Menu

Mode Gelap
Pungutan Parkir Ilegal Terancam Sanksi Pidana dan Penertiban KUHAP Baru Berlaku, KPK Tak Lagi Tampilkan Tersangka dalam Konferensi Pers Tersangka Korupsi Kuota Haji, Harta Yaqut Cholil Qoumas Melonjak Jadi Rp13,7 Miliar Usai Bantuan Pemprov Dihentikan, Operasional Masjid Agung Bandung Bergantung pada Donasi Polisi Colong Motor Polisi: Ironi Kehilangan di Markas Sendiri Bahaya Menggantungkan Kebenaran pada Manusia

News

“Prabowo Diminta Turun Tangan, Haidar Alwi Yakin Maluku Bisa Kalahkan Qatar dan Brunei”

badge-check


					Haidar Alwi meneteskan air mata melihat kondisi Maluku. Meski disebut provinsi terkaya di dunia, rakyatnya masih jauh dari sejahtera. Ia yakin Presiden Prabowo mampu mengangkat Maluku ke panggung kemajuan.(Foto:Istimewa) Perbesar

Haidar Alwi meneteskan air mata melihat kondisi Maluku. Meski disebut provinsi terkaya di dunia, rakyatnya masih jauh dari sejahtera. Ia yakin Presiden Prabowo mampu mengangkat Maluku ke panggung kemajuan.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT-Pemandangan Kota Ambon membuat Ir. R. Haidar Alwi tak kuasa menahan air mata. Baginya, Maluku bukan sekadar tanah indah di ujung timur, tapi provinsi yang dikaruniai Tuhan dengan kekayaan alam luar biasa. Sayangnya, semua harta karun itu belum berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyatnya.

“Ketika saya ke Kota Ambon, begitu mendarat, saya meneteskan air mata melihat kondisi kota yang saya anggap rumah saya sendiri,” ujar Haidar penuh haru saat peluncuran asammanis.news di Wisma Maluku, Jakarta Pusat, Sabtu (23/8/2025).

Maluku: Kaya Migas, Emas, dan Nikel, tapi Rakyat Masih Jadi Penonton

Dalam pernyataannya, Haidar menyebut Maluku bukan sekadar kaya, tapi provinsi terkaya di dunia. Ia menyinggung keberadaan blok migas besar, termasuk Blok Masela, yang menurutnya bahkan melampaui cadangan minyak di jazirah Arab jika digabungkan.

“Di Maluku ada satu blok migas, dan ke sebelah timur lagi ada Blok Masela. Itu lebih besar dari seluruh jazirah Arab jika dikumpulkan. Tapi rakyat Maluku sendiri tak menikmati hasilnya,” tegas Haidar.

Yang lebih menyedihkan, lanjutnya, citra orang Maluku di pulau Jawa seringkali dipandang sempit: entah debt collector, entah penyanyi.

“Padahal Maluku ini provinsi terkaya di dunia,” ujarnya, menekankan ironi itu.

Harapan di Tangan Prabowo

Haidar berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bisa memutus rantai ketidakadilan itu. Menurutnya, Prabowo memiliki kapasitas dan kenegarawanan untuk melihat Maluku bukan sekadar wilayah pinggiran, melainkan jantung strategis Indonesia bagian timur.

“Saya yakin Presiden Prabowo bisa membangun Maluku. Di bawah kepemimpinannya, rakyat Maluku bisa sejahtera, anak-anak mendapat pendidikan terbaik, layanan kesehatan layak, dan ekonomi yang minimal sama dengan daerah lain,” katanya optimis.

Politik Pecah Belah dan Cengkeraman Global

Menurut Haidar, masalah Maluku bukan hanya soal kekayaan alam, tapi juga politik yang membuat rakyat tak bisa bersatu. Sejak lama, strategi devide et impera masih terasa, membuat potensi tambang yang luar biasa gampang diraup kekuatan global.

“Kalau saya bicara tambang di Indonesia Timur, bisa satu bulan tidak selesai. Potensinya luar biasa. Tapi rakyat dipecah belah, akhirnya kekayaannya mudah diambil,” jelasnya.

Ia menegaskan, jika masyarakat Maluku bisa bersatu, mereka bisa mengalahkan negara-negara kaya migas di dunia.

“Qatar, Abu Dhabi, Brunei? Itu tak ada apa-apanya dibanding Maluku,” tandas Haidar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KUHAP Baru Berlaku, KPK Tak Lagi Tampilkan Tersangka dalam Konferensi Pers

13 Januari 2026 - 07:12 WIB

Tersangka Korupsi Kuota Haji, Harta Yaqut Cholil Qoumas Melonjak Jadi Rp13,7 Miliar

13 Januari 2026 - 07:04 WIB

Aset Korupsi Didiskon Triliunan, Negara Kemana dan Publik Bertanya

10 Januari 2026 - 11:18 WIB

Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis ke Rumah Jokowi, Silaturahmi di Tengah Kasus Ijazah Palsu

9 Januari 2026 - 09:44 WIB

Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi Gara-gara Stand Up, Netizen Ikutan Penasaran

9 Januari 2026 - 09:36 WIB

Trending di News