Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

Regional

Dituduh Curi Besi Bekas Panggung, Pengusaha Pekalongan Ditahan Setelah Menolak Uang Damai Rp120 Juta

badge-check

Polres Pekalongan. Penetapan status hukum itu menuai sorotan setelah kuasa hukumnya menyebut kliennya sempat diminta membayar uang damai senilai Rp120 juta dalam proses mediasi di kantor polisi. (Foto:Ist) Perbesar

Polres Pekalongan. Penetapan status hukum itu menuai sorotan setelah kuasa hukumnya menyebut kliennya sempat diminta membayar uang damai senilai Rp120 juta dalam proses mediasi di kantor polisi. (Foto:Ist)

PRABA INSIGHT- Seorang pengusaha penggilingan padi di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rohmat Ngadio (55), ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Pekalongan. Penetapan status hukum itu menuai sorotan setelah kuasa hukumnya menyebut kliennya sempat diminta membayar uang damai senilai Rp120 juta dalam proses mediasi di kantor polisi.

“Klien saya hanya diam saat dimintai uang sebesar Rp120 juta, karena takut salah bicara. Saat itu dia berada di ruang Kapolsek bersama pelapor,” ujar Muhammad Zaenuddin, kuasa hukum Rohmat, dalam keterangannya pada Rabu, 25 Juni 2025.

Kasus bermula saat halaman penggilingan padi milik Rohmat di Desa Sembungjambu, Kecamatan Bojong, digunakan untuk panggung hiburan musik dangdut pada 2 April 2025. Panggung itu didirikan atas permintaan warga, tanpa izin resmi kepada pemilik lahan. Rohmat, menurut pengacaranya, tak mempersoalkan karena lokasi lain dianggap tak memungkinkan.

Namun, dua pekan pasca acara, panggung tak kunjung dibongkar. Bahkan sebagian rangka besi ambruk dihantam hujan dan angin. Karena mengganggu aktivitas penggilingan padi, Rohmat dan warga akhirnya membersihkan potongan besi yang berserakan.

“Potongan besi itu kemudian dijual ke pengepul seharga Rp3,6 juta dan hasilnya dimasukkan ke kas musala untuk dikelola warga,” kata Zaenuddin.

Belakangan, pemilik panggung merasa kehilangan besi panggung dan melaporkannya ke Polsek Bojong pada 18 April 2025. Sebelumnya, mediasi sempat digelar dan disepakati bahwa barang yang diklaim hilang akan dikembalikan. Bahkan, barang sudah ditebus dari pengepul dan dititipkan ke polisi pada 22 April 2025.

“Klien saya sudah memenuhi kesepakatan. Tapi anehnya, satu bulan kemudian malah dikirimi surat pemanggilan sebagai saksi untuk BAP tambahan, lalu langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” jelasnya.

Zaenuddin menyebut kliennya sempat ditahan terlebih dulu pada Senin, 23 Juni 2025 pukul 16.30 WIB dan baru keesokan harinya menerima surat resmi penahanan. Ia menilai proses tersebut cacat hukum karena kliennya tak pernah menerima SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) sebagaimana mestinya.

“Sampai saat ini belum ada SPDP yang kami terima. Kami juga sudah ajukan penangguhan penahanan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyayangkan proses mediasi yang justru berujung pada tekanan agar kliennya membayar uang damai. “Bahasanya jelas, kalau tak bayar Rp120 juta, ya kasus lanjut. Kalau bisa bayar, perkara selesai. Ini seperti pemaksaan,” imbuhnya.

Zaenuddin menilai seharusnya perkara ini dapat diselesaikan secara Restorative Justice (RJ), sebab semua unsur telah terpenuhi: kerugian telah diganti dan para pihak telah dimediasi. Namun, menurutnya, pendekatan hukum yang seharusnya restoratif malah bergeser menjadi represif.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pekalongan, AKP Danang Sri Wiratno, membenarkan penetapan Rohmat sebagai tersangka. Ia menyatakan belum ada permohonan RJ maupun penangguhan penahanan yang diterima pihaknya.

“Benar, baru kemarin ditahan dan sudah ditetapkan tersangka. Soal RJ, sejauh ini tidak ada pengajuan,” ujar Danang saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Danang juga menyebut tidak menerima kabar soal upaya penangguhan penahanan dari pihak keluarga maupun kuasa hukum tersangka. “Saya sedang di Semarang, sejauh ini belum ada kabar dari Bojong,” ujarnya singkat.

 

Penulis : Deny Darmono | Editor: Irfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Deni Muhammad Ali Ditunjuk Jadi Ketua Panitia Muaythai Porprov Jabar 2026

3 Agustus 2026 - 21:40

Perumda Tirta Bhagasasi Kena ‘Stroke Berat’, Utang Naik Laba Anjlok

3 Agustus 2026 - 14:52

SOMASI Minta Kapolres Baru Kota Bekasi Buka Ruang Dialog dengan Warga

1 Agustus 2026 - 13:17

Trending di News