Menu

Mode Gelap
Modus Janji Kredit Miliaran, Dwi Febrie Endaryanto Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Status Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka, Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink: Privilege atau SOP? DPC PKB Kota Bekasi Patok Target 7 Kursi di Pemilu 2029 di Harlah ke-28 Pidato Prabowo Lagi-Lagi Bikin Ramai: Kali Ini Jurnalis, LSM, dan Pengamat Disebut “Londo Ireng” Video Alphard Terobos Lampu Merah Viral, Pramono Minta Satpam Tak Dipecat dan Polisi Bertindak Tegas Heboh Suzuki Thunder Dilarang Isi BBM, Pertamina Akhirnya Buka Suara

Politik

Dasco Bilang “Jangan Teriak Hidup Jokowi”, Sandri Rumanama: Itu Candaan Forum, Bukan Kode Perang Politik

badge-check

Sandri Rumanama meminta publik tak memelintir candaan Sufmi Dasco soal “Hidup Jokowi”. Ia menilai ucapan itu sekadar etika forum, bukan sinyal konflik politik. Perbesar

Sandri Rumanama meminta publik tak memelintir candaan Sufmi Dasco soal “Hidup Jokowi”. Ia menilai ucapan itu sekadar etika forum, bukan sinyal konflik politik.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kadang, di negeri ini, candaan lima detik bisa berubah jadi bahan debat tiga hari. Apalagi kalau yang ngomong elite politik. Sedikit senyum, sedikit celetukan, langsung dibedah seperti naskah konspirasi nasional.

Begitulah yang terjadi setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melontarkan kalimat, “jangan teriak hidup Jokowi”, dalam sebuah forum resmi yang dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani. Potongan video itu telanjur beredar di media sosial dan sukses bikin publik sibuk menafsirkan arah angin politik nasional.

Ada yang menganggap itu sindiran, ada yang membaca sebagai kode hubungan panas antarelite, bahkan ada pula yang menyeretnya ke narasi tarik-menarik kepentingan antara kubu Joko Widodo, Prabowo Subianto, dan lingkaran Megawati Soekarnoputri.

Tapi bagi Sandri Rumanama, semua tafsir itu terlalu jauh. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia sekaligus Ketua Kornas Pemuda Timur itu menilai publik kelewat serius menanggapi candaan politik yang sebenarnya ringan-ringan saja.

“Video asal jangan teriak hidup Jokowi adalah candaan Pak Sufmi Dasco Ahmad ke Mbak Puan yang bermakna bahwa presiden saat ini Pak Prabowo, jadi lucu jika asal teriak hidup Jokowi,” kata Sandri dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).

Kalau dipikir-pikir, memang ada benarnya juga. Di forum resmi kenegaraan, teriakan spontan “Hidup Jokowi” saat presiden aktifnya Prabowo memang berpotensi bikin ruangan mendadak kikuk. Mirip datang ke resepsi pengantin tapi malah nyebut nama mantan.

Menurut Sandri, suasana forum waktu itu juga jelas tidak menunjukkan adanya ketegangan politik. Justru sebaliknya, ucapan Dasco disambut tepuk tangan peserta sidang. Artinya, mayoritas yang hadir menangkap celetukan itu sebagai guyonan etis untuk menjaga suasana forum tetap cair.

“Bayangkan saja jika ada teriakan hidup Jokowi di ruangan itu pasti menimbulkan multitafsir politik. Suara candaan ini beriringan dengan tepuk tangan tamu dan peserta sidang, artinya secara etis wajar bertepuk tangan jangan sampai berteriak hidup Jokowi,” ujarnya.

Sandri pun meminta publik berhenti menggoreng potongan video tersebut menjadi drama politik nasional. Sebab, menurutnya, terlalu banyak tafsir justru bikin hubungan antar elite terlihat lebih tegang daripada kenyataannya.

“Jangan dipelintir dong, apalagi membenturkan kepentingan politik Prabowo-Jokowi ataupun Ibu Mega,” katanya.

Dalam pandangan Sandri, komunikasi politik tak melulu soal pidato serius dan gestur formal. Kadang justru candaan kecil antarelite dipakai untuk mencairkan suasana sekaligus menjaga hubungan politik tetap adem.

“Dalam teori komunikasi politik, hal-hal seperti ini bukan persoalan. Justru ini menjadi perekat antara kelompok kepentingan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Status Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka, Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink: Privilege atau SOP?

25 Juli 2026 - 11:39

Setelah Bertahun-tahun Menunggu, Perpres Ojol Akhirnya Masuk Tahap Final

23 Juli 2026 - 11:46

Maaf Sudah, Laporan Jalan Terus: MIO Indonesia Ikut Polisikan Hotman Paris Usai Ucapan ke Wartawan

21 Juli 2026 - 19:41

Yerikho Manurung Dorong Penguatan Tata Kelola Maritim demi Keselamatan Pelayaran

21 Juli 2026 - 03:46

KBM UNPAM Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Eks Jampidsus, Tegaskan Tak Ada yang Kebal Hukum

19 Juli 2026 - 16:37

Trending di News