Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

News

Mahasiswa atau Mahasewa? Pengakuan Rp20 Juta dari Pertemuan dengan Gibran Bikin Publik Garuk Kepala

badge-check

Seorang mahasiswa yang mengaku mengikuti pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengklaim menerima Rp20 juta dari pihak Istana.(Istimewa) Perbesar

Seorang mahasiswa yang mengaku mengikuti pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengklaim menerima Rp20 juta dari pihak Istana.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Pertemuan antara sejumlah mahasiswa dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang semula terlihat seperti agenda dialog biasa, kini berubah menjadi bahan perbincangan panas di media sosial. Penyebabnya bukan isi diskusi, melainkan pengakuan mengejutkan dari salah satu peserta yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Mahasiswa yang sebelumnya diketahui mengikuti pertemuan dengan Gibran dan mengaku berasal dari BEM Universitas Bung Karno itu mengklaim telah menerima bayaran sebesar Rp20 juta dari pihak Istana untuk menghadiri agenda tersebut.

Pengakuan yang beredar luas di berbagai platform media sosial itu sontak memantik beragam reaksi publik. Tak sedikit yang mempertanyakan independensi perwakilan mahasiswa dalam forum yang semestinya menjadi ruang dialog antara pemerintah dan generasi muda.

Jika klaim tersebut benar, publik tentu berhak mempertanyakan apakah suara mahasiswa yang hadir benar-benar mewakili aspirasi kampus atau justru menjadi bagian dari skenario yang sudah disiapkan sebelumnya. Namun di sisi lain, jika klaim itu tidak benar, maka tuduhan tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman yang tidak kecil.

Hingga artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana yang membenarkan maupun membantah klaim tersebut. Begitu pula dengan BEM Universitas Bung Karno yang belum memberikan klarifikasi terkait status mahasiswa yang mengaku mewakili organisasi kemahasiswaan tersebut.

Situasi ini membuat ruang publik dipenuhi spekulasi. Warganet pun mulai melontarkan berbagai sindiran. Salah satu istilah yang ramai muncul adalah “mahasewa”, plesetan dari kata mahasiswa yang digunakan untuk menyindir dugaan adanya imbalan dalam aktivitas yang seharusnya bersifat independen.

Terlepas dari benar atau tidaknya pengakuan tersebut, polemik ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap representasi mahasiswa dalam forum-forum resmi masih menjadi isu yang sensitif. Transparansi dari seluruh pihak terkait menjadi kunci agar polemik tidak terus berkembang menjadi bola liar yang sulit dikendalikan.

Untuk saat ini, publik masih menunggu penjelasan resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam klaim tersebut agar duduk persoalannya menjadi lebih terang dan tidak sekadar berhenti sebagai bahan perdebatan di media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan

5 Agustus 2026 - 11:45

Delapan Jam Menunggu Kamar Rawat, Dihujat karena BPJS, Kisah Yurizal Berakhir Pilu

5 Agustus 2026 - 10:48

Trending di News