Menu

Mode Gelap
Honda Civic Ferio Penabrak Aiptu Asep Ternyata Milik Personel Pussenkav, 3 Prajurit TNI Diperiksa Setoran Surat Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Newport Ancol Berujung Laporan Polisi Baznas Kota Bekasi Salurkan Rp 1,06 M Buat 1.761 Mustahik 3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah

News

Honda Civic Ferio Penabrak Aiptu Asep Ternyata Milik Personel Pussenkav, 3 Prajurit TNI Diperiksa

badge-check

Honda Civic Ferio yang dikemudikan Adham dalam kecelakaan maut di Bandung ternyata milik personel Pussenkav TNI AD. Tiga prajurit diperiksa.(istimewa) Perbesar

Honda Civic Ferio yang dikemudikan Adham dalam kecelakaan maut di Bandung ternyata milik personel Pussenkav TNI AD. Tiga prajurit diperiksa.(istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – BANDUNG – Sebuah mobil Honda Civic Ferio mendadak punya cerita yang jauh lebih panjang daripada sekadar urusan kecelakaan lalu lintas.

Mobil yang dikemudikan warga sipil bernama Adham itu terlibat kecelakaan yang menewaskan anggota Polrestabes Bandung, Aiptu Asep Suhara. Belakangan diketahui, mobil tersebut ternyata milik seorang personel Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) TNI AD.

Jadi, yang bikin perkara ini bukan cuma soal siapa yang mengemudikan mobil, tetapi juga soal siapa pemilik kendaraan dan siapa saja yang berada di dalamnya ketika kecelakaan terjadi.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono membenarkan informasi tersebut.

“Kendaraan Honda Civic Ferio milik personel Pussenkav yang saat kejadian dikemudikan oleh warga sipil, Sdr. Adham, diduga terlibat dalam kecelakaan yang mengakibatkan almarhum Aiptu Asep Suhara meninggal dunia,” kata Donny dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8/2026).

Aiptu Asep Pulang Setelah KRYD

Kecelakaan maut itu terjadi pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 03.25 WIB di Jalan Merdeka, Kota Bandung.

Jam segitu mestinya sebagian orang sedang sibuk debat dengan alarm untuk bangun pagi. Aiptu Asep justru baru selesai menjalankan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dan sedang dalam perjalanan pulang untuk beristirahat.

Namun, perjalanan pulang tersebut tidak pernah sampai ke rumah.

Aiptu Asep mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia. Setelah kejadian, Adham diamankan polisi dan kini menjalani proses hukum.

“Saat ini Saudara Adham telah diamankan oleh Polrestabes Bandung untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Donny.

Bukan Cuma Pengemudi yang Diperiksa

Perkara ini kemudian melebar ke pemeriksaan internal di lingkungan TNI AD.

Sebab, Honda Civic Ferio yang terlibat kecelakaan ternyata merupakan kendaraan milik personel Pussenkav. Selain pemilik kendaraan, terdapat dua prajurit TNI AD lainnya yang berada di dalam mobil saat peristiwa berlangsung.

Total ada tiga prajurit TNI AD yang diperiksa.

Satu orang diperiksa sebagai pemilik kendaraan, sementara dua lainnya diperiksa karena berstatus sebagai penumpang.

Pussenkav TNI AD juga telah berkoordinasi dengan Pomdam III/Siliwangi dan Polrestabes Bandung untuk membongkar kronologi kejadian secara menyeluruh.

“Pussenkav TNI AD menghormati dan mendukung sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan,” kata Donny.

Kalimat tersebut terdengar sederhana, tetapi ada pesan penting di belakangnya: pemeriksaan tidak berhenti pada siapa yang memegang setir.

Kalau Ada Pelanggaran, TNI AD Janji Tindak

Donny memastikan pemeriksaan terhadap para personel TNI AD dilakukan secara objektif.

Artinya, status sebagai prajurit bukan tiket bebas dari pemeriksaan. Jika nantinya ditemukan pelanggaran, TNI AD memastikan akan ada tindakan sesuai aturan.

“Apabila dari hasil pemeriksaan nantinya ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh personel TNI AD, tentu akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Kini proses hukum berjalan di dua jalur yang berkaitan. Adham ditangani Polrestabes Bandung, sementara keterlibatan personel TNI AD diperiksa melalui mekanisme internal bersama unsur terkait.

Aiptu Asep Tinggalkan Istri dan Empat Anak

Di balik panjangnya proses pemeriksaan dan kronologi kecelakaan, ada satu hal yang jauh lebih berat: keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

Aiptu Asep meninggalkan seorang istri dan empat anak.

Pussenkav TNI AD menyampaikan duka cita kepada keluarga Aiptu Asep dan keluarga besar Polri atas musibah tersebut. Permohonan maaf juga disampaikan atas kejadian yang menewaskan anggota Polrestabes Bandung itu.

Jenazah Aiptu Asep telah dimakamkan di wilayah Gumuruh, Kota Bandung.

Pada akhirnya, perkara ini bukan sekadar tentang sebuah Honda Civic Ferio, siapa yang mengemudikannya, atau siapa pemiliknya. Ada proses hukum yang harus berjalan, fakta yang harus diperiksa, dan keluarga yang kini harus melanjutkan hidup tanpa sosok Aiptu Asep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Setoran Surat Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Newport Ancol Berujung Laporan Polisi

12 Agustus 2026 - 16:14

Baznas Kota Bekasi Salurkan Rp 1,06 M Buat 1.761 Mustahik

12 Agustus 2026 - 10:36

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Trending di Nasional