PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Rumah mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) nonaktif, Silmy Karim, di kawasan Brawijaya III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mendadak menjadi pusat perhatian pada Jumat (5/6/2026) malam. Bukan tanpa alasan, sejumlah kendaraan mewah mulai dari sepeda motor premium hingga mobil sport terlihat keluar dari kediaman tersebut setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan selama kurang lebih lima jam.
Pemandangan itu menyita perhatian warga sekitar. Sekitar pukul 19.00 WIB, sebuah mobil derek tampak keluar dari area rumah sambil membawa sekitar lima unit sepeda motor yang tertutup kain hitam. Tak lama berselang, derek kedua menyusul dengan muatan empat sepeda motor mewah yang diketahui berasal dari merek ternama seperti Harley Davidson dan Ducati.
Tak hanya roda dua, penyidik juga membawa sejumlah aset lain. Sekitar lima unit sepeda road bike berbagai merek turut diamankan dari lokasi. Deretan kendaraan yang keluar dari rumah Silmy semakin mencolok ketika dua mobil sport Porsche dua pintu berwarna merah dan putih ikut dibawa meninggalkan lokasi.
Bersamaan dengan proses pengangkutan kendaraan tersebut, tim penyidik KPK juga terlihat meninggalkan kediaman Silmy. Penggeledahan yang berlangsung selama berjam-jam itu menjadi bagian dari pengembangan perkara dugaan pemerasan dalam proses pemberian izin tinggal bagi warga negara asing (WNA) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa langkah penggeledahan dilakukan setelah lembaga antirasuah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
“Pasca kemarin KPK menetapkan 8 orang sebagai tersangka dalam penyidikan perkara ini, hari ini tim langsung melakukan penggeledahan di rumah salah satu tersangka yaitu SK,” kata Budi saat dikonfirmasi wartawan, Jumat.
Menurut Budi, penggeledahan ini bertujuan untuk mencari serta melengkapi alat bukti yang dibutuhkan penyidik dalam mengusut perkara tersebut.
“KPK meyakini, dalam penggeledahan ini ada bukti-bukti tambahan yang dibutuhkan penyidik untuk membantu mengungkap perkara ini menjadi terang,” pungkasnya.
Langkah penyitaan berbagai kendaraan bernilai tinggi dari kediaman Silmy Karim menandai babak baru dalam penyidikan kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA. Kini, perhatian publik tertuju pada sejauh mana temuan dari penggeledahan tersebut dapat memperkuat konstruksi perkara yang tengah dibangun KPK.







