Menu

Mode Gelap
Pasien di Karawang Alami Cacat Permanen, Dokter RSU Fikri Medika Dilaporkan Charma Afrianto Beberkan Strategi Besar Tanjung Carat Jadi Pusat Logistik dan Hub Internasional RI Oknum Kadis Pertanian Labuan Bajo Diduga Nikah Siri, Istri: Habis Manis Sepah Dibuang Oknum DPRD Kabupaten Bekasi Jadi Tersangka Pengeroyokan, Korban: Kok Belum Ditahan? Keren! Perumda Tirta Patriot Borong Penghargaan TOP BUMD Awards 2026 Mantap! PT Mitra Patriot Borong 3 Penghargaan TOP BUMD Awards 2026

Internasional

Pesawat Jamaah Haji Dibom Israel, Bandara Sanaa Lumpuh Total: Agresi yang Membungkam Ibadah

badge-check


					Pesawat jenis Airbus A320-233 angkut Jema'ah Haji yang di rudal oleh Israel (foto: istimewa) Perbesar

Pesawat jenis Airbus A320-233 angkut Jema'ah Haji yang di rudal oleh Israel (foto: istimewa)

PRABA INSIGHT- Seakan perang belum cukup memporakporandakan Gaza, Israel kini melebarkan sayap serangannya ke Bandara Internasional Sanaa, Yaman.

Rabu pagi waktu setempat (28/5), empat serangan udara menghantam bandara tersebut, menghancurkan satu-satunya pesawat milik Yemenia Airways yang siap mengangkut jamaah haji ke Jeddah, Arab Saudi.

Pesawat jenis Airbus A320-233 itu baru saja mendarat dari Amman, Yordania, dan dijadwalkan terbang kembali membawa rombongan calon haji.

Tapi rencana suci ini keburu ambyar dihantam rudal. Menurut Khaled al-Shaif, Direktur Bandara Sanaa, ini adalah satu-satunya pesawat layak terbang yang tersisa milik Yemenia Airways.

Tak pelak, 800 jamaah asal Yaman harus gigit jari. Harapan menunaikan rukun Islam kelima kini terkubur di bawah puing-puing bandara.

Bukan hanya jamaah haji yang jadi korban, tapi juga ribuan pasien yang menunggu pengobatan ke luar negeri. Satu serangan, dua tragedi kemanusiaan.

Serangan Bertubi-tubi: Bandara Jadi Sasaran Empuk

Serangan ini bukan yang pertama. Mei lalu, Israel juga meluncurkan 30 serangan udara ke bandara yang sama, menghantam terminal, landasan pacu, hingga pesawat sipil. Kali ini, satu pesawat kembali lenyap.

Delapan pesawat sipil telah hancur sejak agresi ini dimulai. Dan tragisnya, Bandara Sanaa baru saja dibuka kembali untuk penerbangan sipil setelah renovasi besar-besaran.

Kementerian di pemerintahan Sanaa menuding Israel secara sengaja menyerang infrastruktur sipil untuk melemahkan Yaman dan solidaritasnya terhadap Palestina.

Mereka menyebut ini sebagai “pelanggaran berat hukum internasional” dan mendesak PBB turun tangan. Tapi ya, kita tahu sendiri, PBB lebih sering jadi penonton daripada pemain dalam urusan semacam ini.

Houthi: Kami Tak Akan Mundur

Pemimpin Houthi, Abdel-Malik al-Houthi, menyebut serangan ke bandara sebagai upaya untuk memutus dukungan rakyat Yaman terhadap Palestina.

Dalam pidatonya beberapa jam setelah serangan, ia bersumpah akan terus mendukung Hamas dan rakyat Gaza.

“Kami berjuang untuk berdiri bersama Palestina, melawan penderitaan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya.

Al-Houthi juga menyindir motif serangan yang ia duga untuk menghambat keberangkatan jamaah haji. “Tapi Insya Allah, mereka akan gagal,” tegasnya.

Hizbullah Turun Tangan, AS Kembali Kena Getahnya

Tak cuma Houthi yang naik pitam, Hizbullah di Lebanon juga ikut angkat suara. Mereka menyebut serangan ini sebagai “agresi biadab” dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum kemanusiaan.

Tak lupa, mereka menyindir Amerika Serikat yang dianggap membiarkan Israel bertindak semena-mena, dan menyebut komunitas internasional sebagai “diam membisu penuh rasa malu”.

Hizbullah menyerukan negara-negara Arab dan Muslim untuk segera bertindak mencabut pengepungan di Gaza dan mendukung perjuangan rakyat Yaman.

Tapi seruan ini, seperti biasa, kemungkinan hanya akan menggema di seminar-seminar dan konferensi pers tanpa hasil nyata.

Israel: Kami Kirim Pesan Keras

Dari pihak seberang, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menyebut serangan itu sebagai respons atas ancaman Houthi yang menyerang kapal-kapal menuju Israel.

“Ini adalah pesan yang sangat jelas. Siapa pun yang menyerang Israel, akan kami hajar balik,” katanya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan menyebut Houthi hanya pion kecil. Target utamanya adalah Iran, yang dianggap sebagai otak di balik semua kekacauan ini.

Ia mengingatkan bahwa setiap serangan terhadap Israel akan dibalas berkali lipat.

Laut Merah Makin Merah

Sejak perang Gaza pecah Oktober 2023, kelompok Houthi memang jadi musuh tambahan bagi Israel. Mereka berulang kali menyerang pelayaran di Laut Merah dan mengancam blokade laut ke pelabuhan Haifa.

Situasi ini memicu aksi militer balasan dari AS dan Inggris yang menghujani Yaman sejak awal 2024. Tapi awal Mei lalu, Washington dan Houthi kabarnya mencapai kesepakatan gencatan senjata. Yah, entah masih berlaku atau sudah tinggal kenangan.

 

Penulis: Deny Darmono| Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Melania Trump Bantah Keterkaitan dengan Epstein Files, DOJ Buka Dokumen Lama yang Seret Nama Elite Dunia

12 April 2026 - 13:05

Konflik NATO Memanas: Donald Trump Sebut Anggota “Pengecut” Usai Tolak Serang Iran, Emmanuel Macron Balas Seret Isu Pribadi

12 April 2026 - 12:55

Ogah dituduh, Israel Bantah Terlibat, Tuding Hizbullah Tanggung Jawab Ledakan yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon Selatan

1 April 2026 - 12:13

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 3 Prajurit TNI, 5 Lainnya Terluka

31 Maret 2026 - 17:11

Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka

26 Maret 2026 - 08:45

Trending di Internasional