Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

News

Gaduh di Gading Nias: Soal IPL, Hoaks, dan Ancaman Hukum

badge-check

foto apartement Gading Nias (ist) Perbesar

foto apartement Gading Nias (ist)

PRABAINSIGHT.COM-JAKARTA-Sudah beberapa hari ini, grup WhatsApp penghuni Apartemen Gading Nias Residences (GNR) ramai bukan main. Ada yang mengeluh soal IPL naik, ada yang protes tentang Sinking Fund, ada juga yang tiba-tiba menyebut “pelanggaran HAM”. Entah sejak kapan tagihan apartemen jadi urusan hak asasi manusia.

Edison Manurung, Ketua PPPSRS GNR, geleng-geleng kepala membaca berita yang beredar di media online. Katanya, penghuni diintimidasi, dipaksa membayar iuran, bahkan ada premanisme di apartemen.

“Kok bisa begitu ya? Kami cuma kasih surat pemberitahuan soal tunggakan, malah dibilang melanggar HAM. Coba kalau kantor pajak kasih surat teguran, apa itu juga pelanggaran HAM?” katanya sambil tersenyum kecut, Kamis (13/3/2025).

Tapi ini bukan urusan sepele. Berita bohong sudah terlanjur menyebar, membuat sebagian penghuni resah. Ada yang takut tiba-tiba listrik apartemennya dicabut, ada yang khawatir keamanan terganggu.

Padahal, kata Edison, mayoritas penghuni baik-baik saja. Dari total 6.340 unit dan kios, sebanyak 5.438 sudah membayar tarif baru tanpa ribut-ribut.

“Yang protes ini sebenarnya cuma segelintir. Tapi mereka paling berisik di media,” ujarnya.

Mediasi Deadlock, Tapi Kok Ada Hasil?

Satu hal yang membuat Edison bingung adalah klaim bahwa mediasi soal IPL ini berakhir deadlock.

“Kalau benar buntu, seharusnya nggak ada keputusan, kan? Tapi mereka bilang Badan Pengelola tetap jalan dengan kebijakan yang bertentangan dengan hasil mediasi. Lho, hasilnya apa kalau deadlock?” katanya heran.

Ada juga hoaks lain yang tak kalah heboh: PPPSRS dituduh menaikkan tarif listrik.

“Itu nggak benar. Nggak ada kenaikan tarif listrik di GNR,” tegas Edison.

Menurutnya, isu itu sengaja dimainkan untuk bikin penghuni panik.

Kalau Keberatan, Gugat Saja

Edison menegaskan, PPPSRS siap dikritik. Tapi kalau kritiknya pakai berita bohong? Itu lain cerita.

“Kalau memang ada yang keberatan, ya tempuh jalur hukum. Jangan bikin hoaks, terus nggak berani kasih nama di media,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa penyesuaian IPL dan SF ini bukan keputusan asal-asalan. Sejak 2017, tarif di GNR belum pernah naik, sementara biaya operasional terus membengkak. Rapat Umum Tahunan Anggota (RUTA) yang digelar September 2024 lalu sudah membahas ini dengan detail, lengkap dengan laporan keuangan yang diaudit akuntan publik.

“Semua transparan, semua sudah dijawab dalam forum. Jadi, apalagi yang kurang jelas?” pungkasnya.

Di luar, suasana Gading Nias Residences tetap seperti biasa. Warga yang tak ambil pusing tetap menjalani hari-hari mereka. Yang telanjur termakan hoaks, mungkin masih sibuk mengetik di grup WhatsApp.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Trending di News