Menu

Mode Gelap
Garuda Menggila di GBK! Indonesia Hajar Saint Kitts 4-0, Beckham Putra Jadi Bintang Gaduh Tahanan Yaqut, KPK Minta Maaf: Asep Sebut Kekecewaan Publik Adalah Dukungan RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana Abdullah Kelrey Tantang KPK, Desak Pemeriksaan Puan Maharani dan Hapsoro Mobil Setan: Penumpang yang Tak Pernah Turun Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka

News

“Bukan Cuma Ditangkap, Aset Koruptor Harus Disikat Habis! Gemira Gaspol Dukung RUU Perampasan Aset”

badge-check


					Sudarto, Sekjen Gemira, dukung penuh RUU Perampasan Aset untuk sikat habis harta koruptor yang selama ini nyaman ngumpet di balik celah hukum.(Foto:Ist) Perbesar

Sudarto, Sekjen Gemira, dukung penuh RUU Perampasan Aset untuk sikat habis harta koruptor yang selama ini nyaman ngumpet di balik celah hukum.(Foto:Ist)

PRABA INSIGHT- Di negeri ini, koruptor sudah terlalu lama hidup santai, tidur nyenyak di balik tembok tebal pasal-pasal yang setengah hati. Tapi Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira) tampaknya sudah muak dengan semua itu.

Sekretaris Jenderal Gemira, Sudarto, dengan lantang mendukung pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Bukan sekadar dukungan formalitas, tapi ajakan untuk membongkar habis kekayaan haram hasil ngutil dari kas negara.

“Ini bukan cuma soal hukum kaku. Ini soal keadilan buat rakyat yang hartanya selama ini dipakai pesta pora sama para maling berdasi,” ujar Sudarto, Rabu (2/7).

Menurut Sudarto, negara nggak boleh lagi pura-pura buta. Aset hasil kejahatan mesti dirampas dan dikembalikan ke rakyat yang selama ini cuma kebagian debu-debunya.

Gemira menilai perjuangan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Mewujudkan pemerintahan yang bersih, kuat, dan berpihak ke wong cilik yang tiap hari bayar pajak, tapi uangnya malah dipakai koruptor buat beli vila di luar negeri.

“Kalau mau adil, ya rampas. Rakyat harus jadi pemenang di negeri sendiri, bukan koruptor yang hidup tenang di balik celah hukum,” tegas Sudarto.

Lebih jauh, Gemira mengajak semua pihak: ormas, partai politik, sampai rakyat biasa yang bosan lihat koruptor cengar-cengir di TV, untuk sama-sama dorong RUU ini disahkan. Diam itu artinya setuju koruptor terus menang.

“Status quo itu nyaman buat maling. Kita butuh keberanian politik buat dobrak itu semua,” katanya.

Saat ini, RUU Perampasan Aset masih jadi bahan perdebatan di DPR. Publik menunggu: apakah para wakil rakyat bakal pilih berdiri di sisi rakyat, atau tetap nyaman main aman demi cuan-cuan elite.

Penulis : Deny Darmono | Editor: Ivan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gaduh Tahanan Yaqut, KPK Minta Maaf: Asep Sebut Kekecewaan Publik Adalah Dukungan

27 Maret 2026 - 12:11 WIB

RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana

27 Maret 2026 - 09:05 WIB

Abdullah Kelrey Tantang KPK, Desak Pemeriksaan Puan Maharani dan Hapsoro

27 Maret 2026 - 08:09 WIB

Koalisi Sipil Desak Proses Hukum Kepala BAIS dan Peradilan Umum dalam Kasus Andrie Yunus

26 Maret 2026 - 08:20 WIB

Pesan Pramono ke Pendatang: Jakarta Bukan Tempat Coba Nasib Tanpa Skill

26 Maret 2026 - 07:29 WIB

Trending di News