Menu

Mode Gelap
Ceramah di Kolong Tol, Ustadz Endang: Harta dari Judol dan Pinjol Bisa Jadi Petaka iPhone Rp2 Juta Berujung Parang: Drama Emosi Pembeli di Toko HP Medan yang Viral Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditusuk di Bandara, Salah Satu Pelaku Diduga Atlet MMA Menggugat Sistem Global, Haidar Alwi Dorong Emas Rakyat Jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi RI Sekawan Limo 2 Tayang Mei 2026: Dari Reuni Santai Berujung Teror Pesugihan PHI Group Borong 2 Penghargaan di Grand Honors 2026, Ekspansi 27 Hotel dan Bidik Pasar ASEAN

News

Adies Kadir: Gaji Pokok DPR Hanya Rp6,5 Juta, Tapi Tunjangan Bisa Bikin Netizen Mendadak Pening

badge-check


					Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir bantah isu gaji DPR Rp100 juta per bulan. Ia sebut gaji pokok hanya Rp6,5 juta, tapi total dengan tunjangan bisa tembus Rp70 juta lebih (Foto:istimewa) Perbesar

Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir bantah isu gaji DPR Rp100 juta per bulan. Ia sebut gaji pokok hanya Rp6,5 juta, tapi total dengan tunjangan bisa tembus Rp70 juta lebih (Foto:istimewa)

PRABA INSIGHT-Publik sempat heboh dengan isu gaji anggota DPR tembus Rp100 juta per bulan. Tapi menurut Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, kabar itu nggak sepenuhnya benar. Ia menegaskan gaji pokok anggota dewan sampai sekarang masih stagnan.

Adies mencontohkan, sebagai pimpinan DPR, gaji pokok yang ia terima hanya sekitar Rp6,5 juta. Angka ini, kalau dibandingkan dengan UMR Jakarta, memang terasa tidak terlalu jauh. Bedanya, tentu saja, anggota DPR punya tambahan bonus bernama tunjangan.

Dan di sinilah cerita jadi menarik. Adies mengakui ada beberapa komponen tunjangan yang naik, tapi katanya bukan signifikan. Salah satunya: tunjangan beras.

“Jadi yang naik cuma tunjangan itu saja, tunjangan beras karena kita tahu beras, telur juga naik. Mungkin Menteri Keuangan kasihan dengan kawan-kawan DPR,” kata Adies di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Menurutnya, sebelumnya ia menerima tunjangan beras sekitar Rp10 juta per bulan. Sekarang naik jadi Rp12 juta. Tunjangan bensin juga ikut naik, dari kisaran Rp4–5 juta menjadi Rp7 juta per bulan.

Adies pun berterima kasih dengan kenaikan itu. Walau, katanya, biaya mobilitas anggota dewan sebetulnya jauh lebih besar.

Secara total, gaji plus tunjangan bersih anggota DPR ada di kisaran Rp69 juta sampai Rp70 juta per bulan. Itu belum termasuk tunjangan perumahan sekitar Rp50 juta per bulan—yang diberikan kalau anggota DPR tidak lagi menempati rumah dinas.

“Gaji itu kan di luar perumahan. Ada tunjangan beras, tunjangan kesehatan, banyak tunjangan lain. Jadi total sekitar Rp70 juta per bulan,” jelas politikus Golkar itu.

Jadi, kalau dihitung-hitung, angka Rp100 juta memang agak lebay. Tapi kalau ditotal dengan tunjangan perumahan, ya… bisa juga dianggap tembus bahkan lebih.

Penulis : Andi Ramadhan | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ceramah di Kolong Tol, Ustadz Endang: Harta dari Judol dan Pinjol Bisa Jadi Petaka

21 April 2026 - 19:43

Dari Rp200 Ribu ke Rp311 Juta: Drama Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang Bikin Dompet Mau Pensiun Dini

20 April 2026 - 14:56

Mahasiswa UNPAM Desak Pengusutan Tuntas Kasus Penyerangan Andrie Yunus hingga Aktor Intelektual

18 April 2026 - 15:07

Seleknas KKI 2026 Digelar, OSO: Menang Kalah Biasa, Kejujuran yang Utama

18 April 2026 - 14:02

Masuknya MBG ke Pos Pendidikan Dipertanyakan MK: Kebijakan atau Akal-akalan Anggaran?

18 April 2026 - 08:48

Trending di News