Menu

Mode Gelap
Oknum Kadis Pertanian Labuan Bajo Diduga Nikah Siri, Istri: Habis Manis Sepah Dibuang Oknum DPRD Kabupaten Bekasi Jadi Tersangka Pengeroyokan, Korban: Kok Belum Ditahan? Keren! Perumda Tirta Patriot Borong Penghargaan TOP BUMD Awards 2026 Mantap! PT Mitra Patriot Borong 3 Penghargaan TOP BUMD Awards 2026 Jordy Tutuarima Bongkar Kekacauan Persis Solo: 9 Pemain Asing Didepak Mendadak, Gaji Berbulan-bulan Tak Dibayar Dipicu Perselingkuhan, TKW Asal Ponorogo Runtuhkan Rumah Rp350 Juta Pakai Ekskavator

Politik

Jokowi Gagal Jadi Ketum PSI?, Anak yang Nyalon: Keluarga Cemara Versi Parpol

badge-check


					‎Diketahui, Jokowi dipastikan tak akan mendaftar menjadi calon ketua umum (Caketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kepastian itu diungkap oleh sang putra yang juga Ketum PSI saat ini, Kaesang Pangarep.(Foto: Praba/Ist) Perbesar

‎Diketahui, Jokowi dipastikan tak akan mendaftar menjadi calon ketua umum (Caketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kepastian itu diungkap oleh sang putra yang juga Ketum PSI saat ini, Kaesang Pangarep.(Foto: Praba/Ist)

PRABA INSIGHT- Presiden ke-7 RI, Joko Widodo alias Pak Jokowi, dipastikan nggak bakal nyalon jadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Tapi tenang dulu, menurut PSI, Jokowi tetap punya tempat istimewa di hati mereka. Bahkan bukan sekadar tempat, tapi udah kayak “roh suci” dalam dunia perpolitikan mereka.

Hal ini ditegaskan langsung oleh juru bicara PSI, Cheryl Tanzil. Menurutnya, absennya Jokowi dari bursa caketum PSI bukanlah akhir dari segalanya. Sebab, buat PSI, Jokowi bukan sekadar tokoh politik, tapi sudah naik kelas jadi semacam nilai luhur kepemimpinan versi milenial.

“Pak Jokowi bagi PSI bukan saja dilihat sebagai sosok, apalagi sekadar atribut atau atribusi belaka. Bagi PSI, Pak Jokowi sudah menjelma menjadi fatsun politik tentang bagaimana arti sebuah kepemimpinan,” ujar Cheryl kepada wartawan, Minggu (22/6/2025).

Jokowisme: Lebih dari Sekadar Gimmick

Cheryl kemudian menyinggung soal ideologi “Jokowisme” yang sudah lama didengungkan oleh PSI. Bukan gimmick murahan, katanya, tapi bentuk nyata dari hubungan batin antara PSI dan Jokowi.

“Sudah lama PSI mendengungkan Jokowisme. Sebuah paham yang dikembangkan oleh PSI beberapa tahun lalu sudah menjelaskan ini,” ucap Cheryl.

Menurut dia, meskipun Jokowi tidak ikut nyalon jadi ketum, bukan berarti PSI menutup pintu rapat-rapat. Kalau Pak Jokowi mau punya posisi spesial? Bisa banget! Toh, hak politiknya sebagai warga negara tetap dijamin.

“Tentunya kemungkinan seperti itu sangat terbuka. Pak Jokowi sebagai warga negara kan dijamin haknya untuk berpolitik. Sama seperti warga negara lain,” tambahnya.

Kaesang: Ya Masa Bapak Lawan Anak?

Keputusan bahwa Jokowi tidak jadi caketum PSI pertama kali diungkap oleh sang anak, Kaesang Pangarep, yang juga Ketum PSI saat ini dan kini resmi mencalonkan diri kembali. Menurut Kaesang, beliau dan bapaknya memang sudah ngobrol empat mata. Hasilnya? Sepakat untuk tidak saling sikut di arena politik internal partai.

“Saya sudah berkomunikasi dengan beliau, saya sudah satu minggu ini di Solo dan baru saja tadi mendarat pukul 03.00. Soal apakah beliau akan jadi Ketum atau tidak, itu sudah kami obrolkan seminggu terakhir ini. Dan ya nggak mungkin juga, anak sama bapak saling berkompetisi,” jelas Kaesang saat mendaftarkan diri sebagai caketum di DPP PSI, Jakarta Pusat, Sabtu (21/6).

Jadi, meski Jokowi absen dari bursa caketum PSI, beliau tetap hadir dalam bentuk lain: sebagai semangat, inspirasi, dan tentu saja, “fatsun politik”. Kalau dalam dunia anime, mungkin Jokowi posisinya sudah kayak Hokage nggak mesti bertarung, tapi tetap dihormati.

 

Penulis : Irfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dokumen Bocor Sebut AS Bisa Lintasi Udara Indonesia, DPR: Belum Ada Konfirmasi Resmi dari Pemerintah

13 April 2026 - 08:37

LPJ Capai 90 Persen, Tiga Kandidat Ketua Bersaing di Muscab PKB Kota Bekasi

4 April 2026 - 09:53

Dua Pengurus Lakum HAM PKB Kota Bekasi Mengundurkan Diri

2 April 2026 - 02:49

Bupati vs Wabup Lebak, Sebutan ‘Napi’ di Pendopo Berujung Saling Bongkar Aib

31 Maret 2026 - 16:53

Abdullah Kelrey Tantang KPK, Desak Pemeriksaan Puan Maharani dan Hapsoro

27 Maret 2026 - 08:09

Trending di News