Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Prabers

Timnas U-17 Dibantai Korea Utara 0-6: Ketika Mimpi Jadi Debu, Nova Arianto Buka Suara

badge-check

Timnas Indonesia U17,foto (ist) Perbesar

Timnas Indonesia U17,foto (ist)

PRABA INSIGHT– Apa rasanya berharap pada Timnas lalu dihantam realita dengan skor 0-6? Tanya saja pada suporter Indonesia yang semalam nonton pertandingan perempatfinal Piala Asia U-17 2025 sambil menahan amarah, sedih, dan mungkin… ngantuk.

Bertempat di King Abdullah Sports City Hall Stadium, Jeddah, Senin (14/4/2025), Timnas Indonesia U-17 dijadikan bulan-bulanan oleh Korea Utara U-17.

Dari menit awal hingga akhir, Garuda Muda seperti bermain di atas treadmill: banyak gerak, tapi nggak ke mana-mana.

Baru menit ke-7, jaring gawang kita sudah koyak oleh gol Choe Song-hun. Dan setelah itu, pertahanan Indonesia seperti warteg yang belum buka: gampang dimasuki siapa saja.

Total enam gol bersarang, masing-masing dari Kim Yu-jin, Ri Kyong-bong, Kim Tae-guk, Ri Kang-rim, dan Park Ju-won. Semua nama yang susah dieja, tapi gampang banget bikin kita susah tidur.

Nova Arianto, pelatih Timnas U-17, nggak ngeles. Ia dengan jantan mengakui bahwa Korea Utara bermain luar biasa.

“Selamat untuk Korea Utara. Mereka tampil sangat solid dan mendominasi. Kami harus banyak belajar,” ujar Nova, sambil menahan perasaan yang barangkali campur aduk antara kecewa dan pengin ganti profesi.

Namun, meski kalah telak, Nova masih punya alasan buat sedikit lega.

Target ke Piala Dunia U-17 2025 di Qatar sudah digenggam sejak lolos ke perempatfinal. Jadi, ya… minimal ada oleh-oleh dari Jeddah selain tiket pulang.

“Kami akan evaluasi besar-besaran. Fokus ke Piala Dunia. Anak-anak masih muda, proses mereka masih panjang,” tambahnya, dengan gaya khas pelatih yang berusaha tetap tenang meski barusan dibantai.

Kekalahan ini ibarat tamparan dari kenyataan. Bahwa sepak bola internasional tak cuma soal semangat juang, tapi juga soal taktik, fisik, dan jam terbang.

Timnas U-17 boleh punya mimpi, tapi di hadapan Korea Utara, mimpi itu seperti layangan putus: melayang entah ke mana.

Sekarang, PR besar menanti. Jika tak ingin jadi penggembira di Qatar nanti, Nova dan tim harus segera menyusun ulang puzzle permainan mereka.

Sebab dunia tak menunggu tim yang masih bingung cara bertahan.

Dan kita, rakyat +62, seperti biasa: berharap, mendukung, sambil siap mental kalau harus patah hati lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1

7 Agustus 2026 - 22:23

Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan

7 Agustus 2026 - 20:50

Persija Disingkirkan Persib di Piala Presiden 2026, Shin Tae-yong: Saya Tidak Puas, tapi Ini Baru Pemanasan

4 Agustus 2026 - 21:43

Bukan Cuma Turnamen, ASICS Community Slam 2026 Bangun Ekosistem Tenis dan Padel Indonesia

4 Agustus 2026 - 19:34

Gianni Infantino Dilaporkan Hadapi Tudingan “Suap” Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA

30 Juli 2026 - 16:12

Trending di Internasional