Menu

Mode Gelap
Kantor Pegadaian Wilayah IX Jakarta 2 Tancap Gas Digitalisasi Transaksi Emas Lewat Aplikasi Tring Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi Kamar 307: Malam Saat Tangan Buntung Keluar dari Kolong Ranjang Kutukan Tuyul Turunan: Kekayaan yang Dibayar dengan Nyawa Anak Sendiri Sebulan Jadi Brimob Palsu: Masuk Mako, Ikut Latihan, dan Pegang Senjata Ketahuan Gara-gara Minta Rokok

Sport

Perjalanan Garudayaksa FC: Klub Bentukan Prabowo yang Menyodok Persaingan Promosi Liga

badge-check


					Garudayaksa FC, klub yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto setelah mengakuisisi PSKC Cimahi, kini memimpin klasemen wilayah barat Liga Indonesia dan berpeluang promosi ke Super League musim depan.(Istimewa) Perbesar

Garudayaksa FC, klub yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto setelah mengakuisisi PSKC Cimahi, kini memimpin klasemen wilayah barat Liga Indonesia dan berpeluang promosi ke Super League musim depan.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JABAR – Di Indonesia, sepak bola bukan cuma urusan taktik, transfer pemain, atau drama kartu merah. Kadang, ia juga bersinggungan dengan politik, romansa nasionalisme, dan sedikit sentuhan “plot twist ala negeri +62”. Contohnya: kemunculan Garudayaksa FC.

Pada Juni 2025, Presiden Prabowo Subianto tidak hanya mengurus urusan negara dan diplomasi luar negeri. Di sela-sela agenda kenegaraan, beliau juga meresmikan klub sepak bola profesional bernama Garudayaksa FC langkah berani yang langsung menggebrak kasta kedua Liga Indonesia setelah klub ini mengakuisisi PSKC Cimahi. Tidak perlu berangkat dari Tarkam, langsung naik bus ke Liga resmi. Ringkas, efisien, sedikit seperti jalan tol.

Padahal, Garudayaksa sebelumnya “hanyalah” sebuah akademi sepak bola yang lahir pada 2023 di Kabupaten Bogor. Akademi ini awalnya tampak seperti tempat anak muda menukar mimpi jadi first touch yang lebih rapi. Namun sekarang, mereka sudah naik kelas: bukan lagi sekadar akademi pembinaan, melainkan tim profesional yang mulai ikut bicara soal promosi & klasemen.

Karena hidup di dunia sepak bola itu keras Garudayaksa tidak datang sendirian. Sejumlah nama berpengalaman dari Liga 1 ikut bergabung. Ada Asep Berlian, Manda Chingi, Andik Virmansyah, Taufik Hidayat, hingga Birrul Walidan.

Belum cukup? Tenang.

Kuota internasional juga diisi dengan baik:

🇧🇷 Everton Nascimento

🇨🇱 Vicente Concha

🇰🇷 Ryu Seung-woo, alumni K-League yang pasti terbiasa dengan pressing cepat dan kultur latihan tanpa banyak kompromi.

Di klasemen wilayah barat, Garudayaksa kini duduk manis di posisi puncak. Tidak cuma numpang lewat  mereka malah jadi salah satu kandidat terkuat untuk promosi ke Super League musim depan. Aturannya jelas dan sederhana: juara wilayah, langsung naik kasta. Seperti naik kereta tanpa transit.

Bagi sebagian orang, perjalanan Garudayaksa terasa seperti cerita sepak bola modern: ada ambisi, ada pembinaan, ada sentuhan elite, dan tentu saja… ada harapan besar supaya semua ini tidak cuma berhenti di papan skor  tapi juga di manajemen profesional jangka panjang.

Sebab di negeri yang gemar menjadikan sepak bola sebagai doa kolektif, promosi ke liga atas bukan hanya urusan pertandingan. Kadang, ia juga soal bagaimana mimpi dan kekuasaan  ikut turun ke lapangan.

Editor : Irfan Ardhiyanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

ASICS Bawa Atmosfer Final Tenis Dunia ke Jakarta, Ada Peluncuran Sepatu Baru

3 Februari 2026 - 12:30 WIB

Papua Tengah: Gudang Bakat Sepak Bola yang Lebih Sering Jadi Cerita daripada Prestasi

29 Januari 2026 - 17:09 WIB

Pertandingan India Open 2026 Terhenti Akibat Kotoran Burung di Lapangan Utama

22 Januari 2026 - 06:13 WIB

Pelatih Timnas Baru Belum Datang? PSSI Masih Sibuk Menghapus Jejak “One Man Show”

23 November 2025 - 09:19 WIB

PSSI Belum Umumkan Pelatih Baru Timnas, Katanya Biar Nggak Emosian Dulu

28 Oktober 2025 - 17:02 WIB

Trending di Sport