Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

News

Pemerintah Tetapkan Lebaran 21 Maret 2026: Hilal Belum Terlihat, Puasa Dituntaskan 30 Hari

badge-check

Pemerintah tetapkan Lebaran 2026 jatuh 21 Maret setelah hilal tidak terlihat dalam sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia. Ramadan digenapkan 30 hari.(Istimewa) Perbesar

Pemerintah tetapkan Lebaran 2026 jatuh 21 Maret setelah hilal tidak terlihat dalam sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia. Ramadan digenapkan 30 hari.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Akhirnya, penantian penuh spekulasi itu selesai juga. Pemerintah lewat sidang isbat resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Jadi buat yang sudah ancang-ancang takbiran lebih cepat, ya… sabar dulu satu hari lagi.

Keputusan ini diumumkan setelah proses “rapat serius tapi penuh harap” yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada Kamis malam, 19 Maret 2026. Seperti biasa, sidang isbat bukan sekadar kumpul-kumpul, tapi ajang mengawinkan dua pendekatan: hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung hilal).

Dan hasilnya? Hilal masih belum menunjukkan diri. Entah karena terlalu tipis, terlalu rendah, atau mungkin masih malu tampil di hadapan publik. Yang jelas, secara teknis, posisinya belum memenuhi kriteria visibilitas yang disepakati.

Karena hilal tidak terlihat, maka diputuskan satu hal yang cukup familiar tiap beberapa tahun: Ramadan digenapkan menjadi 30 hari. Istilah kerennya, istikmal. Jadi bukan Lebarannya yang dimajukan, tapi puasanya yang “ditambahin dikit”.

Kenapa Bisa Beda dengan Muhammadiyah?

Di saat pemerintah menetapkan Lebaran tanggal 21 Maret, Muhammadiyah sudah lebih dulu memutuskan Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Bukan karena beda niat, tapi beda metode.

Muhammadiyah menggunakan hisab murni—alias cukup dengan hitungan astronomi tanpa perlu menunggu hilal benar-benar terlihat. Sementara pemerintah memilih jalan tengah: hisab sebagai panduan, rukyat sebagai penentu akhir.

Jadi kalau diibaratkan, satu pakai “Google Maps”, satu lagi tetap cek “kondisi jalan langsung”. Dua-duanya valid, cuma pendekatannya beda.

Secara Ilmiah, Hilalnya Memang Belum Siap Tampil

Kalau ditarik ke ranah sains, posisi hilal pada 19 Maret 2026 memang belum memenuhi standar MABIMS. Ketinggian dan elongasinya masih di bawah batas minimal yang disepakati.

Artinya sederhana: meskipun secara hitungan bulan sudah “lahir”, tapi secara visual dia belum cukup terang untuk dilihat. Jadi wajar kalau hasil rukyat nihil.

Dampaknya? Dari Salat Ied sampai Arus Mudik

Penetapan Lebaran ini bukan cuma soal kapan takbiran dimulai, tapi juga berdampak ke banyak hal. Mulai dari jadwal salat Id, rencana mudik, sampai kapan opor ayam resmi diserbu tanpa rasa bersalah.

Pemerintah sendiri sudah mengatur cuti bersama mulai 20 Maret, jadi secara praktis masyarakat tetap punya waktu cukup panjang untuk pulang kampung atau sekadar rebahan maksimal di rumah.

Beda Boleh, Ribut Jangan

Perbedaan penentuan Idul Fitri sebenarnya bukan hal baru. Ini sudah jadi “tradisi tahunan” yang muncul karena perbedaan metode, bukan karena siapa yang paling benar.

Yang penting, seperti diingatkan oleh Majelis Ulama Indonesia, adalah menjaga saling menghormati. Mau Lebaran duluan atau belakangan, esensinya tetap sama: kembali ke fitrah, bukan kembali ke debat.

Jadi, entah kamu ikut yang Jumat atau Sabtu, yang penting satu: jangan sampai silaturahmi kalah sama ego. Karena pada akhirnya, Lebaran bukan soal tanggal tapi soal siapa yang duluan minta maaf.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan

5 Agustus 2026 - 11:45

Delapan Jam Menunggu Kamar Rawat, Dihujat karena BPJS, Kisah Yurizal Berakhir Pilu

5 Agustus 2026 - 10:48

Trending di News