Menu

Otomatis
Breaking News

News

Sandri Rumanama Buka Suara soal Penanganan Gempa NTT: Polri Disebut Responsif dan Tanggap

badge-check

Sandri Rumanama mengapresiasi respons cepat Polri menangani gempa M 7,7 di NTT. Sebanyak 845 personel gabungan disiapkan bersama SAR, medis dan logistik.(Istimewa) Perbesar

Sandri Rumanama mengapresiasi respons cepat Polri menangani gempa M 7,7 di NTT. Sebanyak 845 personel gabungan disiapkan bersama SAR, medis dan logistik.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, masih menyisakan pekerjaan besar dalam penanganan warga terdampak. Di tengah situasi tersebut, Ketua Presidium Pemuda Timur Sandri Rumanama memberikan apresiasi terhadap respons cepat Polri.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas kegempaan di wilayah Flores masih berlangsung. Hingga 17 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB, tercatat 1.624 gempa susulan dengan magnitudo antara 1,3 hingga 6,2.

Bagi Sandri, kondisi tersebut membuat kecepatan penanganan menjadi penting. Aparat, menurut dia, harus hadir ketika masyarakat sedang berhadapan dengan situasi darurat.

“Mereka responsif dan kerja cepat dan tanggap,” kata Sandri dalam keterangan resminya (17/08).

Sandri mengaku telah menghubungi sejumlah rekannya yang berada di wilayah terdampak. Dari komunikasi tersebut, ia memperoleh informasi mengenai bantuan yang mulai disalurkan kepada masyarakat.

“Saya sudah hubungi rekan-rekan di sana dan alhamdulilah puji Tuhan, Polri begitu cepat menyalurkan makanan cepat saji, obat-obatan, serta membuka layanan kesehatan dan identifikasi korban (DVI), langkah ini yang perlu kita apresiasi,” tutur Sandri.

845 Personel Disiapkan

Menurut informasi yang disampaikan Sandri, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan pengerahan 845 personel gabungan untuk memperkuat penanganan bencana di NTT.

Kekuatan itu terdiri dari 168 personel Polda NTT dan 677 personel dari jajaran Polres.

Tak berhenti pada pengerahan anggota, dukungan operasional juga disiapkan. Polri mengirimkan bantuan logistik, tenda darurat, tim SAR Brimob, anjing pelacak K9, serta tenaga medis DVI-Dokkes.

Kebutuhan di lokasi bencana memang bergerak cepat. Selain evakuasi dan pencarian korban, masyarakat membutuhkan makanan, obat-obatan, layanan kesehatan serta tempat perlindungan sementara.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan bencana di tengah gempa susulan yang masih terjadi di kawasan Flores. BMKG juga masih mencatat aktivitas gempa di wilayah tersebut pada Senin, 17 Agustus 2026.

Perkuatan Mabes Polri Bergerak ke Labuan Bajo

Polri juga menyiapkan perkuatan dari Mabes Polri. Personel tambahan diberangkatkan menggunakan pesawat charter dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Perkuatan tersebut diproyeksikan mendukung jajaran Polda NTT. Kekuatan yang diterjunkan dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kebutuhan penanganan di lapangan.

Sementara itu, bantuan dari kementerian dan lembaga lain juga terus bergerak. Kementerian Sosial, misalnya, pada 17 Agustus 2026 mengirim bantuan logistik melalui jalur laut ke Pulau Palue, Kabupaten Sikka.

Situasi ini menunjukkan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan kerja lintas lembaga. Kecepatan distribusi bantuan menjadi salah satu faktor penting agar kebutuhan dasar warga dapat segera terpenuhi.

Sandri: Jangan Berhenti pada Respons Awal

Sandri berharap respons cepat yang telah dilakukan Polri tidak berhenti pada fase awal bencana. Menurut dia, perhatian terhadap masyarakat harus terus diberikan selama proses tanggap darurat dan pemulihan berlangsung.

“Bencana tidak selesai ketika bantuan pertama datang. Setelah itu masih ada proses evakuasi, pendataan, pelayanan kesehatan, pemulihan dan memastikan masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan secara normal. Karena itu, kami berharap kecepatan dan kepedulian seperti ini terus dipertahankan sampai kondisi masyarakat benar-benar pulih,” ujar Sandri.

Ia juga mengapresiasi koordinasi berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan bencana. Menurut Sandri, masyarakat NTT membutuhkan dukungan bersama agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan dan kebutuhan dasar. Kehadiran aparat dan pemerintah harus benar-benar dirasakan warga di lapangan,” kata Sandri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Latihan Disiplin Terbayar, Paskibraka Fisabilillah Sukses Kibarkan Bendera

17 Agu 2026 - 12:02 WIB

Latihan Disiplin Terbayar, Paskibraka Fisabilillah Sukses Kibarkan Bendera

Sambut HUT ke-81 RI, Warga RW 12 Villa Jatirasa Serbu Aksi Donor Darah

17 Agu 2026 - 11:33 WIB

Sambut HUT ke-81 RI, Warga RW 12 Villa Jatirasa Serbu Aksi Donor Darah

DPN IARMI dan PP KAUP Bersatu dalam Aksi Peduli Umat 2026, dari Donor Darah hingga Sunatan Massal

16 Agu 2026 - 21:39 WIB

DPN IARMI dan PP KAUP Bersatu dalam Aksi Peduli Umat 2026, dari Donor Darah hingga Sunatan Massal

Gerak Cepat, OT Peduli Pasok Logistik Pengungsi Gempa M 7,7 Nagekeo

16 Agu 2026 - 20:46 WIB

Gerak Cepat, OT Peduli Pasok Logistik Pengungsi Gempa M 7,7 Nagekeo

Video Pria Berbaju Oranye Sebelum Gempa Flores Viral, Klaim Bawa Pesan Malaikat Mikhael Bikin Heboh

16 Agu 2026 - 16:10 WIB

Video Pria Berbaju Oranye Sebelum Gempa Flores Viral, Klaim Bawa Pesan Malaikat Mikhael Bikin Heboh
Trending di News