PRABAINSIGHT.COM – FLORIDA – Kadang yang bikin geleng-geleng kepala di jalan raya bukan pengendaranya, melainkan orang yang bertugas mengawasi mereka.
Sebuah video rekaman bodycam milik kepolisian di Florida, Amerika Serikat, mendadak menjadi tontonan wajib warga internet. Bukan karena aksi kejar-kejaran ala film Hollywood atau penangkapan penjahat kelas kakap, melainkan karena sebuah kejadian yang membuat banyak orang mempertanyakan apakah logika saat itu sedang mengambil cuti.
Dalam video tersebut, seorang polisi tetap bersikeras menilang seorang perempuan penyandang disabilitas karena dianggap memainkan ponsel menggunakan tangan kanannya saat mengemudi.
Masalahnya, perempuan itu lahir tanpa tangan kanan.
Perempuan tersebut diketahui bernama Kathleen Thomas, seorang influencer kebugaran sekaligus atlet adaptif yang cukup dikenal di media sosial. Insiden itu terjadi ketika Thomas dihentikan oleh deputi dari Kantor Sheriff Wilayah Palm Beach saat melintas di kawasan Lake Worth Beach, Florida.
Ketika Polisi Yakin Melihat Tangan yang Tidak Ada
Menurut rekaman yang beredar luas di berbagai platform media sosial, petugas menghentikan kendaraan Thomas dengan alasan pelanggaran lalu lintas.
Polisi mengaku melihat Thomas sedang memegang dan mengoperasikan telepon genggam menggunakan tangan kanannya ketika mobil masih bergerak.
Bagi sebagian orang, tuduhan tersebut mungkin terdengar biasa. Namun bagi Thomas, itu terdengar seperti sebuah lelucon.
Ia bahkan sempat tertawa mendengar alasan penghentian tersebut.
“Tentu saja tidak. Saya tidak punya tangan kanan,” kata Thomas sambil mengangkat lengan kanannya yang hanya sampai sebatas siku.
Momen itu kemudian menjadi bagian yang paling banyak dibicarakan netizen. Pasalnya, bukti fisik berada tepat di depan mata petugas saat percakapan berlangsung.
Tetap Ditilang Meski Kondisinya Jelas
Yang membuat kasus ini semakin ramai diperbincangkan adalah keputusan polisi yang tetap melanjutkan proses penindakan.
Meski Thomas telah menunjukkan kondisi fisiknya secara langsung, petugas bersikukuh bahwa dirinya melihat aktivitas mencurigakan terkait penggunaan ponsel saat kendaraan sedang berjalan.
Alih-alih membatalkan dugaan pelanggaran, polisi tetap menerbitkan surat tilang kepada Thomas.
Akibatnya, atlet adaptif tersebut dikenai denda sebesar 116 dolar AS atau sekitar Rp1,8 juta atas dugaan pelanggaran aturan keselamatan berkendara terkait penggunaan alat komunikasi saat mengemudi.
Video tersebut kemudian menyebar luas dan memicu berbagai reaksi publik. Banyak warganet mempertanyakan akurasi pengamatan petugas, sementara sebagian lainnya menilai kasus ini sebagai contoh bagaimana asumsi bisa mengalahkan fakta yang terlihat jelas di depan mata.











