Kapolri yang ingin memperkuat perlengkapan keselamatan anggota kepolisian di lapangan.

Menurut Sandri, aparat di lapangan sering menghadapi situasi berbahaya, sementara standar perlengkapan yang digunakan belum sepenuhnya mampu memberikan perlindungan maksimal.

“Kami mendukung penuh langkah Kapolri, agar personel di lapangan dilengkapi dengan berbagai alat peraga dan siaga yang safety,” kata Sandri dalam keterangannya.

Pernyataan itu muncul bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, ada cukup banyak kasus anggota polisi menjadi korban saat menjalankan tugas. Ada yang ditembak ketika menangani kasus curanmor, ada yang diserang pelaku perjudian, sampai dilempari bom molotov.

“Banyak kasus yang kemudian polisi menjadi korban karena standar alat peraga dan seragam yang belum bisa menjamin keselamatan anggota Polri di lapangan,” ujarnya.

Kalau dipikir-pikir, ada paradoks yang sering luput dibahas publik. Polisi dituntut tampil sigap dan berani menghadapi risiko tinggi, tetapi perhatian terhadap perlindungan aparatnya sendiri kadang baru ramai dibahas setelah ada insiden.

Polisi Bukan Karakter Game yang Punya Nyawa Cadangan

Sandri menyebut langkah Kapolri memperhatikan keselamatan anggota merupakan hal yang wajar. Sebab, dalam situasi tertentu, aparat kepolisian memang berhadapan langsung dengan ancaman nyata di lapangan.

“Kan banyak kasus polisi ditembak curanmor, ditembak bos judi, dilempari bom molotov, jadi wajar Kapolri sebagai pemimpin memikirkan nasib dan keselamatan anggotanya di lapangan dan memang ini harus kita dukung,” tegasnya.

Di media sosial, polisi memang sering dilihat sebagai simbol negara yang serba siap. Tapi di balik seragam itu, mereka tetap manusia biasa yang bisa terluka dan kehilangan nyawa saat bertugas.

Karena itu Sandri berharap penyusunan Minimal Essential Police Equipment (MEPE) atau standar minimal perlengkapan kepolisian tidak berhenti jadi dokumen formal semata.

Ia meminta agar standar tersebut benar-benar menghasilkan perlengkapan yang lebih aman dan modern untuk anggota di lapangan.

“Saya berharap dalam penyusunan Minimal Essential Police Equipment (MEPE), alat peraga dan seragam anggota di lapangan bisa di-upgrade sehingga setidaknya bisa membantu dan menjaga keselamatan anggota di lapangan selama bertugas,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polemik Konten LGBTIQ SUMA UI Memanas, Universitas Indonesia Tegaskan Itu Bukan Sikap Resmi Kampus

14 Juni 2026 - 19:24

Kenalan dari Dating App Berujung Apes, HP dan iPad Milik Wanita 19 Tahun Digondol Pria 37 Tahun

14 Juni 2026 - 19:08

Rumah Indofood di Jakarta Fair 2026 Bukan Sekadar Tempat Belanja, Ada Duel Masak Aldi Taher hingga Mabar E-sports

13 Juni 2026 - 21:36

Ketum DPP GMNI Muhamad Risyad: Mahasiswa Harus Kritis, Jangan Terjebak Provokasi

13 Juni 2026 - 20:50

Komisaris PT YAT Jadi Tersangka, Kejagung Ungkap Dugaan Markup Motor Listrik MBG Rp1 Triliun

13 Juni 2026 - 20:08

Trending di Nasional