Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

News

Viral! Brigjen TNI Marah ke Marshal di Jogja Marathon 2026, Gara-gara Pengawal Dicegah Masuk Finis

badge-check

Video Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono bersitegang dengan marshal di Mandiri Jogja Marathon 2026 viral di media sosial. Insiden bermula saat pengawal tanpa bib dicegah masuk area finis.(istimewa) Perbesar

Video Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono bersitegang dengan marshal di Mandiri Jogja Marathon 2026 viral di media sosial. Insiden bermula saat pengawal tanpa bib dicegah masuk area finis.(istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Lari maraton seharusnya menjadi ajang menguji ketahanan fisik, mental, dan tentu saja sportivitas. Namun di Mandiri Jogja Marathon 2026, perhatian publik justru tersedot ke sebuah drama singkat di dekat garis finis yang membuat media sosial mendadak gaduh.

Awalnya, warganet ramai membicarakan video seorang marshal yang menghentikan pelari tak terdaftar agar tidak memasuki area finis. Video tersebut kemudian berkembang menjadi perbincangan yang lebih panas setelah muncul rekaman lain yang memperlihatkan seorang pelari bersitegang dengan petugas penjaga lintasan.

Tak butuh waktu lama, identitas sosok dalam video itu pun terungkap. Berdasarkan penelusuran Republika, pelari yang terlibat adu argumen dengan petugas tersebut adalah Brigadir Jenderal TNI Yuniar Dwi Hantono, perwira tinggi bintang satu TNI Angkatan Darat yang saat ini menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas.

Insiden itu terjadi saat petugas menjalankan prosedur pengamanan area steril menjelang garis finis. Dalam video yang beredar luas, Brigjen Yuniar tampak meminta agar seseorang yang disebut sebagai pengawalnya diperbolehkan masuk ke jalur finis.

“Ini pengawal saya, ini pengawal saya,” kata Brigjen Yuniar dengan nada tinggi dalam video yang viral dan dikutip Republika, Ahad (21/6/2026).

Namun petugas yang berjaga tetap berpegang pada aturan yang berlaku.

“Tidak bisa Pak,” jawab petugas tersebut.

Percakapan singkat itu kemudian berubah menjadi cekcok beberapa saat. Meski demikian, situasi tidak berkembang lebih jauh. Setelah perdebatan singkat berlangsung, Brigjen Yuniar akhirnya melanjutkan langkah menuju garis finis, sementara pengawalnya tetap tidak diperkenankan masuk ke area steril perlombaan.

Peristiwa tersebut terjadi di ajang Mandiri Jogja Marathon 2026 yang digelar di kawasan Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Ahad pagi.

Berdasarkan informasi yang beredar, petugas sebelumnya telah mengeluarkan seorang peserta yang tidak mengenakan nomor dada atau bib resmi. Dalam perlombaan lari, bib menjadi identitas utama peserta yang menandakan bahwa mereka terdaftar secara resmi dan berhak berada di lintasan lomba.

Setelah dilakukan penelusuran, sosok yang hendak memasuki area finis tersebut disebut merupakan staf Danrem 072/Pamungkas. Ia diketahui ikut mendampingi untuk mendokumentasikan aktivitas lari, namun tidak terdaftar sebagai peserta resmi dalam event tersebut.

Insiden ini memantik beragam reaksi dari publik. Banyak warganet menilai petugas marshal telah menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP), sementara sebagian lainnya menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang berlaku tanpa memandang jabatan maupun status seseorang.

Di tengah semangat olahraga yang menjunjung fair play, peristiwa di Jogja Marathon 2026 menjadi pengingat bahwa garis finis bukan hanya soal siapa yang paling cepat mencapai ujung lintasan. Lebih dari itu, ada aturan yang harus dihormati bersama agar kompetisi tetap berjalan adil bagi seluruh peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Trending di News