Menu ✖

Breaking News

Nasional

Kabar Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam Mabes Polri Mencuat, Bintang Empat Berinisial L Disebut Ikut Diamankan

badge-check

Sejumlah jenderal Polri dikabarkan menjalani pemeriksaan Divpropam Mabes Polri. Jenderal bintang empat berinisial L disebut telah dilepas. Ini penjelasannya.(Istimewa/HO) Perbesar

Sejumlah jenderal Polri dikabarkan menjalani pemeriksaan Divpropam Mabes Polri. Jenderal bintang empat berinisial L disebut telah dilepas. Ini penjelasannya.(Istimewa/HO)

PRABAINSIGHT.COM  – JAKARTA –  Situasi internal Mabes Polri menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai pemeriksaan sejumlah perwira tinggi kepolisian. Beberapa jenderal dikabarkan sempat diamankan untuk menjalani klarifikasi di Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri.

Informasi yang beredar menyebutkan, salah satu pejabat yang ikut dalam proses tersebut merupakan jenderal berpangkat bintang empat berinisial L. Namun, sosok tersebut dikabarkan telah dilepaskan setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan.

Tak hanya itu, sejumlah perwira tinggi berpangkat bintang tiga juga disebut masuk dalam rangkaian pemeriksaan tersebut.

Keterangan mengenai peristiwa ini disampaikan oleh seorang sumber yang dikutip Suara.com pada Selasa (3/11/2026).

“Iya, benar, ada pengamanan. Satu bintang empat inisial L, dan beberapa jenderal bintang tiga. Tapi yang bintang empat sudah dilepas,” kata Sumber itu dikutip dari suara.com Selasa (3/11/2026).

Dalam informasi tersebut, proses pengamanan disebut melibatkan satuan khusus yang bertugas mengawal para pejabat kepolisian menuju tempat pemeriksaan di lingkungan Divpropam Mabes Polri.

Meski kabar itu telah mencuat, belum diketahui secara pasti persoalan yang melatarbelakangi pemeriksaan. Sumber tersebut hanya memberikan gambaran bahwa terdapat sejumlah aspek yang sedang diverifikasi, terutama menyangkut keamanan.

“Ada beberapa hal yang ingin diverifikasi. Soal keamanan tentunya,” kata Sumber itu, tapi enggan menyebutkan secara spesifik materi yang diverifikasi.

Belum adanya penjelasan mengenai pokok persoalan membuat kabar pemeriksaan tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan, terutama terkait konteks dan tujuan evaluasi terhadap para pejabat tinggi kepolisian.

Muncul di Tengah Peralihan Kepemimpinan Polri

Informasi pemeriksaan para jenderal tersebut mencuat ketika Polri tengah memasuki periode kepemimpinan baru. Jenderal Suyudi Ario Seto sebelumnya dipercaya menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.

Sementara Listyo Sigit mendapat kepercayaan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan tugas sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Pergantian kepemimpinan itu sekaligus menjadi momentum bagi pucuk pimpinan baru untuk mengevaluasi berbagai program, kebijakan, dan pelaksanaan tugas di tubuh kepolisian.

Suyudi sendiri telah menyampaikan rencana melakukan konsolidasi internal sejak awal menerima amanah sebagai Kapolri. Evaluasi tersebut dimaksudkan untuk melihat program yang masih relevan untuk diteruskan maupun bagian organisasi yang membutuhkan perbaikan.

“Kami akan melihat hal-hal yang mungkin masih bisa ditindaklanjuti dan yang masih perlu diperbaiki kita akan perbaiki,” ujar Suyudi seusai dilantik.

Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian. Menurutnya, institusi Polri harus mengedepankan pelayanan yang humanis sekaligus memastikan hukum ditegakkan secara adil.

“Kemudian juga penegakan hukum yang adil, dan juga kami berupaya untuk bisa lebih dekat kepada masyarakat sesuai dengan apa yang menjadi program kerja kami yaitu polisi bersama masyarakat,” kata dia.

Suyudi turut menggarisbawahi bahwa keberadaan polisi tidak boleh berjarak dengan masyarakat. Aparat harus hadir di tengah kehidupan publik dan mampu memberikan respons cepat terhadap persoalan keamanan maupun ketertiban.

