Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

News

Seleknas KKI 2026 Digelar, OSO: Menang Kalah Biasa, Kejujuran yang Utama

badge-check

Seleknas dan Pelatnas KKI 2026 digelar di Jakarta. Oesman Sapta menekankan integritas, sportivitas, dan peran wasit dalam pembinaan atlet karate menuju Kejurnas PB FORKI.(doc.prabainsight.com) Perbesar

Seleknas dan Pelatnas KKI 2026 digelar di Jakarta. Oesman Sapta menekankan integritas, sportivitas, dan peran wasit dalam pembinaan atlet karate menuju Kejurnas PB FORKI.(doc.prabainsight.com)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Pengurus Pusat Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) memulai Seleksi Nasional (Seleknas) dan Pelatihan Nasional (Pelatnas) 2026 di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu, 18 April 2026. Agenda ini merupakan bagian dari persiapan menuju Kejuaraan Nasional PB FORKI tahun 2026.

Sebanyak atlet dari 16 provinsi ambil bagian dalam seleksi tersebut. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai tahap penyaringan atlet yang dinilai layak untuk dibina lebih lanjut ke tingkat nasional hingga internasional.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) KKI, Oesman Sapta, atau OSO menyatakan bahwa proses seleksi tahun ini akan diarahkan oleh dewan guru baru bersama jajaran pelatih nasional, termasuk Sensei Matsuzaki.

“Seleksi nasional yang baru dibuka tadi lantas nanti akan di kendalikan oleh dewan guru yang baru Sensei Matsuzaki dan temen-temen pelatih Indonesia yang sudah siap dan nanti mereka akan memperjuangkan dengan tehnik-teknik baru,” kata Oesman Sapta.

Ia memberi perhatian khusus pada aspek penilaian dalam pertandingan. Menurut dia, kualitas kompetisi sangat ditentukan oleh integritas wasit.

“Yang nanti yang akan dibutuhkan adalah kejujuran wasit dalam menilai baik wasit KKI sendiri maupun wasit nasional yaitu sebabnya kita mengharapkan karate ini adalah sportivitas, sportivitas itu adalah penting sekali untuk mencapai kejuaraan nasional maupun kejuaraan dunia,” ujarnya.

Oesman Sapta juga mengakui adanya dinamika dalam pertandingan, termasuk potensi kecurangan. Namun ia menegaskan bahwa praktik tersebut tidak dapat ditoleransi dalam lingkungan KKI.

“Terus terang saja atlet KKI dari dulu itu siap terus tidak pernah gak siap tapi kalau ada kalah menang itu biasa ada juga kecurangan-kecurangan biasa tapi kita gak setuju atlet kita sendiri gak boleh curang wasit kita sendiri tidak boleh curang,” katanya.

Ia menambahkan, KKI belum menetapkan target spesifik bagi dewan guru yang baru. Organisasi, kata dia, lebih menitikberatkan pada proses pembinaan jangka panjang.

“Untuk sementara ketua dewan guru kita baru kita gak pakai target targetnya sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Selain untuk kepentingan prestasi olahraga, Seleknas dan Pelatnas ini juga diposisikan sebagai bagian dari pembinaan generasi muda. KKI memandang olahraga sebagai instrumen untuk mengarahkan anak muda menjauhi perilaku berisiko seperti tawuran, konsumsi alkohol, dan penyalahgunaan narkoba.

Panitia menyebut kegiatan ini juga memberi nilai tambah bagi atlet dalam bidang pendidikan. Sertifikat yang diperoleh dapat digunakan sebagai jalur prestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Melalui agenda ini, KKI menargetkan lahirnya atlet yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga menjunjung prinsip sportivitas dalam setiap kompetisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1

7 Agustus 2026 - 22:23

Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan

7 Agustus 2026 - 20:50

Trending di Sport