Menu

Otomatis
Breaking News

News

Empat Pulau Aceh ‘Hijrah’ ke Sumut: Dugaan Geng Solo Main Belakang, DPR Diminta Turun Tangan

badge-check

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (kiri) bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (4/6/2026) (foto:ANTARA) Perbesar

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (kiri) bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (4/6/2026) (foto:ANTARA)

PRABA INSIGHT – Empat pulau di Aceh mendadak “pindah alamat” ke Sumatera Utara. Bukan karena diusir, tapi karena SK dari Kementerian Dalam Negeri.

Pulau Mangkir Gadang, Mangkir Ketek, Lipan, dan Panjang kini sah secara administratif masuk ke wilayah Sumut.

Tapi, keputusan ini bikin dahi masyarakat berkerut dan telunjuk mulai diarahkan ke satu nama: Jokowi. Plus bonus menantunya, Bobby Nasution.

Kecurigaan soal adanya “aroma” politik di balik pemindahan ini disuarakan oleh Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan.

Menurutnya, ada kemungkinan kuat keputusan ini bukan cuma soal batas wilayah, tapi juga soal batas kepentingan yang bisa jadi merembet ke urusan ekonomi, politik, dan (takutnya) disintegrasi.

“Soal SK Kemendagri terkait empat pulau Aceh yang diserahkan ke Sumut, wajar akan menimbulkan kecurigaan agenda politik terselubung di balik itu,” ujar Iwan dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (12/6/2025).

Ia menyebut dua tokoh kunci: Mendagri Tito Karnavian, yang dikenal loyalis Jokowi, dan Bobby Nasution, yang bukan cuma Gubernur Sumut, tapi juga menantu Jokowi.

Kombinasi yang cukup untuk bikin orang bertanya-tanya: ini kebijakan netral atau kebijakan “Keluarga Besar”?

“Indikator yang menimbulkan kecurigaan tersebut secara politik dikaitkan dengan Keluarga Jokowi atau Geng Solo. Gubernur Sumut merupakan menantu Jokowi dan Mendagri juga dikenal sebagai loyalisnya,” tambah Iwan.

Yang bikin makin panas, ada dugaan bahwa wilayah perairan sekitar empat pulau itu menyimpan sumber daya alam yang cukup menggoda.

Kalau benar begitu, perpindahan ini bukan cuma soal peta, tapi juga potensi cuan besar yang bisa bikin orang ramai-ramai cari tahu: siapa yang bakal diuntungkan?

Iwan juga mengingatkan, Aceh bukan daerah sembarangan. Ada sejarah panjang perlawanan dan sentimen terhadap isu kedaulatan wilayah.

Jadi kalau ada keputusan sepihak tanpa komunikasi yang jelas, bukan tak mungkin akan memicu reaksi keras dari masyarakat setempat.

Ia pun mendorong agar DPR RI, khususnya Komisi II, ikut turun tangan. Bukan hanya untuk minta penjelasan ke Mendagri, tapi juga demi mencegah situasi ini jadi bola salju yang susah dikendalikan.

“Mendagri mestinya bijak dalam mengambil keputusan. Jangan sampai efeknya menimbulkan juga isu disintegrasi. Mungkin DPR RI khususnya Komisi II bisa juga memanggil Mendagri untuk dimintai penjelasan, bila perlu melakukan mediasi untuk mencapai kesepakatan terbaik,” pungkas Iwan.

 

Penulis : Deny Darmono | Editor: Irfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

PAC PDIP Bekasi Barat Gelar Senam Bersama Rakyat, Gilang: Ini Wadah Aspirasi

24 Agu 2026 - 21:43 WIB

PAC PDIP Bekasi Barat Gelar Senam Bersama Rakyat, Gilang: Ini Wadah Aspirasi

Jelang Aksi 27 Agustus, Ojol Merah Putih Serukan Persatuan dan Tolak Provokasi

24 Agu 2026 - 11:37 WIB

Jelang Aksi 27 Agustus, Ojol Merah Putih Serukan Persatuan dan Tolak Provokasi

Doa Terakhir Risma Sebelum Gempa NTT: ‘Semoga Kampung Kami Tidak Seperti Aceh

23 Agu 2026 - 19:02 WIB

Doa Terakhir Risma Sebelum Gempa NTT: ‘Semoga Kampung Kami Tidak Seperti Aceh

Bencana Kebakaran 72 Ribu Hektare, Haji Isam Disebut Jadi ‘Komandan’? Ini kata Istana

23 Agu 2026 - 18:45 WIB

Bencana Kebakaran 72 Ribu Hektare, Haji Isam Disebut Jadi ‘Komandan’? Ini kata Istana

Pensiun Jadi Kapolri, Listyo Sigit Malah Siap Pimpin Demo Jika Desk Buruh Mandek

23 Agu 2026 - 18:32 WIB

Pensiun Jadi Kapolri, Listyo Sigit Malah Siap Pimpin Demo Jika Desk Buruh Mandek
Trending di News