Menu

Mode Gelap
Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah Buntut Sidang Tipikor, Kadis SDABMBK Kabupaten Bekasi Dilaporkan ke KPK Kuasa Hukum Nancy Soroti Kesaksian Dwi Febri di Sidang Sengketa Aset PN Jaksel, Siap Tempuh Jalur Hukum jika Terbukti Palsu

Politik

Jokowi Gagal Jadi Ketum PSI?, Anak yang Nyalon: Keluarga Cemara Versi Parpol

badge-check

‎Diketahui, Jokowi dipastikan tak akan mendaftar menjadi calon ketua umum (Caketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kepastian itu diungkap oleh sang putra yang juga Ketum PSI saat ini, Kaesang Pangarep.(Foto: Praba/Ist) Perbesar

‎Diketahui, Jokowi dipastikan tak akan mendaftar menjadi calon ketua umum (Caketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kepastian itu diungkap oleh sang putra yang juga Ketum PSI saat ini, Kaesang Pangarep.(Foto: Praba/Ist)

PRABA INSIGHT- Presiden ke-7 RI, Joko Widodo alias Pak Jokowi, dipastikan nggak bakal nyalon jadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Tapi tenang dulu, menurut PSI, Jokowi tetap punya tempat istimewa di hati mereka. Bahkan bukan sekadar tempat, tapi udah kayak “roh suci” dalam dunia perpolitikan mereka.

Hal ini ditegaskan langsung oleh juru bicara PSI, Cheryl Tanzil. Menurutnya, absennya Jokowi dari bursa caketum PSI bukanlah akhir dari segalanya. Sebab, buat PSI, Jokowi bukan sekadar tokoh politik, tapi sudah naik kelas jadi semacam nilai luhur kepemimpinan versi milenial.

“Pak Jokowi bagi PSI bukan saja dilihat sebagai sosok, apalagi sekadar atribut atau atribusi belaka. Bagi PSI, Pak Jokowi sudah menjelma menjadi fatsun politik tentang bagaimana arti sebuah kepemimpinan,” ujar Cheryl kepada wartawan, Minggu (22/6/2025).

Jokowisme: Lebih dari Sekadar Gimmick

Cheryl kemudian menyinggung soal ideologi “Jokowisme” yang sudah lama didengungkan oleh PSI. Bukan gimmick murahan, katanya, tapi bentuk nyata dari hubungan batin antara PSI dan Jokowi.

“Sudah lama PSI mendengungkan Jokowisme. Sebuah paham yang dikembangkan oleh PSI beberapa tahun lalu sudah menjelaskan ini,” ucap Cheryl.

Menurut dia, meskipun Jokowi tidak ikut nyalon jadi ketum, bukan berarti PSI menutup pintu rapat-rapat. Kalau Pak Jokowi mau punya posisi spesial? Bisa banget! Toh, hak politiknya sebagai warga negara tetap dijamin.

“Tentunya kemungkinan seperti itu sangat terbuka. Pak Jokowi sebagai warga negara kan dijamin haknya untuk berpolitik. Sama seperti warga negara lain,” tambahnya.

Kaesang: Ya Masa Bapak Lawan Anak?

Keputusan bahwa Jokowi tidak jadi caketum PSI pertama kali diungkap oleh sang anak, Kaesang Pangarep, yang juga Ketum PSI saat ini dan kini resmi mencalonkan diri kembali. Menurut Kaesang, beliau dan bapaknya memang sudah ngobrol empat mata. Hasilnya? Sepakat untuk tidak saling sikut di arena politik internal partai.

“Saya sudah berkomunikasi dengan beliau, saya sudah satu minggu ini di Solo dan baru saja tadi mendarat pukul 03.00. Soal apakah beliau akan jadi Ketum atau tidak, itu sudah kami obrolkan seminggu terakhir ini. Dan ya nggak mungkin juga, anak sama bapak saling berkompetisi,” jelas Kaesang saat mendaftarkan diri sebagai caketum di DPP PSI, Jakarta Pusat, Sabtu (21/6).

Jadi, meski Jokowi absen dari bursa caketum PSI, beliau tetap hadir dalam bentuk lain: sebagai semangat, inspirasi, dan tentu saja, “fatsun politik”. Kalau dalam dunia anime, mungkin Jokowi posisinya sudah kayak Hokage nggak mesti bertarung, tapi tetap dihormati.

 

Penulis : Irfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998

15 Juli 2026 - 15:02

Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut

15 Juli 2026 - 11:37

Ubedilah Badrun: Selama Penegak Hukum Masih Terhubung ke Politik, Sulit Berharap Penegakan Hukum Benar-Benar Independen

7 Juli 2026 - 13:55

Saat Demo Lebih Ramai Batu daripada Tuntutan, DEMA UIN Jakarta: Mahasiswa Menanglah Lewat Gagasan

3 Juli 2026 - 19:22

GMNI Desak Utut Adianto Dicopot dari DPR usai Dukung Latihan Militer untuk Manajer Koperasi Merah Putih

3 Juli 2026 - 16:10

Trending di News