Menu

Mode Gelap
Blak-blakan! Sandri Rumanama Soroti Kesenjangan Maluku di Halal Bihalal Pemuda Timur Garuda Menggila di GBK! Indonesia Hajar Saint Kitts 4-0, Beckham Putra Jadi Bintang Gaduh Tahanan Yaqut, KPK Minta Maaf: Asep Sebut Kekecewaan Publik Adalah Dukungan RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana Abdullah Kelrey Tantang KPK, Desak Pemeriksaan Puan Maharani dan Hapsoro Mobil Setan: Penumpang yang Tak Pernah Turun

News

Resah?, STNK Mati Dua Tahun, Kendaraan Disita? Sebuah Kisah dari Pinggir Jalan

badge-check


					foto ilustrasi (ist) Perbesar

foto ilustrasi (ist)

PRABA INSIGHT- Di sebuah bengkel pinggir jalan, seorang pria berkemeja lusuh tampak sibuk mengecek motornya yang baru selesai diservis. Namanya Rudi. Sehari-hari, ia mengantar paket ke sana-sini dengan motor kesayangannya yang setia menemani sejak zaman kuliah.

Tapi hari itu, wajahnya sedikit tegang. “Bang, ini bener ya, kalau STNK mati dua tahun, motor bisa disita polisi?” tanyanya pada pemilik bengkel.

Si pemilik bengkel, Pak Darto, tertawa kecil sambil mengelap tangannya dengan kain dekil. “Ah, kamu percaya aja sama berita di medsos! Jangan gampang panik, Rud. Gak ada tuh aturan begitu.”

Rudi mengernyit. “Tapi katanya aturannya mulai berlaku tahun depan?”

Pak Darto menggeleng. “Tenang, polisi udah kasih klarifikasi kok.”

Benar saja. Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol. Raden Slamet Santoso, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Tidak ada aturan yang menyebutkan kendaraan bakal langsung disita kalau STNK mati dua tahun.

“Info yang beredar itu tidak benar,” kata Brigjen Pol. Slamet, dikutip dari Antara, Senin (17/3).

STNK memang wajib disahkan setiap tahun. Kalau pengendara ketahuan belum memperpanjangnya, tetap akan dikenakan tilang. Tapi kendaraan tidak serta-merta disita begitu saja.

“Terus, data kendaraan dihapus, bener gak?” tanya Rudi, masih penasaran.

Pak Darto menyalakan rokoknya. “Gak segampang itu, Rud. Kecuali kamu sendiri yang minta data kendaraan dihapus. Kalau STNK mati dua tahun, ya datanya bisa diblokir sementara, bukan langsung dihapus begitu aja.”

Brigjen Pol. Slamet pun menjelaskan bahwa data kendaraan baru akan diblokir sementara jika pemilik tidak merespons surat konfirmasi tilang elektronik (ETLE) atau tidak membayar denda dalam waktu yang ditentukan. Tapi blokir ini bisa dibuka lagi setelah pemilik melunasi kewajibannya.

Aturan ini sebenarnya sudah lama ada dalam Pasal 74 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Penghapusan data kendaraan hanya berlaku dalam dua kondisi: atas permintaan pemilik atau jika kendaraan rusak berat dan tidak bisa dioperasikan lagi.

Rudi menarik napas lega. “Jadi motor gue aman?”

“Asal jangan lupa perpanjang STNK, biar gak kena tilang aja,” ujar Pak Darto sambil tertawa.

Hari itu, Rudi belajar satu hal penting: sebelum panik gara-gara berita viral, ada baiknya cek dulu kebenarannya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Blak-blakan! Sandri Rumanama Soroti Kesenjangan Maluku di Halal Bihalal Pemuda Timur

28 Maret 2026 - 19:54 WIB

Gaduh Tahanan Yaqut, KPK Minta Maaf: Asep Sebut Kekecewaan Publik Adalah Dukungan

27 Maret 2026 - 12:11 WIB

RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana

27 Maret 2026 - 09:05 WIB

Abdullah Kelrey Tantang KPK, Desak Pemeriksaan Puan Maharani dan Hapsoro

27 Maret 2026 - 08:09 WIB

Koalisi Sipil Desak Proses Hukum Kepala BAIS dan Peradilan Umum dalam Kasus Andrie Yunus

26 Maret 2026 - 08:20 WIB

Trending di News