Menu

Mode Gelap
Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan! Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri” Garuda di Dadaku Ramaikan Jakarta Fair 2026, Keanu Azka dan Quinn Salman Diserbu Penggemar Cilik MILKLAB Ajak Pecinta Kopi Keliling Kafe Jakarta, Berburu Signature Drink Sambil Koleksi Hadiah Demo Dukung MBG di Monas: Dapat Wajan Baru dan Uang Transport 100 ribuan, Uangnya dari Mana?

News

Viral! Brigjen TNI Marah ke Marshal di Jogja Marathon 2026, Gara-gara Pengawal Dicegah Masuk Finis

badge-check


					Video Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono bersitegang dengan marshal di Mandiri Jogja Marathon 2026 viral di media sosial. Insiden bermula saat pengawal tanpa bib dicegah masuk area finis.(istimewa) Perbesar

Video Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono bersitegang dengan marshal di Mandiri Jogja Marathon 2026 viral di media sosial. Insiden bermula saat pengawal tanpa bib dicegah masuk area finis.(istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Lari maraton seharusnya menjadi ajang menguji ketahanan fisik, mental, dan tentu saja sportivitas. Namun di Mandiri Jogja Marathon 2026, perhatian publik justru tersedot ke sebuah drama singkat di dekat garis finis yang membuat media sosial mendadak gaduh.

Awalnya, warganet ramai membicarakan video seorang marshal yang menghentikan pelari tak terdaftar agar tidak memasuki area finis. Video tersebut kemudian berkembang menjadi perbincangan yang lebih panas setelah muncul rekaman lain yang memperlihatkan seorang pelari bersitegang dengan petugas penjaga lintasan.

Tak butuh waktu lama, identitas sosok dalam video itu pun terungkap. Berdasarkan penelusuran Republika, pelari yang terlibat adu argumen dengan petugas tersebut adalah Brigadir Jenderal TNI Yuniar Dwi Hantono, perwira tinggi bintang satu TNI Angkatan Darat yang saat ini menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas.

Insiden itu terjadi saat petugas menjalankan prosedur pengamanan area steril menjelang garis finis. Dalam video yang beredar luas, Brigjen Yuniar tampak meminta agar seseorang yang disebut sebagai pengawalnya diperbolehkan masuk ke jalur finis.

“Ini pengawal saya, ini pengawal saya,” kata Brigjen Yuniar dengan nada tinggi dalam video yang viral dan dikutip Republika, Ahad (21/6/2026).

Namun petugas yang berjaga tetap berpegang pada aturan yang berlaku.

“Tidak bisa Pak,” jawab petugas tersebut.

Percakapan singkat itu kemudian berubah menjadi cekcok beberapa saat. Meski demikian, situasi tidak berkembang lebih jauh. Setelah perdebatan singkat berlangsung, Brigjen Yuniar akhirnya melanjutkan langkah menuju garis finis, sementara pengawalnya tetap tidak diperkenankan masuk ke area steril perlombaan.

Peristiwa tersebut terjadi di ajang Mandiri Jogja Marathon 2026 yang digelar di kawasan Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Ahad pagi.

Berdasarkan informasi yang beredar, petugas sebelumnya telah mengeluarkan seorang peserta yang tidak mengenakan nomor dada atau bib resmi. Dalam perlombaan lari, bib menjadi identitas utama peserta yang menandakan bahwa mereka terdaftar secara resmi dan berhak berada di lintasan lomba.

Setelah dilakukan penelusuran, sosok yang hendak memasuki area finis tersebut disebut merupakan staf Danrem 072/Pamungkas. Ia diketahui ikut mendampingi untuk mendokumentasikan aktivitas lari, namun tidak terdaftar sebagai peserta resmi dalam event tersebut.

Insiden ini memantik beragam reaksi dari publik. Banyak warganet menilai petugas marshal telah menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP), sementara sebagian lainnya menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang berlaku tanpa memandang jabatan maupun status seseorang.

Di tengah semangat olahraga yang menjunjung fair play, peristiwa di Jogja Marathon 2026 menjadi pengingat bahwa garis finis bukan hanya soal siapa yang paling cepat mencapai ujung lintasan. Lebih dari itu, ada aturan yang harus dihormati bersama agar kompetisi tetap berjalan adil bagi seluruh peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas

23 Juni 2026 - 21:03

Waduh! Pasien Puskesmas Rawa Tembaga Diduga Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Kota Bekasi Turun Tangan!

23 Juni 2026 - 12:16

Kapolri Angkat Tangan soal Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa: “Sudah Bukan Kewenangan Polri”

23 Juni 2026 - 11:26

Demo Dukung MBG di Monas: Dapat Wajan Baru dan Uang Transport 100 ribuan, Uangnya dari Mana?

23 Juni 2026 - 10:48

Kadisporapar Tanjungbalai Gandeng Aktivis KAMMI, Ini Tujuannya

23 Juni 2026 - 10:48

Trending di News