Menu

Mode Gelap
Launching Media Kontra Narasi, Survei HAI Catat Kepercayaan Publik terhadap Polri 78,3 Persen Rizki Juniansyah Naik Pangkat Jadi Kapten dan Pindah dari TNI AL ke AD Sidang Brigadir Nurhadi, Jaksa Ungkap Petunjuk Motif dari Kesaksian MALAM JUMAT KLIWON: YANG BANGKIT DARI KUBUR TIDAK SELALU MAYIT Kisah Horor Rumah Tanpa Bayangan Jejak Angka di Laporan Pelindo: Gaji dan Bonus Arman Depari Rp3,2 Miliar

News

Surya Paloh Nonaktifkan Sahroni dan Nafa Urbach, Ini Alasannya

badge-check


					Partai NasDem resmi menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi DPR RI mulai 1 September 2025. Surya Paloh menegaskan, langkah ini diambil karena ucapan keduanya dianggap mencederai aspirasi rakyat.(Foto:Istimewa) Perbesar

Partai NasDem resmi menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi DPR RI mulai 1 September 2025. Surya Paloh menegaskan, langkah ini diambil karena ucapan keduanya dianggap mencederai aspirasi rakyat.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT-Partai politik itu, suka nggak suka, hidupnya tergantung sama rakyat. Begitu juga NasDem. Dan kalau ada kader yang malah bikin rakyat sakit hati, ya siap-siap saja kena “parkir”.

Minggu (31/8/2025) malam, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, lewat siaran pers resmi, mengumumkan kabar mengejutkan: dua nama yang cukup familiar, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, resmi dinonaktifkan dari Fraksi NasDem di DPR RI. Efektif mulai Senin, 1 September 2025.

Kenapa? Jawabannya sederhana: ada ucapan mereka yang dianggap menyinggung hati rakyat. Dan buat NasDem, itu ibarat dosa besar.

“Aspirasi masyarakat harus tetap jadi acuan utama perjuangan Partai NasDem,” kata Surya Paloh dengan nada yang jelas-jelas lagi serius. “Apa pun yang mencederai perasaan rakyat, nggak bisa ditoleransi.”

Dari Kristalisasi Perjuangan ke Kristalisasi Masalah

Surya Paloh juga mengingatkan, sejak awal berdiri, NasDem mengusung semangat kerakyatan yang katanya bertumpu pada Pembukaan UUD 1945. Bahasa gampangnya: partai ini mau jadi penjaga cita-cita bangsa.

Tapi, kalau ada kader yang malah bikin ribut dengan pernyataannya sendiri, ya repot. Jadinya perjuangan yang mestinya mulia, malah berubah jadi “drama internal” yang harus dibereskan DPP.

Bahkan Surya sampai menyampaikan belasungkawa atas wafatnya beberapa warga yang belakangan ikut memperjuangkan aspirasi mereka di tengah situasi panas politik nasional.

Sahroni dan Nafa, Mohon Minggir Dulu

Yang bikin heboh, tentu saja nama Ahmad Sahroni—politisi flamboyan yang biasa dijuluki “Crazy Rich Tanjung Priok” dan Nafa Urbach—artis yang beberapa tahun lalu memilih jalur politik. Keduanya dinonaktifkan, bukan dipecat, tapi tetap saja ini pukulan telak.

Buat publik, ini semacam sinyal: NasDem nggak mau ambil risiko. Kalau ada kader yang bikin gaduh, lebih baik disingkirkan dulu daripada bikin elektabilitas jeblok.

Keputusan ini ditandatangani langsung oleh Surya Paloh dan Sekjen NasDem, Hermawi F. Taslim. Jadi, bisa dipastikan bukan sekadar ancaman kosong.

NasDem Cari Jalan Lurus

Pada akhirnya, langkah ini bisa dibaca sebagai upaya NasDem untuk “cuci muka” sekaligus menjaga citra partai di hadapan rakyat. Maklum, di tahun-tahun politik yang makin panas, trust publik adalah segalanya.

“Partai NasDem tidak akan berkompromi dengan tindakan yang mencederai aspirasi rakyat,” kata Surya lagi.

Singkatnya: kalau mau aman di NasDem, jangan main-main sama rakyat. Karena kalau rakyat tersinggung, partai bisa langsung turun tangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Launching Media Kontra Narasi, Survei HAI Catat Kepercayaan Publik terhadap Polri 78,3 Persen

16 Januari 2026 - 11:14 WIB

Rizki Juniansyah Naik Pangkat Jadi Kapten dan Pindah dari TNI AL ke AD

16 Januari 2026 - 10:50 WIB

Jejak Angka di Laporan Pelindo: Gaji dan Bonus Arman Depari Rp3,2 Miliar

15 Januari 2026 - 15:25 WIB

KUHAP Baru Berlaku, KPK Tak Lagi Tampilkan Tersangka dalam Konferensi Pers

13 Januari 2026 - 07:12 WIB

Tersangka Korupsi Kuota Haji, Harta Yaqut Cholil Qoumas Melonjak Jadi Rp13,7 Miliar

13 Januari 2026 - 07:04 WIB

Trending di News