Menu

Mode Gelap
Maaf Sudah, Laporan Jalan Terus: MIO Indonesia Ikut Polisikan Hotman Paris Usai Ucapan ke Wartawan Foto Juara Spanyol Diduga Hapus Donald Trump? Internet Langsung Sibuk Jadi Ahli Forensik Digital Pemerintah Resmi Ubah Status Ojol Jadi Pelaku UMKM, Perpres Masuki Tahap Final Yerikho Manurung Dorong Penguatan Tata Kelola Maritim demi Keselamatan Pelayaran Spanyol Akui Palestina, Sikap Tegas Pedro Sánchez Picu Ketegangan dengan Israel Baru Semalam Nobar Final Piala Dunia, Paginya Kantor Bupati Lombok Barat Disegel KPK, 19 Orang Diamankan

Internasional

Spanyol Akui Palestina, Sikap Tegas Pedro Sánchez Picu Ketegangan dengan Israel

badge-check

Spanyol resmi mengakui Negara Palestina pada 28 Mei 2024. Pemerintah Pedro Sánchez menetapkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina berdasarkan perbatasan 1967 sebagai dukungan terhadap solusi dua negara dan hukum internasional. Perbesar

Spanyol resmi mengakui Negara Palestina pada 28 Mei 2024. Pemerintah Pedro Sánchez menetapkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina berdasarkan perbatasan 1967 sebagai dukungan terhadap solusi dua negara dan hukum internasional.

PRABAINSIGHT.COM – Madrid kembali menjadi sorotan dunia setelah Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez secara resmi mengumumkan pengakuan terhadap Negara Palestina pada 28 Mei 2024. Keputusan itu diumumkan bersamaan dengan langkah serupa yang diambil Irlandia dan Norwegia, sebagai upaya menghidupkan kembali solusi dua negara (two-state solution) demi terciptanya perdamaian di Timur Tengah.

Melalui kebijakan tersebut, Spanyol mengakui Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Sikap ini sekaligus menempatkan Spanyol di antara lebih dari 140 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang telah memberikan pengakuan resmi terhadap Negara Palestina.

Tak sekadar mengikuti arus diplomasi internasional, Madrid juga menegaskan bahwa mereka tidak mengakui perubahan batas wilayah setelah 1967 apabila tidak disepakati oleh kedua belah pihak. Posisi itu dinilai sebagai bentuk konsistensi Spanyol terhadap prinsip hukum internasional dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.

Keputusan Spanyol, yang diumumkan serentak bersama Irlandia dan Norwegia, memang memantik ketegangan dengan pemerintah Israel. Namun, pemerintah Spanyol menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan wujud dukungan terhadap hukum internasional, bukan langkah yang ditujukan untuk memperuncing konflik, melainkan mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi?

18 Juni 2026 - 18:44

Viral! Polisi Florida Tilang Perempuan Tanpa Tangan Kanan karena Diduga Main HP Saat Nyetir

2 Juni 2026 - 12:49

Edoardo Agnelli: Pewaris Juventus yang Masuk Islam, Dicoret dari Keluarga, lalu Tewas Misterius

26 Mei 2026 - 20:24

Patung Yesus Dirusak di Lebanon Selatan, Militer Israel Akui dan Janji Investigasi

22 April 2026 - 20:30

Dana Rp263 Triliun untuk Gaza Diduga Dialihkan ke Israel, Nama Donald Trump Disorot

20 April 2026 - 16:41

Trending di Internasional