PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Ketika sebagian besar orang mungkin memilih diam setelah ditetapkan sebagai tersangka, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, justru muncul lewat media sosial dengan sebuah unggahan yang memancing rasa penasaran publik.
Unggahan itu muncul hanya beberapa jam setelah Kejaksaan Agung menetapkan Sony bersama mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN lainnya, Lodewyk Pusung, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Alih-alih membahas status hukumnya, Sony justru mengunggah ucapan selamat kepada Nanik Sudaryati Deyang yang ditunjuk sebagai Kepala BGN yang baru.
Sampai di sini mungkin tidak ada yang aneh. Pergantian pimpinan lembaga memang lazim disambut dengan ucapan selamat. Namun, perhatian warganet tertuju pada satu hal lain yang ikut diunggah Sony.
Dalam unggahan tersebut terlihat foto secarik kertas berisi tulisan tangan yang diduga ditujukan kepada Nanik. Dari beberapa kalimat yang tertulis, ada satu bagian yang langsung menjadi bahan diskusi di media sosial.
“Terimakasih atas hadiah indah yang telah diberikan kepada saya.”
Kalimat itu sontak memancing beragam tafsir. Sebagian warganet mencoba menebak-nebak maksud “hadiah indah” yang dimaksud, sementara yang lain mengaitkannya dengan dinamika yang sedang terjadi di tubuh BGN setelah pergantian kepemimpinan.
Masalahnya, unggahan tersebut tidak disertai penjelasan tambahan. Tidak ada keterangan yang menjelaskan konteks kalimat itu, sehingga ruang spekulasi pun terbuka lebar.
Hingga artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Sony Sonjaya maupun pihak terkait yang menjelaskan makna tulisan tersebut. Akibatnya, berbagai dugaan yang beredar masih sebatas asumsi publik yang belum dapat diverifikasi.
Sorotan terhadap unggahan itu semakin kuat karena muncul saat Sony berstatus tahanan Kejaksaan Agung. Kondisi tersebut membuat publik menaruh perhatian lebih terhadap setiap pesan yang muncul dari akun media sosial yang diketahui berkaitan dengannya.
Di sisi lain, Kejaksaan Agung masih fokus melanjutkan penyidikan dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis yang menyeret tiga mantan pimpinan BGN tersebut. Proses hukum pun terus berjalan sembari publik menunggu perkembangan terbaru dari kasus yang menjadi perhatian nasional itu.
Sementara itu, satu kalimat dalam secarik kertas tadi masih menyisakan tanda tanya.
Hadiah indah yang dimaksud Sony sebenarnya merujuk pada apa?
Sampai ada penjelasan resmi, pertanyaan itu tampaknya akan terus menjadi bahan perbincangan di ruang-ruang media sosial.







