PRABA INSIGHT- SORONG – Senator Agustinus Robianus Kambuaya, atau yang lebih akrab disebut ARK, muncul dengan pesan yang cukup menohok tapi penting: pemerintah daerah jangan terus-terusan hidup dari “transferan” pusat. Menurutnya, sudah saatnya daerah mulai mikir kreatif, bukan cuma nunggu anggaran turun seperti anak kost menunggu kiriman bulanan.
“Selama ini pemerintah daerah terlalu bergantung dan menengadah ke atas, seolah hanya menunggu belas kasihan transfer,” kata ARK, yang memang dikenal kerap bicara lugas. Ia menegaskan bahwa roh otonomi daerah itu sebenarnya kemandirian terutama dalam urusan pendapatan.
ARK menjelaskan, kemandirian fiskal itu bukan sekadar istilah keren dalam dokumen perencanaan, tapi kemampuan nyata daerah untuk membiayai belanja rutin sampai pembangunan tanpa bergantung penuh pada pusat. Kalau pendapatan daerah kuat, katanya, Pemda bisa menentukan prioritas sesuai keinginan warganya, bukan sekadar ikut program yang “datangnya dari atas”.
Senator muda yang sering disebut brilian itu menyoroti pentingnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang stabil dan meningkat. Karena kalau PAD kuat, proyek pembangunan tidak mudah mandek gara-gara pusat tiba-tiba mengubah kebijakan. Apalagi komponen PAD sebenarnya banyak: dari pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, sampai parkir dan retribusi layanan publik seperti kesehatan dan kebersihan. Papua Barat Daya, katanya, punya potensi pariwisata yang bisa jadi mesin PAD kalau dikelola serius, bukan cuma dijadikan foto-foto buat brosur.
Dengan kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berjalan, ARK mengingatkan Pemda supaya anggaran yang ada jangan dibagi-bagi ke sektor yang tidak produktif. “Menuntut penambahan anggaran dari pemerintah pusat tanpa mendorong pertumbuhan ekonomi sama dengan menipu diri, menipu rakyat, dan menipu pemerintah pusat,” ujarnya sebuah kalimat yang terdengar seperti tamparan halus tapi berisi.
ARK juga menyinggung contoh sukses dari daerah lain. Maluku Utara, misalnya, punya UMKM rempah dan ekspor kelapa yang berkembang pesat tanpa bergantung pada tambang. Jawa Timur pun kuat di peternakan dan pertanian. Artinya, kata ARK, Papua Barat Daya juga bisa menemukan jalannya sendiri kalau mau.
Karena itu, ia meminta Papua Barat Daya menyusun program konkret untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga inflasi tetap jinak. Belanja akhir tahun, menurutnya, harus diarahkan agar uang benar-benar berputar di tengah masyarakat, bukan sekadar menghabiskan anggaran.
Pesannya sederhana tapi tegas: kalau mau maju, jangan terus menengadah. Bangkit, gali potensi, dan jadilah daerah yang mandiri.











