Menu

Mode Gelap
Garuda Menggila di GBK! Indonesia Hajar Saint Kitts 4-0, Beckham Putra Jadi Bintang Gaduh Tahanan Yaqut, KPK Minta Maaf: Asep Sebut Kekecewaan Publik Adalah Dukungan RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana Abdullah Kelrey Tantang KPK, Desak Pemeriksaan Puan Maharani dan Hapsoro Mobil Setan: Penumpang yang Tak Pernah Turun Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka

Internasional

Resmi! TikTok Bakal Diambil Alih Amerika, Nasib Algoritma Jadi Pertanyaan Besar

badge-check


					AS dan Tiongkok sepakat soal kepemilikan TikTok. Trump dan Xi Jinping akan teken kesepakatan, pengambilalihan TikTok oleh Amerika tinggal menunggu waktu.(AFP) Perbesar

AS dan Tiongkok sepakat soal kepemilikan TikTok. Trump dan Xi Jinping akan teken kesepakatan, pengambilalihan TikTok oleh Amerika tinggal menunggu waktu.(AFP)

PRABA INSIGHT – TikTok, aplikasi yang bikin orang bisa terkenal hanya dengan goyang dua detik sambil senyum-senyum di depan kamera, lagi-lagi jadi bahan perebutan dua raksasa dunia: Amerika Serikat dan Tiongkok.

Kabar terbaru datang dari Madrid. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, ngumumin kalau Washington dan Beijing akhirnya mencapai framework agreement alias kerangka kesepakatan soal kepemilikan TikTok di Amerika. Singkatnya, ini langkah awal sebelum benar-benar jatuh ke tangan pihak AS.

Kalau sesuai jadwal, Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping bakal ketemu Jumat nanti buat resmi menandatangani kesepakatan itu. Trump, yang belakangan rajin banget update di Truth Social, sudah pamer kalau “pembicaraan berjalan sangat baik.” Tiongkok pun mengonfirmasi adanya kesepakatan, tapi dengan catatan: jangan sampai perusahaan mereka tekor cuma karena politik dagang.

Tapi, namanya juga TikTok, selalu ada “efek samping” yang bikin orang waswas. Sarah Kreps, Direktur Tech Policy Institute Cornell University, ngingetin kalau tanpa aturan jelas, kesepakatan ini bisa jadi cuma formalitas soal kepemilikan. Masalah keamanan tetap rawan kebobolan.

Yang paling bikin deg-degan adalah soal algoritma. Ya, algoritma yang bikin timeline kita penuh video kucing gendut, gosip artis, sampai teori bumi datar itu ternyata dianggap aset vital. Kalau Beijing masih pegang kendali algoritma, artinya potensi bocor data tetap besar.

Jim Secreto, mantan pejabat keamanan nasional AS, bahkan lebih to the point: data pengguna TikTok bisa dipakai untuk ngelatih kecerdasan buatan yang ujung-ujungnya dimanfaatkan buat kepentingan militer atau intelijen Tiongkok. “Kalau masalah keamanan ini bisa diselesaikan, kesepakatan ini akan jadi terobosan besar,” katanya.

Jadi, walaupun TikTok sering kita anggap cuma tempat hiburan buat joget, ternyata di meja perundingan level dunia, ia jadi senjata strategis yang nggak kalah penting dari minyak atau nuklir. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka

26 Maret 2026 - 08:45 WIB

Bocoran Rahasia Mossad: Hacker Pro-Palestina Handala Serang Sistem dan Data Laura Gelinsky

17 Maret 2026 - 08:11 WIB

Iran Kirim Sinyal Keras ke Ukraina: Jika Bantu Israel Pakai Drone, Bisa Dianggap “Target Sah”

16 Maret 2026 - 11:04 WIB

Anak Cantumkan Jabatan Ayah di CV, Karier Pejabat Istana Korea Selatan Ini Berakhir

16 Maret 2026 - 10:59 WIB

Kronologi Tenggelamnya Fregat IRIS Dena: Dari Izin Sandar di India hingga Diduga Ditorpedo di Samudra Hindia

10 Maret 2026 - 14:52 WIB

Trending di Internasional