PRABA INSIGHT – JAKARTA – Trio soul kebanggaan Surabaya, Thee Marloes, lagi-lagi datang membawa kabar baik dan sedikit getir. Setelah bikin telinga penggemarnya betah dengan rilisan “I’d Be Lost” (Juli) dan “What’s On Your Mind” (September), mereka kini meluncurkan single terbaru berjudul “Harap dan Ragu”, yang dirilis resmi pada Senin (17/11) lewat Big Crown Records, label rekaman asal Brooklyn yang entah bagaimana bisa menangkap getaran soul khas Indonesia.
Single ini bukan sekadar pemanasan, tapi bagian dari perjalanan menuju album penuh kedua mereka yang dijadwalkan lahir pada 2026. Kalau dua rilisan sebelumnya adalah pembuka pintu, maka “Harap dan Ragu” adalah lagu yang masuk rumah, duduk, dan menatap kita dengan lembut sambil mengingatkan bahwa hidup itu rapuh, kawan.
Gitaris Thee Marloes, Sinatrya Dharaka, menjelaskan makna lagu ini dengan nada yang membuat siapa pun ingin menatap langit malam:
“Lagu ‘Harap dan Ragu’ bercerita tentang bagaimana kita tidak bisa memilih untuk terus bertambah usia, tapi waktu seolah selalu berlari mendahului. Hari ini mungkin kita masih bisa menyapa seseorang, tapi belum tentu besok. Bisa jadi kita yang pergi lebih dulu, bisa juga orang terdekat kita,” ujar Sinatrya.
Lagu ini pada dasarnya adalah tamparan manis: pengingat bahwa waktu punya gaya seenaknya, dan manusia cuma bisa ikut berjalan sambil berharap tidak terlalu tertinggal. Thee Marloes lagi-lagi berhasil meramu pesan emosional itu dengan sentuhan soul yang hangat dan penuh nostalgia cocok buat didengar di tengah malam ketika isi kepala sedang tidak sopan.
Kalau ini baru single ketiga, rasanya 2026 akan jadi tahun yang cukup sibuk buat para pemuja Thee Marloes. (Van)











