Menu

Mode Gelap
Gaduh Tahanan Yaqut, KPK Minta Maaf: Asep Sebut Kekecewaan Publik Adalah Dukungan RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana Abdullah Kelrey Tantang KPK, Desak Pemeriksaan Puan Maharani dan Hapsoro Mobil Setan: Penumpang yang Tak Pernah Turun Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka Koalisi Sipil Desak Proses Hukum Kepala BAIS dan Peradilan Umum dalam Kasus Andrie Yunus

News

LIMA Nusantara: Wacana TNI Jaga Kilang Minyak Boleh Saja, Asal Regulasi Nggak Dipreteli

badge-check


					LIMA Nusantara yang menyoroti wacana pelibatan TNI di objek vital negara, menekankan pentingnya sinergi dan kepatuhan regulasi tanpa menabrak kewenangan sipil.(Ist) Perbesar

LIMA Nusantara yang menyoroti wacana pelibatan TNI di objek vital negara, menekankan pentingnya sinergi dan kepatuhan regulasi tanpa menabrak kewenangan sipil.(Ist)

PRABA INSIGHT- JAKARTA – Liga Mahasiswa Arab Nusantara (LIMA Nusantara) ikut angkat suara soal ide pelibatan TNI untuk menjaga objek vital negara, termasuk kilang minyak. Ketua mereka, Ali Alkatiri, tampaknya memilih mode “tenang tapi nyentil” dalam menanggapi wacana ini.

Menurut Ali, negara itu kalau mau kuat, ya harus rukun dulu antar lembaga. Bukan malah saling serobot urusan.

“Kalau TNI mau turun jaga objek vital, ya mestinya bareng sama yang lain. Jangan tiba-tiba datang bawa senjata terus bilang ‘kami ambil alih’. Itu kan ada aturannya,” kata Ali—kurang lebih seperti orang yang mengingatkan kawannya agar antre donat sesuai nomor.

Aturannya Sudah Ada, Bukan Barang Hilang

Ali mengingatkan bahwa urusan pengamanan objek vital itu sebenarnya sudah ‘paket lengkap’ di Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002. Ranah sipil, katanya, tetap jadi rumah besar pengamanan. Ada security internal perusahaan, ada Polri, dan bila perlu baru TNI dipanggil lewat mekanisme resmi.

“Kita ini punya Keppres 63/2004. Di situ jelas, Polri bisa minta bantuan TNI. Jadi bukan TNI langsung menggusur Polri,” kata Ali, seolah sedang menjelaskan aturan main kartu remi.

Ia heran kenapa hal yang sudah rapi selama hampir 27 tahun mendadak jadi bola panas. “Udah puluhan tahun aman-aman saja. Kok tiba-tiba jadi bahan debat ramai?”

Masalah Energi, Jangan Jadi Alasan ‘Bebas Parkir’ di Aturan

Ali sepakat ketahanan energi itu penting. Bahkan sangat penting. Tapi menurutnya, kalau alasan itu dipakai untuk menabrak regulasi, ya malah runyam.

“Kalau semua taat aturan, ketahanan energi juga enak dibahasnya. Tapi kalau caranya mulai nginjek-ninjek aturan, ya negara yang repot,” ujarnya.

Fokus Pertahanan Bukan Cuma Soal Siapa Jaga Apa

Ali juga memberi wejangan halus ke Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin. Menurutnya, kementerian pertahanan punya PR yang jauh lebih empuk untuk digarap.

“Pak Menhan lebih baik fokus ke alutsista, sistem pertahanan, kesejahteraan prajurit. Itu lho, hal-hal yang bikin negara makin kuat,” kata Ali.

Ia menambahkan bahwa ranah sipil juga punya perannya sendiri. Jangan sampai kebijakan yang tergesa-gesa justru bikin stabilitas ikut goyah. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gaduh Tahanan Yaqut, KPK Minta Maaf: Asep Sebut Kekecewaan Publik Adalah Dukungan

27 Maret 2026 - 12:11 WIB

RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana

27 Maret 2026 - 09:05 WIB

Abdullah Kelrey Tantang KPK, Desak Pemeriksaan Puan Maharani dan Hapsoro

27 Maret 2026 - 08:09 WIB

Koalisi Sipil Desak Proses Hukum Kepala BAIS dan Peradilan Umum dalam Kasus Andrie Yunus

26 Maret 2026 - 08:20 WIB

Pesan Pramono ke Pendatang: Jakarta Bukan Tempat Coba Nasib Tanpa Skill

26 Maret 2026 - 07:29 WIB

Trending di News