Menu

Mode Gelap
KAUP Gelar PentaSeni 2026 di Kampus Pancasila, Jadi Momen Perpisahan Kepengurusan Dasco Rakernas Perdana Haidar Alwi Institute di Tengah Dinamika Politik Nasional Kantor Pegadaian Wilayah IX Jakarta 2 Tancap Gas Digitalisasi Transaksi Emas Lewat Aplikasi Tring Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi Kamar 307: Malam Saat Tangan Buntung Keluar dari Kolong Ranjang

News

“Bukan Cuma Ditangkap, Aset Koruptor Harus Disikat Habis! Gemira Gaspol Dukung RUU Perampasan Aset”

badge-check


					Sudarto, Sekjen Gemira, dukung penuh RUU Perampasan Aset untuk sikat habis harta koruptor yang selama ini nyaman ngumpet di balik celah hukum.(Foto:Ist) Perbesar

Sudarto, Sekjen Gemira, dukung penuh RUU Perampasan Aset untuk sikat habis harta koruptor yang selama ini nyaman ngumpet di balik celah hukum.(Foto:Ist)

PRABA INSIGHT- Di negeri ini, koruptor sudah terlalu lama hidup santai, tidur nyenyak di balik tembok tebal pasal-pasal yang setengah hati. Tapi Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira) tampaknya sudah muak dengan semua itu.

Sekretaris Jenderal Gemira, Sudarto, dengan lantang mendukung pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Bukan sekadar dukungan formalitas, tapi ajakan untuk membongkar habis kekayaan haram hasil ngutil dari kas negara.

“Ini bukan cuma soal hukum kaku. Ini soal keadilan buat rakyat yang hartanya selama ini dipakai pesta pora sama para maling berdasi,” ujar Sudarto, Rabu (2/7).

Menurut Sudarto, negara nggak boleh lagi pura-pura buta. Aset hasil kejahatan mesti dirampas dan dikembalikan ke rakyat yang selama ini cuma kebagian debu-debunya.

Gemira menilai perjuangan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Mewujudkan pemerintahan yang bersih, kuat, dan berpihak ke wong cilik yang tiap hari bayar pajak, tapi uangnya malah dipakai koruptor buat beli vila di luar negeri.

“Kalau mau adil, ya rampas. Rakyat harus jadi pemenang di negeri sendiri, bukan koruptor yang hidup tenang di balik celah hukum,” tegas Sudarto.

Lebih jauh, Gemira mengajak semua pihak: ormas, partai politik, sampai rakyat biasa yang bosan lihat koruptor cengar-cengir di TV, untuk sama-sama dorong RUU ini disahkan. Diam itu artinya setuju koruptor terus menang.

“Status quo itu nyaman buat maling. Kita butuh keberanian politik buat dobrak itu semua,” katanya.

Saat ini, RUU Perampasan Aset masih jadi bahan perdebatan di DPR. Publik menunggu: apakah para wakil rakyat bakal pilih berdiri di sisi rakyat, atau tetap nyaman main aman demi cuan-cuan elite.

Penulis : Deny Darmono | Editor: Ivan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAUP Gelar PentaSeni 2026 di Kampus Pancasila, Jadi Momen Perpisahan Kepengurusan Dasco

9 Februari 2026 - 17:48 WIB

Rakernas Perdana Haidar Alwi Institute di Tengah Dinamika Politik Nasional

9 Februari 2026 - 17:38 WIB

Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi

6 Februari 2026 - 15:26 WIB

Gelar UKW dan Pelatihan Digital, Sandri Rumanama Ingatkan Pers Jangan Tunduk

5 Februari 2026 - 12:30 WIB

Ketika Mens Rea Dipersoalkan, Pandji Pragiwaksono Menempuh Jalan Dialog

3 Februari 2026 - 13:56 WIB

Trending di News