PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Pengurus Pusat Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) memulai Seleksi Nasional (Seleknas) dan Pelatihan Nasional (Pelatnas) 2026 di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu, 18 April 2026. Agenda ini merupakan bagian dari persiapan menuju Kejuaraan Nasional PB FORKI tahun 2026.
Sebanyak atlet dari 16 provinsi ambil bagian dalam seleksi tersebut. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai tahap penyaringan atlet yang dinilai layak untuk dibina lebih lanjut ke tingkat nasional hingga internasional.
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) KKI, Oesman Sapta, atau OSO menyatakan bahwa proses seleksi tahun ini akan diarahkan oleh dewan guru baru bersama jajaran pelatih nasional, termasuk Sensei Matsuzaki.
“Seleksi nasional yang baru dibuka tadi lantas nanti akan di kendalikan oleh dewan guru yang baru Sensei Matsuzaki dan temen-temen pelatih Indonesia yang sudah siap dan nanti mereka akan memperjuangkan dengan tehnik-teknik baru,” kata Oesman Sapta.
Ia memberi perhatian khusus pada aspek penilaian dalam pertandingan. Menurut dia, kualitas kompetisi sangat ditentukan oleh integritas wasit.
“Yang nanti yang akan dibutuhkan adalah kejujuran wasit dalam menilai baik wasit KKI sendiri maupun wasit nasional yaitu sebabnya kita mengharapkan karate ini adalah sportivitas, sportivitas itu adalah penting sekali untuk mencapai kejuaraan nasional maupun kejuaraan dunia,” ujarnya.
Oesman Sapta juga mengakui adanya dinamika dalam pertandingan, termasuk potensi kecurangan. Namun ia menegaskan bahwa praktik tersebut tidak dapat ditoleransi dalam lingkungan KKI.
“Terus terang saja atlet KKI dari dulu itu siap terus tidak pernah gak siap tapi kalau ada kalah menang itu biasa ada juga kecurangan-kecurangan biasa tapi kita gak setuju atlet kita sendiri gak boleh curang wasit kita sendiri tidak boleh curang,” katanya.
Ia menambahkan, KKI belum menetapkan target spesifik bagi dewan guru yang baru. Organisasi, kata dia, lebih menitikberatkan pada proses pembinaan jangka panjang.
“Untuk sementara ketua dewan guru kita baru kita gak pakai target targetnya sebanyak-banyaknya,” ujarnya.
Selain untuk kepentingan prestasi olahraga, Seleknas dan Pelatnas ini juga diposisikan sebagai bagian dari pembinaan generasi muda. KKI memandang olahraga sebagai instrumen untuk mengarahkan anak muda menjauhi perilaku berisiko seperti tawuran, konsumsi alkohol, dan penyalahgunaan narkoba.
Panitia menyebut kegiatan ini juga memberi nilai tambah bagi atlet dalam bidang pendidikan. Sertifikat yang diperoleh dapat digunakan sebagai jalur prestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Melalui agenda ini, KKI menargetkan lahirnya atlet yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga menjunjung prinsip sportivitas dalam setiap kompetisi.