Sejatinya, kata dia, polisi harus selalu dekat dengan masyarakat, harus berada di tengah-tengah masyarakat dan juga dapat memberikan jawaban kepada masyarakat secara cepat dalam kerangka harkamtibmas.

Narkotika dan Judi Online Jadi Perhatian Presiden

Selain agenda pembenahan organisasi, Suyudi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto juga memberikan perhatian terhadap sejumlah tindak kejahatan yang dinilai mengganggu ketertiban masyarakat.

Beberapa persoalan yang menjadi perhatian pemerintah di antaranya peredaran narkotika, penyelundupan, serta maraknya perjudian online.

“Ya yang pasti Bapak Presiden selalu mengingatkan pada kami semua ya terutama dalam berbagai kegiatan dan juga kemarin pada saat rapat bersama, terutama terkait dengan masalah-masalah narkotika, kemudian penyelundupan, judi online, dan hal-hal lain yang menjadi keresahan di tengah masyarakat,” kata dia.

Arahan tersebut menjadi bagian dari agenda penegakan hukum yang harus dijalankan kepolisian di bawah kepemimpinan baru.

Dalam kesempatan yang sama, Suyudi juga menyampaikan penghargaan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Listyo Sigit Prabowo atas kepercayaan serta dukungan yang diberikan selama perjalanan kariernya di institusi Polri.

“Sehingga kami bisa di titik ini. Tentunya kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto,” kata Suyudi.

Mabes Polri Belum Membeberkan Hasil Pemeriksaan

Di tengah berkembangnya informasi mengenai pemeriksaan sejumlah jenderal, pihak Divisi Humas Polri belum memberikan uraian lengkap terkait peristiwa tersebut.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir belum menjelaskan secara spesifik siapa saja pejabat yang diperiksa maupun persoalan yang sedang ditangani Divpropam.

Ketika dimintai keterangan mengenai kabar tersebut, Johnny menyatakan akan mengecek terlebih dahulu proses evaluasi yang dimaksud.

“Nanti kami cek proses evaluasinya, ya, seperti itu. Baik. Makasih ya. Udah, udah banyak kali,” kata dia.

Hingga keterangan tersebut disampaikan, belum ada penjelasan resmi secara menyeluruh dari Mabes Polri mengenai latar belakang pengamanan, hasil pemeriksaan, maupun keterlibatan para jenderal yang disebut dalam informasi tersebut.

Kejelasan mengenai perkara ini masih menunggu keterangan lebih lanjut dari institusi Polri, termasuk penjelasan mengenai proses verifikasi yang dilakukan Divpropam Mabes Polri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

33 Tahun Mengabdi Malah Dituntut 10 Tahun Penjara, Advokat Bongkar 7 Kejanggalan Kasus Letjen Widi

3 Nov 2026 - 17:10 WIB

33 Tahun Mengabdi Malah Dituntut 10 Tahun Penjara, Advokat Bongkar 7 Kejanggalan Kasus Letjen Widi

Viral Kabar Listyo Sigit Ditangkap Kejagung, Kapuspenkum Beri Jawaban Tegas

3 Nov 2026 - 15:48 WIB

Viral Kabar Listyo Sigit Ditangkap Kejagung, Kapuspenkum Beri Jawaban Tegas

Surat Penyetaraan Pendidikan Gibran Dibatalkan MA, Polemik Ijazah Wapres Belum Tamat

2 Nov 2026 - 12:58 WIB

Surat Penyetaraan Pendidikan Gibran Dibatalkan MA, Polemik Ijazah Wapres Belum Tamat

Aksi Jilid 2: JAPMI dan JaMWas Desak KPK Tetapkan Tersangka Baru Korupsi Bekasi

30 Okt 2026 - 13:41 WIB

Aksi Jilid 2: JAPMI dan JaMWas Desak KPK Tetapkan Tersangka Baru Korupsi Bekasi

AMPER Geruduk Bareskrim, Desak 5 Pegawai PLN Tersangka Blackout Batam Dibebaskan

28 Okt 2026 - 16:11 WIB

AMPER Geruduk Bareskrim, Desak 5 Pegawai PLN Tersangka Blackout Batam Dibebaskan
Trending di Nasional