Menu

Mode Gelap
Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

Politik

“Munas Pertama BMI, Farkhan Bicara Soal Sekoci, Kapal Besar, dan Kemenangan”

badge-check

Kantor DPP Partai Demokrat di Menteng, Jakarta Pusat, dipadati ratusan kader muda dalam rangka Musyawarah Nasional (Munas) pertama Bintang Muda Indonesia (BMI), Sabtu, 12 Juli 2025.(Foto :Praba/Alma) Perbesar

Kantor DPP Partai Demokrat di Menteng, Jakarta Pusat, dipadati ratusan kader muda dalam rangka Musyawarah Nasional (Munas) pertama Bintang Muda Indonesia (BMI), Sabtu, 12 Juli 2025.(Foto :Praba/Alma)

PRABA INSIGHT- Akhir pekan ini, Kantor DPP Partai Demokrat di bilangan Menteng mendadak berubah jadi lautan biru. Bukan karena banjir, tapi karena ratusan kader muda Partai Demokrat tumplek blek ikut Musyawarah Nasional (Munas) pertama Bintang Muda Indonesia (BMI), Sabtu, 12 Juli 2025.

Acara yang digelar sejak pagi ini bukan cuma ajang seremoni pakai jas biru dan nyanyi mars partai, tapi jadi panggung buat menyusun langkah menuju Pemilu 2029. Dan dari podium Munas itulah, Ketua Umum BMI H. Farkhan Evendi menyampaikan pesan politik yang cukup dalam, sekaligus penuh metafora.

“Kita adalah sekoci-sekoci. Jika partai rumah besarnya, kami adalah kapal-kapal kecilnya. Kita akan menjadi sekoci untuk kemenangan Partai Demokrat di tahun 2029 dan ingin berkontribusi lebih supaya kita bisa mengisi kebaikan sebagaimana yang Pak SBY lakukan di 2004–2014,” kata Farkhan, Sabtu siang.

Jelas bahwa BMI nggak mau jadi sekadar pajangan dalam struktur partai. Mereka pengin jadi bagian dari mesin pemenangan, bahkan siap mendayung duluan kalau kapal besar belum bisa jalan.

Farkhan juga menekankan bahwa generasi muda nggak cukup cuma jadi cheerleader politik.

“Generasi muda tidak lagi cukup menjadi barisan penyemangat. Mereka harus jadi bagian dari pengambil keputusan, pembawa gagasan, dan pelaku perubahan nyata,” ujarnya tegas.

Suasana saat Munas perdana Bintang Muda Indonesia di kantor DPP Partai Demokrat (foto: Praba)

Suasana Munas juga disebut Farkhan jauh dari kesan tegang. Ia menggambarkannya seperti kegiatan karang taruna atau pramuka ramai tapi guyub.

“BMI ini, yang menjadi pembeda adalah, BMI ini komunal. Tapi suasananya seperti pramuka, seperti temen-temen karang taruna. Tidak ada konflik. Ini kontestasi. Karena bagi BMI, yang punya moral baik dan ide baik harus didukung. Itu prinsip,” imbuhnya.

Munas yang berlangsung seharian ini diisi dengan pembukaan, registrasi, hingga diskusi panel. Di antara narasumber yang hadir dijadwalkan adalah tiga pejabat sekaligus kader Partai Demokrat:

  • Teuku Riefky Harsya (Menteri Ekonomi Kreatif),
  • M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (Menteri Transmigrasi),
  • H. Ossy Dermawan (Wamen ATR/BPN).

Mereka menyampaikan paparan soal pentingnya peran pemuda dalam pengembangan sektor kreatif, transmigrasi berkelanjutan, dan percepatan reforma agraria yang adil.

Acara ini masih akan berlanjut hingga malam hari, rencananya ditutup dengan pengarahan dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dalam sesi wawancara dengan media, Farkhan juga menyampaikan bahwa BMI siap mendukung program-program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui kerja kader di lapangan.

“Sebagai penyokong pemerintah, tentu kita ikut arahan dari Presiden Prabowo. Tugas kami di Partai Demokrat mengantarkan program-program Pak Prabowo. Tugas kami sebagai Orsap BMI adalah mendorong program kementerian yang ada bisa tersosialisasikan dan bisa bersinergi,” pungkasnya.

Jadi jelas, dari Menteng, sinyalnya sudah dikirim: sekoci-sekoci muda sudah siap angkat sauh, layar Demokrat tinggal dibentangkan. Arah angin? Nanti AHY yang tentukan.

Penulis : Alma Khairunnisa | Editor : Ivan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP

15 Juli 2026 - 17:07

Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998

15 Juli 2026 - 15:02

Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut

15 Juli 2026 - 11:37

Ubedilah Badrun: Selama Penegak Hukum Masih Terhubung ke Politik, Sulit Berharap Penegakan Hukum Benar-Benar Independen

7 Juli 2026 - 13:55

Saat Demo Lebih Ramai Batu daripada Tuntutan, DEMA UIN Jakarta: Mahasiswa Menanglah Lewat Gagasan

3 Juli 2026 - 19:22

Trending di News