Menu

Mode Gelap
Beli Saham GoTo Saja Nggak Cukup, Negara Harus Ikut Kelola Bisnis Ojol Rayakan Idul Adha, DKM Grand Center Point Bekasi Rajut Toleransi Antar Umat Pesugihan Kandang Bubrah: Rumah Tak Pernah Jadi, Teror Tak Pernah Berhenti Zimperium Bongkar 250 Aplikasi Android Palsu yang Diam-Diam Daftarkan Korban ke Layanan Premium Hotman Paris Balas Natalius Pigai: “Gajimu Enggak Sebanding dengan Pendapatanku” Kemenkeu Mengaku Tak Tahu Soal APBN untuk Kurban Prabowo: “Tanya Mensesneg”

Politik

Jokowi Gagal Jadi Ketum PSI?, Anak yang Nyalon: Keluarga Cemara Versi Parpol

badge-check


					‎Diketahui, Jokowi dipastikan tak akan mendaftar menjadi calon ketua umum (Caketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kepastian itu diungkap oleh sang putra yang juga Ketum PSI saat ini, Kaesang Pangarep.(Foto: Praba/Ist) Perbesar

‎Diketahui, Jokowi dipastikan tak akan mendaftar menjadi calon ketua umum (Caketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kepastian itu diungkap oleh sang putra yang juga Ketum PSI saat ini, Kaesang Pangarep.(Foto: Praba/Ist)

PRABA INSIGHT- Presiden ke-7 RI, Joko Widodo alias Pak Jokowi, dipastikan nggak bakal nyalon jadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Tapi tenang dulu, menurut PSI, Jokowi tetap punya tempat istimewa di hati mereka. Bahkan bukan sekadar tempat, tapi udah kayak “roh suci” dalam dunia perpolitikan mereka.

Hal ini ditegaskan langsung oleh juru bicara PSI, Cheryl Tanzil. Menurutnya, absennya Jokowi dari bursa caketum PSI bukanlah akhir dari segalanya. Sebab, buat PSI, Jokowi bukan sekadar tokoh politik, tapi sudah naik kelas jadi semacam nilai luhur kepemimpinan versi milenial.

“Pak Jokowi bagi PSI bukan saja dilihat sebagai sosok, apalagi sekadar atribut atau atribusi belaka. Bagi PSI, Pak Jokowi sudah menjelma menjadi fatsun politik tentang bagaimana arti sebuah kepemimpinan,” ujar Cheryl kepada wartawan, Minggu (22/6/2025).

Jokowisme: Lebih dari Sekadar Gimmick

Cheryl kemudian menyinggung soal ideologi “Jokowisme” yang sudah lama didengungkan oleh PSI. Bukan gimmick murahan, katanya, tapi bentuk nyata dari hubungan batin antara PSI dan Jokowi.

“Sudah lama PSI mendengungkan Jokowisme. Sebuah paham yang dikembangkan oleh PSI beberapa tahun lalu sudah menjelaskan ini,” ucap Cheryl.

Menurut dia, meskipun Jokowi tidak ikut nyalon jadi ketum, bukan berarti PSI menutup pintu rapat-rapat. Kalau Pak Jokowi mau punya posisi spesial? Bisa banget! Toh, hak politiknya sebagai warga negara tetap dijamin.

“Tentunya kemungkinan seperti itu sangat terbuka. Pak Jokowi sebagai warga negara kan dijamin haknya untuk berpolitik. Sama seperti warga negara lain,” tambahnya.

Kaesang: Ya Masa Bapak Lawan Anak?

Keputusan bahwa Jokowi tidak jadi caketum PSI pertama kali diungkap oleh sang anak, Kaesang Pangarep, yang juga Ketum PSI saat ini dan kini resmi mencalonkan diri kembali. Menurut Kaesang, beliau dan bapaknya memang sudah ngobrol empat mata. Hasilnya? Sepakat untuk tidak saling sikut di arena politik internal partai.

“Saya sudah berkomunikasi dengan beliau, saya sudah satu minggu ini di Solo dan baru saja tadi mendarat pukul 03.00. Soal apakah beliau akan jadi Ketum atau tidak, itu sudah kami obrolkan seminggu terakhir ini. Dan ya nggak mungkin juga, anak sama bapak saling berkompetisi,” jelas Kaesang saat mendaftarkan diri sebagai caketum di DPP PSI, Jakarta Pusat, Sabtu (21/6).

Jadi, meski Jokowi absen dari bursa caketum PSI, beliau tetap hadir dalam bentuk lain: sebagai semangat, inspirasi, dan tentu saja, “fatsun politik”. Kalau dalam dunia anime, mungkin Jokowi posisinya sudah kayak Hokage nggak mesti bertarung, tapi tetap dihormati.

 

Penulis : Irfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

GMNI DKI Gugat Arah Revisi UU TNI, Ingatkan Ancaman Kembalinya Dwifungsi ABRI

26 Mei 2026 - 18:41

Dasco Bilang “Jangan Teriak Hidup Jokowi”, Sandri Rumanama: Itu Candaan Forum, Bukan Kode Perang Politik

21 Mei 2026 - 17:08

Gerakan Nasional Aktivis ’98 Nilai 4 Mahasiswa Trisakti Layak Jadi Pahlawan Nasional

13 Mei 2026 - 00:44

Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo

10 Mei 2026 - 00:53

Ade Armando Mundur dari PSI: Antara Loyalitas, Risiko Politik, dan “Demi Kebaikan Bersama”

5 Mei 2026 - 17:32

Trending di News