Menu

Mode Gelap
GMNI Jakarta Demo soal KDMP: Ketika Proyek Desa Dipertanyakan Mahasiswa Sandri Rumanama Minta Standar MEPE Utamakan Keselamatan Polisi di Lapangan Gerakan Nasional Aktivis ’98 Nilai 4 Mahasiswa Trisakti Layak Jadi Pahlawan Nasional Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot Resmi Dimutasi, Kombes Firman Kini Jabat Dirlantas Polda Metro Jaya

Crime

Viral Keributan Oknum TNI dan Penjaga Warung Madura di Kemayoran, Berawal dari QRIS Rp1.000

badge-check


					Keributan oknum TNI dan penjaga Warung Madura di Kemayoran viral, dipicu transaksi QRIS dan biaya Rp1.000, kasus kini masih dalam penyelidikan.(istimewa) Perbesar

Keributan oknum TNI dan penjaga Warung Madura di Kemayoran viral, dipicu transaksi QRIS dan biaya Rp1.000, kasus kini masih dalam penyelidikan.(istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Kadang, masalah besar memang suka lahir dari hal kecil. Dalam kasus yang viral di awal Mei 2026 ini, pemicunya bahkan cuma soal transaksi QRIS dan biaya admin Rp1.000. Tapi ujungnya? Ribut, rusak, dan ramai satu Indonesia.

Insiden ini terjadi di Warung Madura DRP Toko Adi Jaya, kawasan Kemayoran/Sumur Batu, Jakarta Pusat, pada Minggu, 3 Mei 2026. Nama warungnya mungkin sederhana, tapi mendadak jadi terkenal karena satu hal: keributan yang terekam dan viral di media sosial.

Gara-Gara QRIS, Jadi Ribut Serius

Cerita bermula dari transaksi pembelian rokok menggunakan QRIS. Kedengarannya normal, seperti yang kita lakukan sehari-hari. Tapi di sini, ada dugaan kesalahan nominal atau gangguan sistem.

Belum selesai di situ, muncul juga persoalan tambahan: biaya admin Rp1.000 yang tidak disepakati.

Dari yang awalnya cuma beda pendapat, situasi berubah jadi cekcok antara pembeli yang diduga oknum TNI dengan penjaga warung.

Dari Adu Mulut ke Dugaan Kekerasan

Yang bikin situasi makin panas, cekcok itu tidak berhenti di adu argumen. Berdasarkan informasi yang beredar, insiden tersebut meningkat menjadi tindakan intimidasi dan dugaan penganiayaan terhadap penjaga warung dan suaminya.

Bahkan, pria tersebut disebut-sebut merusak barang dagangan menggunakan tabung gas 3 kg. Sebuah eskalasi yang jelas jauh dari sekadar debat soal transaksi digital.

Belum cukup, suasana makin mencekam ketika belasan orang yang diduga rekan dari oknum tersebut kembali mendatangi lokasi.

Netizen Geram, TNI AD Buka Suara

Seperti biasa, media sosial tidak butuh waktu lama untuk bereaksi. Warganet langsung mengecam tindakan yang dianggap arogan tersebut.

Dari pihak militer, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Donny Pramono, membenarkan adanya insiden yang melibatkan prajurit TNI AD dan warga sipil.

Pihak TNI AD juga menyampaikan bahwa salah satu prajurit, Sertu AW, mengalami luka tusuk dalam kejadian tersebut. Namun, klaim ini justru memunculkan perdebatan baru di kalangan netizen yang mempertanyakan bukti pendukungnya.

Masih Diselidiki

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Banyak versi beredar, banyak opini berseliweran, tapi yang pasti satu: persoalan kecil bisa berubah jadi besar ketika emosi ikut ambil alih.

Dan di era digital seperti sekarang, satu kejadian lokal bisa langsung jadi konsumsi nasional dalam hitungan jam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

GMNI Jakarta Demo soal KDMP: Ketika Proyek Desa Dipertanyakan Mahasiswa

13 Mei 2026 - 17:45

Sandri Rumanama Minta Standar MEPE Utamakan Keselamatan Polisi di Lapangan

13 Mei 2026 - 13:06

Gerakan Nasional Aktivis ’98 Nilai 4 Mahasiswa Trisakti Layak Jadi Pahlawan Nasional

13 Mei 2026 - 00:44

Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar

11 Mei 2026 - 19:46

Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot

11 Mei 2026 - 18:57

Trending di News