Menu

Mode Gelap
Menikmati Wagyu hingga Daechang di Gahyo Cikarang, Restoran Korea Favorit Pebisnis KAUP Gelar PentaSeni 2026 di Kampus Pancasila, Jadi Momen Perpisahan Kepengurusan Dasco Rakernas Perdana Haidar Alwi Institute di Tengah Dinamika Politik Nasional Kantor Pegadaian Wilayah IX Jakarta 2 Tancap Gas Digitalisasi Transaksi Emas Lewat Aplikasi Tring Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi

News

LIMA Nusantara: Wacana TNI Jaga Kilang Minyak Boleh Saja, Asal Regulasi Nggak Dipreteli

badge-check


					LIMA Nusantara yang menyoroti wacana pelibatan TNI di objek vital negara, menekankan pentingnya sinergi dan kepatuhan regulasi tanpa menabrak kewenangan sipil.(Ist) Perbesar

LIMA Nusantara yang menyoroti wacana pelibatan TNI di objek vital negara, menekankan pentingnya sinergi dan kepatuhan regulasi tanpa menabrak kewenangan sipil.(Ist)

PRABA INSIGHT- JAKARTA – Liga Mahasiswa Arab Nusantara (LIMA Nusantara) ikut angkat suara soal ide pelibatan TNI untuk menjaga objek vital negara, termasuk kilang minyak. Ketua mereka, Ali Alkatiri, tampaknya memilih mode “tenang tapi nyentil” dalam menanggapi wacana ini.

Menurut Ali, negara itu kalau mau kuat, ya harus rukun dulu antar lembaga. Bukan malah saling serobot urusan.

“Kalau TNI mau turun jaga objek vital, ya mestinya bareng sama yang lain. Jangan tiba-tiba datang bawa senjata terus bilang ‘kami ambil alih’. Itu kan ada aturannya,” kata Ali—kurang lebih seperti orang yang mengingatkan kawannya agar antre donat sesuai nomor.

Aturannya Sudah Ada, Bukan Barang Hilang

Ali mengingatkan bahwa urusan pengamanan objek vital itu sebenarnya sudah ‘paket lengkap’ di Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002. Ranah sipil, katanya, tetap jadi rumah besar pengamanan. Ada security internal perusahaan, ada Polri, dan bila perlu baru TNI dipanggil lewat mekanisme resmi.

“Kita ini punya Keppres 63/2004. Di situ jelas, Polri bisa minta bantuan TNI. Jadi bukan TNI langsung menggusur Polri,” kata Ali, seolah sedang menjelaskan aturan main kartu remi.

Ia heran kenapa hal yang sudah rapi selama hampir 27 tahun mendadak jadi bola panas. “Udah puluhan tahun aman-aman saja. Kok tiba-tiba jadi bahan debat ramai?”

Masalah Energi, Jangan Jadi Alasan ‘Bebas Parkir’ di Aturan

Ali sepakat ketahanan energi itu penting. Bahkan sangat penting. Tapi menurutnya, kalau alasan itu dipakai untuk menabrak regulasi, ya malah runyam.

“Kalau semua taat aturan, ketahanan energi juga enak dibahasnya. Tapi kalau caranya mulai nginjek-ninjek aturan, ya negara yang repot,” ujarnya.

Fokus Pertahanan Bukan Cuma Soal Siapa Jaga Apa

Ali juga memberi wejangan halus ke Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin. Menurutnya, kementerian pertahanan punya PR yang jauh lebih empuk untuk digarap.

“Pak Menhan lebih baik fokus ke alutsista, sistem pertahanan, kesejahteraan prajurit. Itu lho, hal-hal yang bikin negara makin kuat,” kata Ali.

Ia menambahkan bahwa ranah sipil juga punya perannya sendiri. Jangan sampai kebijakan yang tergesa-gesa justru bikin stabilitas ikut goyah. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAUP Gelar PentaSeni 2026 di Kampus Pancasila, Jadi Momen Perpisahan Kepengurusan Dasco

9 Februari 2026 - 17:48 WIB

Rakernas Perdana Haidar Alwi Institute di Tengah Dinamika Politik Nasional

9 Februari 2026 - 17:38 WIB

Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi

6 Februari 2026 - 15:26 WIB

Gelar UKW dan Pelatihan Digital, Sandri Rumanama Ingatkan Pers Jangan Tunduk

5 Februari 2026 - 12:30 WIB

Ketika Mens Rea Dipersoalkan, Pandji Pragiwaksono Menempuh Jalan Dialog

3 Februari 2026 - 13:56 WIB

Trending di News