Menu

Breaking News

News

Api Berkobar, Anggaran Ikut Membara: Raja Juli Siapkan Rp1,54 T untuk Sewa 12 Pesawat

badge-check

    Karhutla sudah terjadi, Kemenhut menyiapkan 12 pesawat pada 2027. Raja Juli Antoni menyebut kebutuhan operasional armada mencapai Rp1,54 triliun per tahun.(Istimewa) Perbesar

Karhutla sudah terjadi, Kemenhut menyiapkan 12 pesawat pada 2027. Raja Juli Antoni menyebut kebutuhan operasional armada mencapai Rp1,54 triliun per tahun.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan lagi sekadar ancaman di atas kertas. Ketika api sudah membakar kawasan hutan dan lahan, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan penguatan dari udara.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan Kemenhut berencana menyewa 12 pesawat pada 2027. Armada tersebut terdiri dari enam helikopter dan enam pesawat water bomber untuk memperkuat patroli, pemantauan hingga penanganan karhutla.

Dengan kata lain, ketika urusan api sudah naik kelas, pemerintah juga ingin menambah pasukan dari langit.

Rencana penyewaan armada udara itu disampaikan Raja Juli saat mengajukan penambahan pagu anggaran Kemenhut 2027 hingga Rp4,68 triliun dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI pada Selasa (1/9/2026) malam.

“Penguatan dukungan operasional tersebut antara lain dilakukan dengan menyewa enam unit helikopter dan enam unit pesawat water bomber yang akan digunakan secara terintegrasi untuk mendukung kegiatan patroli, pemantauan kondisi kawasan hutan, deteksi dini, penanganan dan penindaklanjutan secara cepat dan efektif,” ujar Raja Juli.

Armada tersebut nantinya tidak ditempatkan secara sembarangan. Kemenhut akan mengarahkannya ke wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi.

Langkah ini menjadi penting karena penanganan kebakaran membutuhkan respons cepat. Api yang terlambat ditangani dapat meluas dan membuat proses pemadaman semakin sulit.

Bukan Beli Pesawat, tapi Sewa

Menariknya, Kemenhut tidak memilih membeli 12 pesawat tersebut. Pemerintah mempertimbangkan mekanisme sewa karena dinilai lebih fleksibel dan tidak membutuhkan modal awal sebesar pengadaan pesawat secara langsung.

Raja Juli menjelaskan skema sewa juga membuat pemerintah tidak perlu menanggung beban pemeliharaan sekaligus risiko teknis armada.

“Karena membutuhkan belanja modal awal yang lebih rendah, tidak membebani pemerintah dengan biaya pemeliharaan dan risiko teknis pesawat, serta memberikan fleksibilitas dalam menyusun jumlah jenis armada sesuai tingkat kerawanan karhutla setiap tahunnya,” tuturnya.

Dengan skema tersebut, jumlah dan jenis armada dapat disesuaikan dengan kondisi karhutla setiap tahunnya.

Sebab, kebakaran hutan tidak mengenal istilah menunggu pemerintah selesai menyusun strategi. Ketika api muncul, respons memang dituntut cepat.

Rp1,54 Triliun untuk 12 Pesawat

Untuk kebutuhan operasional, Kemenhut membuat perhitungan berdasarkan periode normal dan periode rawan karhutla.

Raja Juli menyebut terdapat asumsi delapan bulan periode normal dan empat bulan periode rawan karhutla. Dari perhitungan itu, setiap pesawat diperkirakan membutuhkan waktu operasional 856 jam per tahun.

Jika seluruh armada berjumlah 12 unit, kebutuhan biaya operasionalnya diperkirakan mencapai Rp1,54 triliun per tahun.

“Dengan komposisi tersebut, kebutuhan operasional unit 12 pesawat udara diperkirakan sekitar Rp1,54 triliun per tahun,” tutupnya.

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenhut memperkuat sistem pengamanan kawasan hutan, terutama di daerah yang memiliki risiko karhutla tinggi.

Setidaknya, pemerintah kini tidak hanya berharap api cepat padam dari darat. Enam helikopter dan enam water bomber direncanakan ikut mengambil peran dari udara.

Namun, dengan anggaran operasional Rp1,54 triliun, publik tentu berharap armada tersebut bukan cuma ramai saat api sudah berkobar. Patroli dan deteksi dini justru menjadi pekerjaan penting agar kebakaran tidak terus berulang dan anggaran pemadaman tidak sekadar menjadi ritual tahunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Tak Disangka! Nama Anggota DPR Eva Stevany Rataba Masuk Desil 4 DTSEN, Ada Apa?

7 Sep 2026 - 19:38 WIB

Tak Disangka! Nama Anggota DPR Eva Stevany Rataba Masuk Desil 4 DTSEN, Ada Apa?

Masker Naik 10 Kali Lipat di Tengah Abu Gunung Anak Krakatau, Kemenkes Panggil Pelaku Usaha

7 Sep 2026 - 12:02 WIB

Masker Naik 10 Kali Lipat di Tengah Abu Gunung Anak Krakatau, Kemenkes Panggil Pelaku Usaha

PTBA Dukung Penyediaan Air Bersih Siap Minum untuk Korban Bencana di Manggarai Timur

5 Sep 2026 - 10:36 WIB

PTBA Dukung Penyediaan Air Bersih Siap Minum untuk Korban Bencana di Manggarai Timur

Warga Malaysia Demo Indonesia, HARAM Geruduk KBRI Kuala Lumpur Desak Karhutla Dihentikan

4 Sep 2026 - 11:21 WIB

Warga Malaysia Demo Indonesia, HARAM Geruduk KBRI Kuala Lumpur Desak Karhutla Dihentikan

Disidak DPRD, PTMP Gratiskan Sewa Kios Pasar Baru Bekasi Satu Bulan

4 Sep 2026 - 09:05 WIB

Disidak DPRD, PTMP Gratiskan Sewa Kios Pasar Baru Bekasi Satu Bulan
Trending di News