Menu

Mode Gelap
Hari Purwanto Desak Aparat Usut Dugaan Fitnah terhadap Megawati, Minta Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut

News

“Bukan Cuma Ditangkap, Aset Koruptor Harus Disikat Habis! Gemira Gaspol Dukung RUU Perampasan Aset”

badge-check

Sudarto, Sekjen Gemira, dukung penuh RUU Perampasan Aset untuk sikat habis harta koruptor yang selama ini nyaman ngumpet di balik celah hukum.(Foto:Ist) Perbesar

Sudarto, Sekjen Gemira, dukung penuh RUU Perampasan Aset untuk sikat habis harta koruptor yang selama ini nyaman ngumpet di balik celah hukum.(Foto:Ist)

PRABA INSIGHT- Di negeri ini, koruptor sudah terlalu lama hidup santai, tidur nyenyak di balik tembok tebal pasal-pasal yang setengah hati. Tapi Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira) tampaknya sudah muak dengan semua itu.

Sekretaris Jenderal Gemira, Sudarto, dengan lantang mendukung pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Bukan sekadar dukungan formalitas, tapi ajakan untuk membongkar habis kekayaan haram hasil ngutil dari kas negara.

“Ini bukan cuma soal hukum kaku. Ini soal keadilan buat rakyat yang hartanya selama ini dipakai pesta pora sama para maling berdasi,” ujar Sudarto, Rabu (2/7).

Menurut Sudarto, negara nggak boleh lagi pura-pura buta. Aset hasil kejahatan mesti dirampas dan dikembalikan ke rakyat yang selama ini cuma kebagian debu-debunya.

Gemira menilai perjuangan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Mewujudkan pemerintahan yang bersih, kuat, dan berpihak ke wong cilik yang tiap hari bayar pajak, tapi uangnya malah dipakai koruptor buat beli vila di luar negeri.

“Kalau mau adil, ya rampas. Rakyat harus jadi pemenang di negeri sendiri, bukan koruptor yang hidup tenang di balik celah hukum,” tegas Sudarto.

Lebih jauh, Gemira mengajak semua pihak: ormas, partai politik, sampai rakyat biasa yang bosan lihat koruptor cengar-cengir di TV, untuk sama-sama dorong RUU ini disahkan. Diam itu artinya setuju koruptor terus menang.

“Status quo itu nyaman buat maling. Kita butuh keberanian politik buat dobrak itu semua,” katanya.

Saat ini, RUU Perampasan Aset masih jadi bahan perdebatan di DPR. Publik menunggu: apakah para wakil rakyat bakal pilih berdiri di sisi rakyat, atau tetap nyaman main aman demi cuan-cuan elite.

Penulis : Deny Darmono | Editor: Ivan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya

16 Juli 2026 - 03:12

Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

15 Juli 2026 - 11:17

Buntut Sidang Tipikor, Kadis SDABMBK Kabupaten Bekasi Dilaporkan ke KPK

14 Juli 2026 - 19:23

Kuasa Hukum Nancy Soroti Kesaksian Dwi Febri di Sidang Sengketa Aset PN Jaksel, Siap Tempuh Jalur Hukum jika Terbukti Palsu

14 Juli 2026 - 16:48

Dugaan Mega Korupsi di Kejaksaan Jadi Ujian Penegakan Hukum, BEM PTMA Zona III Apresiasi Sikap Prabowo

12 Juli 2026 - 09:17

Trending di Nasional