PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kalau biasanya orang datang ke ICE BSD buat konser, pameran gadget, atau sekadar ikut event kuliner, Juni 2026 nanti suasananya bakal sedikit berbeda. Yang datang bukan cuma pengunjung bawa totebag dan brosur, tapi juga buyer internasional, pengusaha tekstil, pebisnis alas kaki, sampai rombongan industri dari China, Taiwan, dan negara-negara ASEAN.
Pada 18–20 Juni 2026, tiga pameran internasional bakal digelar sekaligus di kawasan Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Nama acaranya lumayan panjang dan serius: Indonesia Import & Export Branding Showcase 2026, Indonesia Int’l Textile & Clothing Industry Fair (ITC), dan Indonesia Int’l Footwear Machinery & Material Industry Fair (IFM).
Kalau diterjemahkan secara sederhana: ini tempat orang-orang industri bertemu, cari pasar baru, cari mesin baru, cari partner baru, atau minimal cari peluang supaya bisnisnya nggak jalan di tempat.
Menariknya, penyelenggara tampaknya sadar bahwa pameran industri sering dianggap terlalu “berat” buat masyarakat umum. Maka mereka mencoba bikin acara ini sedikit lebih ramah. Gratis masuk, misalnya. Bahkan ada undian hadiah terbang ke Guangzhou, China, lengkap dengan penginapan.
Direktur PT Solindo Duta Praga, Khaerany Jamila, mengatakan siapa saja boleh datang tanpa perlu bayar tiket.
“Acara ini gratis dan tidak dipungut biaya jadi masyarakat bisa hadir langsung menyaksikan serta nanti pengunjung akan diundi pemenangnya akan terbang gratis ke Guangzhou China bulan Oktober tahun ini dan free penginapan,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Buat yang belum terlalu akrab dengan dunia pameran industri, Guangzhou itu bukan kota sembarangan. Di sana ada Canton Fair, salah satu pameran dagang terbesar di dunia. Tempat di mana orang datang bukan buat cari diskon skincare atau flash sale, tapi cari mesin pabrik, supplier global, sampai kontrak miliaran rupiah.
Karena itu, acara di ICE BSD ini sebenarnya bukan sekadar pameran biasa. Ada ambisi lebih besar di belakangnya: menjadikan Indonesia sebagai titik temu perdagangan regional.
Makanya, sektor yang dibawa juga nggak main-main. Mulai dari wellness, makanan dan minuman, fashion, tekstil, alas kaki, sampai bahan bangunan. Semuanya dikumpulkan dalam satu arena besar yang targetnya mempertemukan produsen dengan buyer internasional.
Nanti juga ada business matching—bahasa formal untuk kegiatan “orang jualan ketemu orang yang punya duit dan pasar”.
Managing Director ES International Event Management Sdn Bhd sekaligus Managing Director PT Indonesia Mass Event Management, Dato Chong Chong Tik, bahkan menyebut antusiasme peserta dari China cukup besar.
“120 kapal, hampir 300 kapal dari seluruh dunia, terutama dari China. Di China ada banyak kawasan seperti Zhejiang, Fujian atau Shandong. Bahkan di Shanghai, mereka akan datang untuk berpartisipasi di acara kami. Juga di Hong Kong, China, Taiwan. Mereka akan membeli produk terbaru,” katanya.
Kalimat “mereka akan membeli produk terbaru” itu penting. Artinya, Indonesia tidak lagi hanya diposisikan sebagai pasar penonton, tetapi mulai dilihat sebagai tempat transaksi dan ekspansi bisnis kawasan.
Dato Chong Chong Tik juga menyebut jaringan promosi acara ini terkoneksi dengan Canton Fair yang diselenggarakan pemerintah China.
“Komunitas terbesar di dunia, di China, Guangzhou, kita bernama Canton Fair. Canton Fair ini diaturkan oleh pemerintah China. Jadi, penyebaran kami kali ini di Jakarta, juga bagian dari Canton Fair, penyebaran mereka akan datang ke sini,” ujarnya.
Selain urusan dagang dan branding, ITC dan IFM 2026 juga akan memamerkan teknologi industri terbaru. Mulai dari mesin tekstil otomatis, teknologi bordir, mesin alas kaki, sampai sistem smart manufacturing yang biasanya cuma bisa dilihat di video-video pabrik modern luar negeri.
Singkatnya, selama tiga hari nanti ICE BSD tampaknya bakal berubah jadi tempat berkumpulnya orang-orang yang sedang sibuk membicarakan masa depan industri Asia.











