PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Banyak pengendara motor menganggap tangan kesemutan saat touring atau berkendara jarak jauh cuma efek capek biasa. Padahal, kondisi itu bisa jadi sinyal awal saraf kejepit di pergelangan tangan hingga leher.
Getaran motor, posisi tangan yang terlalu lama menggenggam stang, sampai helm yang terlalu berat ternyata bisa memicu gangguan saraf yang kalau dibiarkan berisiko bikin genggaman tangan melemah.
Yang bikin repot, gejalanya sering disepelekan. Orang baru panik ketika jari mulai kebas, susah menggenggam, atau otot telapak tangan terlihat mengempis.
Secara umum, ada tiga penyebab utama tangan kesemutan saat motoran. Mulai dari carpal tunnel syndrome, saraf ulnar kejepit, sampai saraf leher C6-C7 yang bermasalah.
1. Carpal Tunnel Syndrome, Biang Kerok Paling Sering
Kasus paling umum adalah carpal tunnel syndrome atau CTS. Kondisi ini terjadi ketika saraf median di pergelangan tangan tertekan.
Motoran jadi pemicu karena pengendara terlalu lama menggenggam stang sambil menekuk pergelangan tangan. Belum lagi getaran mesin yang terus menghantam area saraf dan penggunaan sarung tangan yang terlalu sempit.
Gejalanya cukup khas: kesemutan muncul di jempol, telunjuk, jari tengah, dan setengah jari manis. Biasanya terasa di telapak tangan dan sering makin parah saat malam hari.
Banyak penderita CTS juga mengeluh tangan kebas saat bangun tidur.
Cara sederhana untuk mengeceknya adalah mengetuk bagian pergelangan tangan sisi telapak. Kalau muncul sensasi seperti tersetrum hingga ke jari, kemungkinan saraf median sedang terjepit.
2. Saraf Ulnar Kejepit karena Posisi Tangan di Stang
Kalau kesemutan dominan di jari kelingking dan setengah jari manis, masalahnya bisa berasal dari saraf ulnar.
Kondisi ini sering terjadi karena pengendara terlalu lama menumpukan telapak tangan sisi kelingking ke stang motor.
Efeknya bukan cuma kesemutan. Dalam kondisi tertentu, genggaman tangan bisa terasa lemah dan sulit dipakai menjepit benda kecil.
Jika saraf terjepit di area siku, kesemutan bahkan bisa menjalar sampai punggung tangan sisi kelingking.
3. Ternyata Bisa Berasal dari Leher
Banyak orang tak sadar bahwa saraf kejepit di leher juga bisa memunculkan gejala di tangan.
Saraf leher C6-C7 bisa tertekan akibat posisi berkendara yang terlalu menunduk atau penggunaan helm berat dalam waktu lama.
Biasanya gejala dimulai dari leher atau bahu, lalu menjalar ke lengan hingga jari-jari tangan. Leher juga terasa kaku dan sakit saat menoleh.
Cara Cepat Membedakan Penyebab Kesemutan
Kalau jempol, telunjuk, dan jari tengah yang kesemutan, kemungkinan besar masalah ada di saraf median atau carpal tunnel.
Kalau yang terasa justru kelingking dan jari manis, saraf ulnar lebih mungkin jadi penyebab.
Sementara jika seluruh jari ikut kesemutan disertai nyeri leher dan lengan, sumber masalahnya kemungkinan berasal dari saraf leher C6-C7.
Solusi Sederhana Biar Tangan Nggak Kebas saat Motoran
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar saraf tidak terus-terusan tertekan saat berkendara.
Pertama, posisi pergelangan tangan harus dibuat tetap lurus dan sejajar dengan lengan. Hindari posisi terlalu menekuk ke atas atau bawah.
Kedua, jangan menggenggam stang terlalu keras. Sesekali ubah posisi tangan, terutama saat berhenti di lampu merah.
Ketiga, jangan biarkan seluruh berat badan bertumpu di tangan. Otot perut perlu ikut menopang posisi tubuh saat berkendara.
Selain itu, penggunaan sarung tangan dengan bantalan gel dan grip stang yang lebih empuk juga bisa membantu meredam getaran motor.
Bagi pengendara yang sering pegal di leher, peninggi stang bisa jadi solusi agar posisi berkendara tidak terlalu menunduk.
Stretching 2 Menit Bisa Bikin Saraf Lebih “Napas”
Setiap berhenti, pengendara disarankan melakukan peregangan sederhana.
Caranya dengan meluruskan tangan, telapak menghadap depan, lalu menarik jari ke belakang selama 15 detik menggunakan tangan satunya.
Gerakan lain seperti menggelengkan kepala perlahan ke kiri, kanan, atas, dan bawah juga membantu mengurangi ketegangan saraf leher.
Mengepal dan membuka jari sebanyak 10 kali juga efektif membantu melancarkan aliran darah ke tangan.
Jangan Tunggu Sampai Genggaman Hilang
Kalau kesemutan tidak hilang meski sudah tidak motoran, kondisi itu sebaiknya tidak dianggap enteng.
Apalagi jika jempol mulai lemah, sulit menjepit benda, atau otot telapak tangan mulai cekung. Kondisi seperti itu bisa menandakan gangguan saraf sudah cukup berat.
Pemeriksaan ke dokter saraf disarankan bila keluhan berlangsung lebih dari dua bulan atau makin sering kambuh.











