Menu

Mode Gelap
Kantor Pegadaian Wilayah IX Jakarta 2 Tancap Gas Digitalisasi Transaksi Emas Lewat Aplikasi Tring Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi Kamar 307: Malam Saat Tangan Buntung Keluar dari Kolong Ranjang Kutukan Tuyul Turunan: Kekayaan yang Dibayar dengan Nyawa Anak Sendiri Sebulan Jadi Brimob Palsu: Masuk Mako, Ikut Latihan, dan Pegang Senjata Ketahuan Gara-gara Minta Rokok

News

Meutya Hafid Ungkap Jejak Uang di Balik Konten Ricuh: Dari Gift, Donasi, sampai Judi Online

badge-check


					Lewat Instagram, Meutya Hafid buka suara soal maraknya provokasi digital. Dari ajakan penjarahan, konten anarkis yang disiarkan live streaming, sampai cuan dari donasi dan judi online.(Foto:Istimewa) Perbesar

Lewat Instagram, Meutya Hafid buka suara soal maraknya provokasi digital. Dari ajakan penjarahan, konten anarkis yang disiarkan live streaming, sampai cuan dari donasi dan judi online.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Kalau Anda merasa akhir-akhir ini lini masa media sosial makin ramai dengan ajakan yang bikin jidat mengernyit, ternyata bukan cuma perasaan. Menteri Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Meutya Hafid, lewat unggahannya di Instagram @meutya_hafid, bilang kalau laporan masyarakat soal provokasi digital lagi naik tajam.

Provokasi ini bentuknya macam-macam. Ada yang ngajak penjarahan, ada yang dorong-dorongan penyerangan, sampai ada yang main-main isu SARA. Lengkap sudah, paket komplit.

“Informasi keliru menyebar sangat cepat, seperti banjir bandang yang menenggelamkan informasi benar, kritik konstruktif, dan aktivitas produktif,” tulis Meutya. Banjir bandang informasi, bayangkan saja, bukan cuma bikin basah, tapi bikin tenggelam.

Bukan Sekadar Provokasi, Tapi Bisnis

Yang bikin makin bikin dahi berlipat: provokasi ini ternyata tidak berdiri sendiri. Menurut Meutya, ada indikasi upaya terorganisir. Bahkan, sudah masuk ke level bisnis.

“Konten kekerasan dan anarkisme disiarkan live streaming, dimonetisasi lewat donasi dan gifts bernilai besar. Beberapa akun yang terlibat terhubung dengan jaringan judi online,” jelasnya.

Jadi, jangan salah. Bukan cuma keresahan, tapi juga ada cuan yang mengalir deras. Dari demo ricuh bisa jadi tontonan, dari tontonan bisa jadi saldo.

Antara Aspirasi dan Provokasi

Pemerintah, kata Meutya, tetap menghormati aspirasi warga. Silakan bicara, silakan demo, asal tertib. Tapi, yang sengaja bikin gaduh lewat media sosial, jelas lain cerita.

“Mereka diarahkan ke titik-titik tertentu, menayangkan konten secara maraton, dan menerima insentif tidak wajar,” tulisnya lagi.

Alias, ini bukan sekadar orang marah-marah di medsos, tapi ada yang ngatur alur. Semacam sutradara, tapi kontennya chaos.

Jangan Jadi Korban Forward-Forwardan

Meutya lalu kasih wejangan klasik tapi relevan: hati-hati, jangan gampang terpancing. Jangan ikut-ikutan nyebarin info yang belum jelas. Biasakan cek silang.

Kira-kira, kalau ada teman kirim broadcast ajakan aneh-aneh, jangan buru-buru share. Ingat, jempolmu bisa menentukan hidup orang banyak dan mungkin juga isi dompet orang lain yang sedang cuan dari kegaduhan.(van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi

6 Februari 2026 - 15:26 WIB

Gelar UKW dan Pelatihan Digital, Sandri Rumanama Ingatkan Pers Jangan Tunduk

5 Februari 2026 - 12:30 WIB

Ketika Mens Rea Dipersoalkan, Pandji Pragiwaksono Menempuh Jalan Dialog

3 Februari 2026 - 13:56 WIB

OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Pinjol Crowde, Temukan 62 Mitra Fiktif

3 Februari 2026 - 11:58 WIB

Eyang Meri Pergi di Usia 100 Tahun, Perempuan Tangguh di Balik Keteguhan Jenderal Hoegeng

3 Februari 2026 - 08:21 WIB

Trending di News